- Ratusan jamaah umrah mengalami kecemasan parah akibat terjebak macet selama hampir enam jam di Liku Endikat, perbatasan Pagaralam–Lahat.
- Kemacetan terjadi karena sebuah truk material pembangunan sekolah gagal menanjak, menutup total jalur utama yang dilalui puluhan bus rombongan.
- Jamaah sempat panik karena jadwal pesawat terancam, ditambah penanganan di lokasi dinilai lambat dan minim koordinasi petugas lapangan.
SuaraSumsel.id - Ratusan jamaah umrah mengalami momen yang tak pernah mereka bayangkan yakni perjalanan penuh harapan menuju Tanah Suci berubah menjadi detik-detik penuh kecemasan setelah rombongan terjebak kemacetan hampir enam jam di kawasan Liku Endikat, perbatasan Pagaralam–Lahat.
Macet panjang itu terjadi setelah sebuah truk pengangkut material pembangunan Sekolah Taruna Nusantara gagal menanjak dan menghentikan seluruh arus kendaraan. Jalur utama yang tertutup total membuat puluhan bus yang membawa jamaah tidak bisa bergerak sedikit pun. Ketegangan pun mulai terasa ketika waktu keberangkatan pesawat semakin dekat.
Di dalam bus, kecemasan memuncak. Setiap menit yang lewat bukan hanya soal jadwal perjalanan, tetapi harapan ibadah yang telah dipersiapkan berbulan-bulan. Banyak jamaah mulai menangis, memegang paspor dan perlengkapan, takut mereka tidak akan sempat sampai ke bandara tepat waktu.
Melansir sumselupdate.com-jaringan Suara.com, Nando, salah seorang jamaah, tak mampu menyembunyikan kekecewaannya.
Menurutnya, penanganan di lokasi sangat lambat dan membuat situasi semakin menegangkan. Ia mengatakan tidak ada koordinasi yang jelas dari petugas di lapangan terkait proses evakuasi dan pembukaan jalur.
“Orang sudah panik karena mengejar pesawat, tapi tidak ada kejelasan kapan jalan dibuka,” keluhnya.
Beberapa jamaah bahkan sempat mempertimbangkan turun dari bus dan mencari alternatif transportasi agar bisa berpindah jalur, namun kondisi jalan pegunungan benar-benar tidak memungkinkan. Ketidakpastian itu membuat situasi makin emosional, terutama bagi lansia yang turut dalam rombongan.
Meski akhirnya bus berhasil kembali bergerak dan jamaah bisa tiba di bandara dengan waktu yang sangat mepet, peristiwa ini meninggalkan trauma tersendiri. Mereka berharap insiden serupa tidak terulang dan ada langkah nyata agar titik rawan seperti Liku Endikat tidak terus menjadi ancaman perjalanan masyarakat.
Bagi banyak jamaah, perjalanan umrah bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi perjalanan spiritual. Karena itu, apa pun yang menghalangi perjalanan ibadah khususnya akibat kelalaian manajemen lalu lintas dan minimnya antisipasi terasa sangat menyakitkan.
Baca Juga: Sumsel Terancam Hujan Lebat 5 Hari ke Depan, BMKG: Banjir hingga Angin Kencang Perlu Diwaspadai
Insiden ini menjadi pengingat bahwa kesalahan koordinasi dan keterlambatan penanganan di satu titik jalan bisa berdampak besar bagi ribuan orang. Pertanyaannya sekarang: apakah pengalaman pahit jamaah ini akan menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah dan pihak terkait? Masyarakat tentu menunggu langkah nyata, agar jalan menuju Tanah Suci tak lagi dipenuhi ketegangan dan air mata.
Berita Terkait
-
Bank Sumsel Babel Gelar Lelang Serentak Bareng KPKNL Lahat untuk Tata Kelola Aset Transparan
-
Viral Pengunjung Kaget Ditagih Rp600 Ribu saat Belanja di Warung Gunung Dempo
-
Tragedi Briptu Farras: Saat Operasi Narkoba Berujung Nyawa, Tiga Perwira Disanksi
-
Gempa 2,1 SR di Pagaralam: Meski Ringan, Kenapa Getaran Tetap Terasa?
-
Sadis! Jagal Kucing Pagar Alam Samarkan Bau Daging dengan Daun Jeruk agar Terlihat Kambing
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Dukung Mudik Aman 2026, BRI Berangkatkan 175 Bus Gratis Bagi Pemudik
-
Bank Sumsel Babel Ingatkan Bahaya File APK, Modus Penipuan Digital Kian Marak
-
Jadwal Imsak Palembang Rabu 11 Maret 2026, Jangan Sampai Terlewat Sahur
-
6 Fakta Ilyas Panji Alam, Wakil Ketua DPRD Sumsel dari PDIP Disorot soal Meja Biliar Ratusan Juta
-
Viral Meja Biliar Rp335 Juta di Rumdin DPRD Sumsel, Harta Wakil Ketua DPRD Tembus Rp9,5 Miliar