- Berkas perkara dugaan TPPU mantan rektor Universitas Bina Darma Palembang senilai Rp38 miliar telah dilimpahkan ke Kejati Sumsel.
- Pelimpahan ini menandai berakhirnya tahap penyidikan dan memasuki fase penelitian jaksa sebelum keputusan penuntutan.
- Kuasa hukum pelapor berharap proses hukum berjalan transparan, sementara pihak terlapor siap menggunakan hak hukumnya.
SuaraSumsel.id - Penanganan perkara dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) senilai Rp38 miliar yang menyeret mantan rektor Universitas Bina Darma Palembang memasuki fase baru. Berkas perkara resmi dilimpahkan ke jaksa dan kini ditangani Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan untuk diteliti sebelum diputuskan naik ke tahap penuntutan atau belum.
Pelimpahan ini menandai berakhirnya tahap penyidikan dan menjadi pintu awal bagi kemungkinan persidangan terbuka di pengadilan.
Kuasa hukum pelapor, M. Novel Suwa, SH, MM, MSi, menyebut pelimpahan berkas ke jaksa sebagai babak penentuan dalam perkara yang telah berjalan panjang tersebut. “Dengan dilimpahkannya berkas ke Kejati Sumsel, kami berharap proses hukum berjalan transparan dan objektif. Ini menunjukkan perkara serius dan memiliki nilai kerugian yang tidak kecil,” kata Novel.
Ia menegaskan, kliennya menaruh harapan besar agar perkara ini segera diuji di persidangan agar terang-benderang di hadapan publik.
Melansir sumselupdate.com-jaringan Suara.com, Penasihat hukum pihak terlapor, Reinhard Richard A. Wattimena, SH, membenarkan adanya pelimpahan berkas, namun menegaskan pihaknya belum menganggap perkara ini final. “Kami menghormati proses hukum, tetapi tetap akan menggunakan hak hukum klien kami. Prinsip praduga tak bersalah harus dikedepankan,” ujarnya.
Reinhard juga menyebut pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah hukum lanjutan jika ditemukan keberatan terhadap substansi perkara.
Perkara ini bermula dari laporan terkait dugaan aliran dan pengelolaan dana yang diklaim menimbulkan kerugian hingga Rp38 miliar. Nilai tersebut membuat kasus ini menjadi sorotan luas, terlebih karena melibatkan pimpinan institusi pendidikan tinggi yang seharusnya menjadi teladan tata kelola dan integritas.
Kajati Sumsel Ketut Sumedana yang dikonfirmasi tidak memberikan penjelasan merinci Terkait perkara. “Saya tidak monitor terkait itu, sebab teknis coba ke kasi penkum atau aspidum,” ucapny
Baca Juga: Bank Sumsel Babel Dampingi ASN Siapkan Masa Purna Tugas yang Sejahtera
Berita Terkait
-
Drama Hukum UBD Palembang: Eksepsi Rp38 Miliar Diterima Hakim, Tunda Penahanan
-
Skandal Rp38 Miliar? Rektor Bina Darma Diganti Usai Dua Petinggi Ditahan
-
Skandal Dana Rp38 Miliar? Dua Petinggi Bina Darma Palembang Resmi Ditahan
-
Skandal Kampus Palembang 2025: Bina Darma, UKB, dan PGRI Terbelit Masalah Serius
-
ASN Kemenkeu Terseret Kasus TPPU Rp38 Miliar Universitas Bina Darma Palembang
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
Terkini
-
Festival Lahan Basah Pertama di Indonesia Hadir dari Tempirai, Merawat Tradisi yang Hampir Hilang
-
Dekat dengan Umat, Bank Sumsel Babel Salurkan Dukungan untuk Pengembangan Fasilitas Keagamaan
-
Jelang Idul Adha, PTBA Gelar Pelatihan Penyembelihan Kurban Agar Sesuai Syariat
-
DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi
-
Korban Anak dalam Tragedi Bus ALS di Muratara Masih Sulit Diidentifikasi