- Mahasiswi Unsri, Sessi, terbantu efisiensi penelitian menggunakan ChatGPT 5.0, namun terhambat biaya langganan tinggi sebelumnya.
- Telkomsel berkolaborasi dengan OpenAI menghadirkan paket ChatGPT Go terjangkau, mengubah aksesibilitas AI bagi masyarakat.
- Akses AI yang lebih mudah diharapkan memperluas manfaat teknologi bagi mahasiswa dan pelaku UMKM di seluruh Indonesia.
SuaraSumsel.id - Malam itu, mata Sessi Anggraini memerah setelah berjam-jam menatap layar laptop. Di depannya terbuka jurnal ekonomi berbahasa Inggris yang harus ia pahami untuk menyusun tugas penelitian, tetapi pikirannya terasa buntu.
Sudah hampir satu tahun ia mengandalkan ChatGPT 5,0 untuk membantu memahami literatur akademik, mengurai teori yang rumit, hingga merapikan data penelitian. Teknologi itu membantunya bertahan di tengah tugas kampus, namun harga langganan Rp75.000 per bulan membuatnya beberapa kali harus berpikir dua kali, bahkan sesekali patungan dengan teman saat saldo e-wallet tidak cukup.
Malam itu ia kembali berada di titik yang sama. Tenggat waktu terus mendekat, sementara langganan ChatGPT sudah tidak aktif. Ia membuka aplikasi MyTelkomsel, awalnya hanya untuk membeli kuota, ketika ingatannya tertuju pada pemberitaan mengenai promo paket ChatGPT Go seharga Rp50.000. Angka itu terdengar seperti pintu besar menuju napas lega bagi seorang mahasiswa yang setiap hari bertarung dengan tuntutan akademik.
Ia mencari paket itu dengan penuh harapan. Menu promo, paket digital, kolom pencarian. Namun penawaran itu tidak muncul di nomornya. Sessi menutup aplikasi sambil menahan helaan kecewa.
“Andai semua mahasiswa bisa mendapat AI dengan harga terjangkau,” ucapnya pelan.
Meskipun belum berhasil mendapatkan promo itu, Sessi tetap menggunakan AI sebisanya. Ia mengunggah jurnal dalam format PDF, memasukkan tabel data, hingga mengirimkan grafik mata kuliah ekonomi manajerial untuk diminta analisis.
Proses yang sebelumnya menghabiskan waktu berjam-jam menjadi jauh lebih efisien. “Bukan untuk menghindari belajar, tapi supaya waktu yang ada dipakai untuk memahami,” katanya. Dengan bantuan AI, ia mampu menyelesaikan dua bab kajian pustaka dalam waktu yang sebelumnya hanya cukup untuk satu. Perlahan, tekanan belajar bergeser menjadi rasa percaya diri.
Kisah Sessi mencerminkan perubahan yang jauh lebih besar dari sekadar pemanfaatan teknologi. Kecerdasan buatan tidak lagi identik dengan sesuatu yang eksklusif dan mahal. Kolaborasi Telkomsel dan OpenAI menghadirkan peluang baru melalui paket bundling ChatGPT, menjadikan AI lebih dekat bagi pelajar, pekerja kreatif, dan pelaku UMKM.
Telkomsel memposisikan kolaborasi itu sebagai langkah memperluas akses kecerdasan buatan di Indonesia. Melalui konektivitas yang menjangkau lebih dari 98 persen populasi nasional, perusahaan berharap siapa pun di pusat kota maupun daerah pinggiran dapat memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja.
Baca Juga: Bank Sumsel Babel Night Run 2025 Berlangsung Meriah, Ribuan Peserta Padati JSC Malam Ini
Vice President Technology Strategy and Consumer Product Development Telkomsel, Ronald Limoa, menegaskan hal tersebut. “ChatGPT Go menjadi cara Telkomsel menghadirkan kecerdasan buatan yang lebih mudah diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia dengan harga yang terjangkau. Melalui kolaborasi Telkomsel dan OpenAI, kini teknologi AI dapat dinikmati oleh lebih banyak orang berkat konektivitas digital Telkomsel yang telah menjangkau lebih dari 98 persen populasi Indonesia,” ujarnya.
Di dunia kampus, perubahan mulai terlihat. Mahasiswa kini tidak lagi hanya berburu jurnal untuk difotokopi, tetapi berdiskusi mengenai cara menggunakan AI untuk mengolah data. Para dosen mengingatkan bahwa integritas akademik harus dijaga, tetapi mereka juga mengakui bahwa teknologi mempercepat proses belajar dan meningkatkan kualitas penelitian.
Sessi merasakan dampaknya langsung. Waktu yang dulu habis untuk menyunting dokumen kini dapat ia gunakan untuk menganalisis bacaan, menyusun argumen, dan merefleksikan pengetahuan.
Di balik rasa yang masih tersisa, ia menyimpan harapan sederhana. Teknologi, pikirnya, seharusnya menjadi jembatan bagi setiap mahasiswa yang ingin bertahan dan berkembang, bukan fasilitas eksklusif bagi mereka yang memiliki cukup uang.
Sessi kembali menatap layar laptop yang sama malam itu. Tugasnya belum selesai, tetapi pikirannya terus bekerja, bukan hanya untuk menyelesaikan jurnal, melainkan untuk memperjuangkan mimpi yang lebih besar. Pengetahuan seharusnya tidak memandang saldo e-wallet.
AI seharusnya menjadi ruang belajar yang terbuka, di mana setiap mahasiswa, dari latar ekonomi apa pun, bisa masuk. Dan mungkin, di masa depan, perubahan itu tidak akan dimulai dari peluncuran teknologi besar, tetapi dari hal paling sederhana: keinginan seorang mahasiswa untuk membuka ruang belajar tanpa batas hanya dengan Rp50.000.
Tag
Berita Terkait
-
Jangan Tunda Lagi Tukar Telkomsel Poin Sekarang dan Rasakan Hadiah Langsung!
-
Telkomsel Akselerasi Transformasi Digital di Sumbagsel, Produktivitas Masyarakat Kian Melesat
-
Red Outlet Community, Strategi Telkomsel Bikin Mitra di Sumbagsel Naik Kelas dan Makin Cuan
-
Kolaborasi Keren! SIMPATI x Othman Rilis Jaket Eksklusif Bonus Kuota 75 GB, Cuma Rp799 Ribu
-
Buruan Cek Aplikasimu! Telkomsel Bagi Kuota 20GB Rp50 Ribu Plus Bonus ShortMax & Viu
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Langkah Tegas PT Bukit Asam: Tutup Jalur PETI dan Lindungi Aset Negara
-
7 Bedak Padat dengan SPF untuk Perlindungan Ekstra dari Sinar Matahari
-
Viral Guru SMK di Jambi Dikeroyok Siswa, Acungkan Celurit Saat Keributan di Sekolah
-
Sempat Lapor Balik Mahasiswi, Dosen yang Diduga Lakukan Pelecehan Dinonaktifkan Kampus
-
Bukan Satu Orang, Perundungan PPDS Unsri Disebut Menimpa Satu Angkatan Mahasiswa