- Gempa dangkal magnitudo 2,1 mengguncang Pagaralam dini hari. Meski kecil, getaran terasa karena pusat gempa dekat permukaan dan kota.
- BMKG pastikan gempa tidak berpotensi tsunami atau kerusakan, namun warga diimbau tetap waspada dan hanya percaya pada informasi resmi.
- Pagaralam berada di jalur tektonik aktif Bukit Barisan, sehingga gempa kecil seperti ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat.
SuaraSumsel.id - Suasana dini hari yang tenang di Kota Pagaralam, Minggu (14/9/2025), mendadak terusik oleh getaran gempa bumi tektonik.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, gempa berkekuatan magnitudo 2,1 terjadi pada pukul 04.25 WIB dengan episenter sekitar 7 kilometer barat daya Pagaralam, tepatnya di koordinat 4,07 Lintang Selatan dan 103,17 Bujur Timur.
Dengan kedalaman sekitar 5 kilometer, gempa ini dikategorikan sebagai gempa dangkal. Meski tidak berpotensi menimbulkan kerusakan, kejadian ini cukup membuat warga sekitar terkejut dan waspada.
Menurut BMKG, gempa berkekuatan kecil seperti ini umumnya tidak menimbulkan dampak berarti. Namun, faktor kedalaman yang dangkal membuat getaran tetap bisa terasa meskipun magnitudonya rendah.
Semakin dangkal pusat gempa, energi yang dilepaskan ke permukaan akan semakin cepat dirasakan. Ditambah lagi dengan jarak episenter yang sangat dekat dari pusat kota, getaran ringan itu bisa menimbulkan kesan “nyata” bagi sebagian warga yang kebetulan sedang terjaga. Fenomena ini sekaligus menjadi pengingat bahwa gempa tidak harus selalu besar untuk bisa dirasakan.
Sejauh ini, tidak ada laporan kerusakan bangunan ataupun korban jiwa akibat gempa tersebut. BMKG memastikan gempa tersebut tidak memicu potensi tsunami.
Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada dan tidak mudah terprovokasi informasi yang tidak jelas sumbernya. BMKG menegaskan, segala informasi resmi hanya dapat dipastikan melalui kanal resmi seperti aplikasi BMKG, situs web, maupun akun media sosial terverifikasi. Langkah ini penting untuk mencegah kepanikan akibat beredarnya isu atau kabar bohong yang sering kali muncul setiap kali terjadi gempa.
Secara ilmiah, wilayah Sumatera Selatan, termasuk Pagaralam, memang tidak bisa dilepaskan dari aktivitas tektonik. Pagaralam berada di kaki Bukit Barisan, jalur yang dikenal aktif secara geologi karena pertemuan lempeng tektonik besar di wilayah barat Sumatra.
Meski sebagian besar gempa di kawasan ini berkekuatan rendah, kejadian gempa kecil secara berulang merupakan indikasi adanya akumulasi energi di dalam bumi yang sewaktu-waktu bisa dilepaskan dalam bentuk gempa lebih besar. Karena itu, gempa berkekuatan 2,1 SR ini bisa dianggap sebagai bagian dari dinamika alam yang patut diperhatikan meski tidak berbahaya.
Baca Juga: Saksikan Kisah Tunggu Tubang di UIN Raden Fatah Palembang: Film, Foto, dan Diskusi Publik
Peristiwa dini hari ini juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi gempa, baik yang kecil maupun besar. Beberapa langkah sederhana dapat dilakukan, mulai dari memastikan kondisi rumah memiliki struktur bangunan yang kuat, menyiapkan jalur evakuasi keluarga, hingga memahami prosedur “drop, cover, and hold on” ketika terjadi guncangan. Dengan langkah sederhana seperti ini, warga dapat lebih tenang dan siap menghadapi kemungkinan gempa di masa depan.
Dengan demikian, meski gempa kali ini hanya berkekuatan 2,1 SR dan tidak menimbulkan kerusakan, kejadian tersebut tetap menjadi alarm alami bahwa bumi di sekitar kita terus bergerak.
Kesadaran dan kesiapsiagaan menjadi kunci utama agar masyarakat tetap aman, tenang, dan tidak panik setiap kali gempa bumi datang mengetuk bumi Pagaralam.
Berita Terkait
-
Saksikan Kisah Tunggu Tubang di UIN Raden Fatah Palembang: Film, Foto, dan Diskusi Publik
-
PT Sele Raya Belida Kantongi Temuan Migas Signifikan di Muara Enim
-
Sumsel Dipuji Ketum KORPRI Nasional: Tuan Rumah PORNAS XVII 2025 yang Paling Siap
-
Selebgram Palembang Disiksa dan Diancam Anak Pengusaha Sawit Sumsel, Kasusnya Bikin Geger
-
Mau Lapor Masalah? Gunakan SP4N-LAPOR! Pemprov Sumsel Janji Tindak Cepat Aduan Warga
Terpopuler
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Tak Disetop Polisi, Pelanggar Lalu Lintas di Palembang Kini Ditilang Pakai Kamera Genggam
-
7 Bidah dan Amalan Keliru Saat Nisfu Syaban Menurut Penjelasan Ulama
-
Niat Puasa Ayyamul Bidh Nisfu Syaban: Kapan Dibaca dan Bolehkah Digabung Niat?
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Setelah Nyaris Rp18 Juta per Suku, Harga Emas Anjlok Rp800 Ribu: Gelembung Sesaat?