- Kasus dugaan pelecehan melibatkan oknum dosen Fakultas Hukum UMP kini memiliki dua korban yang buka suara.
- Dugaan pelecehan terjadi saat bimbingan skripsi di kantor hukum milik terduga pelaku, bukan di kampus.
- Korban kedua menuntut UMP segera mengambil tindakan tegas dan memberikan sanksi jika terbukti bersalah.
SuaraSumsel.id - Kasus dugaan pelecehan yang menyeret oknum dosen Fakultas Hukum di Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) semakin memanas. Setelah korban pertama melapor ke polisi, kini korban kedua angkat bicara dan membuka kronologi yang membuat publik kembali terkejut.
Berikut rangkuman fakta-fakta penting yang membuat kasus ini ramai diperbincangkan dan menyedot perhatian warganet
1. Bukan Satu, Kini Muncul Korban Kedua
Korban kedua akhirnya memberanikan diri bicara ke publik. Ia mengaku mengalami perlakuan tidak pantas dari dosen yang sama, memperkuat dugaan bahwa kasus ini bukan peristiwa tunggal.
2. Terjadi Saat Bimbingan Skripsi
Peristiwa dugaan pelecehan disebut terjadi ketika korban sedang menjalani bimbingan skripsi, momen yang seharusnya bersifat akademis dan profesional, bukan sebaliknya.
3. Lokasi di Kantor Hukum, Bukan di Kampus
Yang membuat publik tercengang, kejadian ini disebut berlangsung di kantor hukum milik terduga pelaku, bukan di lingkungan kampus. Kondisi ini membuat korban merasa tertekan dan tidak nyaman.
4. Modus Rayuan yang Bikin Merinding
Korban mengaku dirayu dengan kalimat bernada personal, bahkan dibandingkan dengan mantan kekasih terduga pelaku. Modus ini disebut membuat suasana berubah dari akademis menjadi tidak pantas.
5. Ada Kontak Fisik yang Tak Dikehendaki
Tak berhenti pada ucapan, korban kedua menyebut adanya kontak fisik yang membuatnya kaget dan langsung menjauh. Peristiwa ini meninggalkan trauma mendalam.
6. Kejadiannya Lebih Dulu dari Laporan Korban Pertama
Fakta penting lainnya, dugaan pelecehan terhadap korban kedua disebut terjadi lebih dulu, bahkan sebelum laporan korban pertama masuk ke polisi.
7. Korban Desak Kampus Bertindak Tegas
Baca Juga: 7 Fakta Mengejutkan Kepala Cabang Koperasi di Sumsel Diduga Gelapkan Rp 1,3 Miliar
Korban secara tegas meminta pihak kampus untuk segera mengganti dosen pembimbing, sekaligus menjamin keamanan dan kenyamanan mahasiswa dalam proses akademik. Ia juga mendesak agar kampus menjatuhkan sanksi tegas apabila dugaan pelecehan tersebut terbukti secara hukum.
Desakan ini tidak berdiri sendiri—banyak mahasiswa lain ikut menyuarakan kekhawatiran serupa, takut kasus ini menjadi preseden buruk dan berpotensi terulang jika tidak ditangani secara serius dan transparan.
Kenapa Kasus Ini Jadi Sorotan?
Kasus ini menyentuh isu sensitif karena:
1, Melibatkan relasi kuasa dosen–mahasiswa
2. Muncul lebih dari satu pengakuan korban
3. Menjadi ujian serius bagi kampus dalam melindungi mahasiswa
Tag
Berita Terkait
-
Terkuak! 7 Fakta Kasus Dugaan Pelecehan Oknum Dosen FH UMP yang Bikin Heboh
-
6 Fakta Dugaan Pelecehan Mahasiswi oleh Dosen UMP yang Kini Dilaporkan ke Polisi
-
Sudah Diperiksa 14 Saksi, Mengapa Kasus Pelecehan Mahasiswi UMP Belum Ada Tersangka?
-
Viral Mahasiswa UNSRI Lecehkan Pacar Teman Sendiri dengan Alasan Antar Galon ke Kos
-
Geger Penggelapan Dana PKMMB UMP! Mahasiswa Demo, Satu Orang Diamankan
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Detik-detik Polisi di OKU Ditusuk saat Gerebek Bandar Narkoba, Operasi Berubah Mencekam
-
Sumsel Siapkan Lompatan Ekonomi Baru lewat Task Force Investasi
-
Bukan Sekadar Kurban, Kilang Pertamina Plaju Hadirkan Kepedulian dan Kebersamaan untuk Warga
-
Batas Waktu Takbiran Idul Adha 2026, Sampai Kapan Takbir Masih Disunnahkan?
-
Doa Malam Idul Adha yang Dianjurkan Dibaca, Amalan Mustajab agar Hajat dan Rezeki Dimudahkan