- Dugaan praktik *bullying* senior kepada junior PPDS Universitas Sriwijaya muncul akibat tekanan psikologis serius.
- Tekanan dialami junior diduga mencakup aspek verbal, psikologis, serta permintaan tanggung jawab finansial tidak relevan.
- Kasus ini memicu desakan publik terhadap kampus untuk investigasi independen dan pernyataan resmi segera.
SuaraSumsel.id - Dugaan praktik bullying senior ke junior kembali mencuat di lingkungan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Sriwijaya. Kasus ini menyita perhatian publik setelah beredar informasi bahwa seorang residen junior diduga mengalami tekanan psikologis berat hingga sempat muncul niat untuk mengakhiri hidupnya.
Informasi tersebut beredar luas di media sosial. Narasi yang berkembang menyebutkan, perundungan diduga terjadi di salah satu program spesialis, dengan pola relasi senior dan junior yang timpang dan menekan.
Dugaan ini memantik reaksi keras karena menyentuh aspek kesehatan mental di dunia pendidikan kedokteran yang dikenal memiliki beban akademik dan kerja tinggi.
Sejumlah sumber menyebutkan, tekanan yang dialami junior PPDS bukan hanya bersifat verbal, tetapi juga psikologis dan finansial. Dalam beberapa pengakuan yang beredar, junior diduga diminta menanggung berbagai kebutuhan yang tidak berkaitan langsung dengan proses pendidikan, sehingga memperberat kondisi mental dan ekonomi mereka.
Dugaan perundungan ini disebut berdampak serius. Salah satu junior PPDS dikabarkan mengalami krisis psikologis hingga muncul pikiran untuk mengakhiri hidup. Informasi tersebut disampaikan sebagai laporan dari pihak terkait dan pengakuan yang beredar, dan hingga kini belum ada pernyataan resmi dari institusi yang memastikan detail kasus secara menyeluruh.
Kasus ini juga memicu reaksi luas dari warganet. Sorotan menguat setelah akun media sosial resmi salah satu program PPDS di Unsri disebut menutup kolom komentar, yang dinilai publik sebagai langkah tidak transparan di tengah tuntutan klarifikasi. Sejumlah pihak mendesak agar kampus membuka ruang dialog dan memberikan penjelasan resmi.
Dari sisi masyarakat sipil, desakan agar dilakukan investigasi independen terus menguat. Publik meminta agar dugaan bullying di lingkungan pendidikan dokter spesialis ditangani secara serius, transparan, dan berkeadilan—baik untuk melindungi korban maupun memastikan lingkungan akademik yang sehat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Universitas Sriwijaya terkait dugaan perundungan tersebut. Publik menanti sikap institusi untuk melakukan penelusuran internal, memberikan pendampingan psikologis bagi pihak yang terdampak, serta memastikan bahwa proses pendidikan kedokteran berlangsung tanpa intimidasi.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa budaya senioritas yang tidak sehat dapat membawa dampak serius, bahkan mengancam keselamatan mental peserta didik. Transparansi, pengawasan, dan keberpihakan pada keselamatan mahasiswa menjadi kunci agar dunia pendidikan—terutama di bidang kesehatan—tetap menjunjung nilai kemanusiaan dan profesionalisme.
Baca Juga: Inflasi Sumsel Naik Jelang 2026, Ini 8 Fakta yang Perlu Diwaspadai Warga
Catatan Redaksi: Jika Anda atau orang di sekitar mengalami tekanan psikologis berat, segera cari bantuan profesional atau hubungi layanan kesehatan terdekat. Anda tidak sendirian.
Tag
Berita Terkait
-
Inflasi Sumsel Naik Jelang 2026, Ini 8 Fakta yang Perlu Diwaspadai Warga
-
Bukan Sekadar Ganti Baju! Ini Aturan Baru Seragam ASN 2026 yang Diterapkan di Sumsel
-
Jelang Detik-Detik Tahun Baru, 11 Daerah di Sumsel Berpotensi Hujan Lebat
-
Mulai Besok Berlaku, Sumsel Resmi Tutup Jalan Umum untuk Truk Batu Bara, Akankah Dipatuhi?
-
Mengapa Warga Sumsel Mudah Tertipu? Kerugian Penipuan Online Tembus Rp100 Miliar di 2025
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Kabut Asap Palembang Ganggu Penerbangan, 15 Pesawat Terdampak saat Jarak Pandang 400 Meter
-
Wamen LH Minta Perusahaan Bangun Infrastruktur Air untuk Cegah Karhutla Sumsel
-
Wisuda ke-8 USS, 109 Lulusan Ditantang Bawa Dampak bagi Masyarakat dan Dunia Kerja
-
12 Perusahaan di Sumsel Disegel KLH Terkait Karhutla, Sampel Diuji untuk Tentukan Sanksi
-
Pemprov Sumsel Janji Pulihkan Lahan Bekas Karhutla dengan Bibit, Bagaimana Mekanismenya?