- KPK menggeledah rumah Anggota V BPK RI Bobby Rizaldi di Jakarta pada 14 Juli 2026 untuk menyita barang bukti elektronik.
- Penyidikan ini terkait dugaan suap pengondisian audit BPK terhadap laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Muara Enim Tahun Anggaran 2025.
- Tersangka Augusz Dewanggara yang merupakan mantan staf ahli Bobby diduga berperan signifikan dalam pengondisian opini laporan keuangan tersebut.
SuaraSumsel.id - Mengapa nama Bobby Adhityo Rizaldi muncul dalam perkembangan penyidikan kasus dugaan suap pengondisian audit BPK terhadap Pemerintah Kabupaten Muara Enim? Pertanyaan itu mengemuka setelah rumah Anggota V Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI tersebut digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta pada Selasa (14/7/2026).
Penyidik mengamankan sejumlah barang bukti elektronik. KPK kemudian menyatakan tengah mendalami kemungkinan adanya peran signifikan dari pihak lain di luar lima orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Satu nama menjadi titik penting dalam konstruksi perkara tersebut: Augusz Dewanggara alias Angga.
Augusz merupakan pihak swasta yang telah ditetapkan sebagai salah satu dari lima tersangka kasus dugaan suap pengondisian hasil audit BPK terhadap Pemkab Muara Enim Tahun Anggaran 2025. Menurut KPK, Augusz diduga pernah menjadi staf ahli Bobby Rizaldi.
Namun, perlu ditegaskan, hubungan profesional pada masa lalu antara Augusz dan Bobby tidak dengan sendirinya membuktikan adanya keterlibatan Bobby dalam dugaan tindak pidana. Hingga perkembangan terakhir, KPK belum mengumumkan Bobby sebagai tersangka.
Lantas, apa sebenarnya hubungan antara Bobby Rizaldi, Augusz Dewanggara, dan kasus audit Muara Enim yang kini sedang diusut KPK?
Eks Staf Ahli Bobby Rizaldi Jadi Tersangka
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkap bahwa Augusz Dewanggara merupakan pihak swasta yang diduga pernah menjadi staf ahli Bobby Rizaldi. Augusz kini telah menyandang status tersangka bersama empat orang lainnya dalam kasus dugaan suap pengondisian hasil audit BPK terhadap Pemkab Muara Enim.
Empat tersangka lainnya adalah Bupati Muara Enim nonaktif Edison; Cory Erin Hardi; Direktur PT Millenium Solusi Abadi, Fika Nur Alawi; dan ASN BPK RI yang pernah menjadi Ketua Tim Pemeriksaan BPK Perwakilan Sumsel, Titin Rita Lestari.
Dalam perkembangan penyidikan, KPK menyatakan masih menelusuri kemungkinan adanya pihak lain di luar kelima tersangka tersebut yang memiliki peran signifikan. "Tentu penyidik akan mendalami apakah ada peran-peran signifikan dari pihak-pihak lain di luar lima orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata Budi Prasetyo.
Baca Juga: Bobby Adhityo Rizaldi, Mantan Ketua Golkar Sumsel yang Didalami KPK di Kasus Muara Enim
KPK belum mengungkap secara terperinci petunjuk yang sedang didalami terkait Bobby. Informasi tersebut masih menjadi materi penyidikan.
Karena itu, posisi Bobby harus ditempatkan secara proporsional: rumahnya telah digeledah dan perannya sedang didalami, tetapi ia belum diumumkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut.
Penggeledahan rumah Bobby menjadi perkembangan baru yang membuat namanya semakin menjadi perhatian dalam kasus audit Muara Enim. Menurut KPK, penggeledahan dilakukan bukan tanpa dasar. Penyidik disebut telah memiliki petunjuk dan keyakinan bahwa lokasi tersebut menyimpan bukti tambahan yang dibutuhkan dalam proses penyidikan.
"Penggeledahan yang dilakukan oleh penyidik tentunya berbasis pada petunjuk dan keyakinan penyidik bahwa lokasi-lokasi yang kemudian dilakukan penggeledahan diyakini ada bukti-bukti tambahan yang dibutuhkan," ujar Budi Prasetyo.
Budi mengatakan bukti tambahan tersebut berkaitan dengan proses maupun mekanisme audit BPK terhadap Pemerintah Kabupaten Muara Enim. "Dalam hal ini tentunya berkaitan dengan proses ataupun mekanisme audit yang dilakukan oleh BPK terhadap Pemerintah Kabupaten Muara Enim," katanya.
Dari kediaman Bobby, penyidik menyita sejumlah barang bukti elektronik. Barang-barang tersebut selanjutnya akan diekstrak untuk mencari informasi yang relevan dengan penyidikan. Namun, KPK belum membeberkan secara detail jenis perangkat elektronik yang disita ataupun informasi apa yang dicari dari barang bukti tersebut.
Tag
Berita Terkait
-
Bobby Adhityo Rizaldi, Mantan Ketua Golkar Sumsel yang Didalami KPK di Kasus Muara Enim
-
KPK Panggil Ibu Rumah Tangga Jadi Saksi Kasus Suap Audit BPK Muara Enim
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
12 Kali Raih WTP, Mengapa BPK Masih Minta Sumsel Benahi Sejumlah Hal?
-
Kasus BPK Sumsel: Mengapa KPK Belum Tetapkan Kabid BPK Sebagai Tersangka?
Terpopuler
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Kronologi Kader PDIP Musyafirin Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai Berujung Usulan Pemecatan
- 4 Shio Ini Diprediksi Panen Cuan dan Sukses Besar di Tahun Kambing Api 2027
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
DPRD Palembang Dorong Perda Karhutla, Cegah Lahan Terbakar Jadi Perumahan
-
Saling Sindir di TikTok Berujung Maut di OKI, 3 Orang Tewas, Polisi Tetapkan 2 Tersangka
-
Langit Palembang Sempat Cerah, Kabut Asap Kembali Pekat, BMKG Ungkap Faktor Pemicu
-
BRI Salurkan Kredit UMKM Rp1.235,4 Triliun, Dorong Ekonomi Inklusif
-
Jadwal Listrik Padam Palembang Pekan Ini, Cek Lokasi dan Jam Pemadaman