- Medco E&P dan SKK Migas Sumbagsel mengadakan Media Edukasi 2025 untuk memperkuat kolaborasi dengan jurnalis Sumatera Selatan.
- Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas informasi publik mengenai operasi industri hulu migas untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
- Acara tersebut sekaligus menjadi ajang penghargaan bagi jurnalis yang konsisten mengangkat isu energi secara akurat dan konstruktif.
SuaraSumsel.id - Industri hulu migas bukan hanya soal teknologi, sumur, dan pasokan energi. Di balik seluruh operasinya, ada satu elemen yang tak kalah penting: kepercayaan publik. Melalui kegiatan Media Edukasi 2025 yang digelar oleh Medco E&P Indonesia bersama Medco E&P Grissik Ltd. dan SKK Migas Sumbagsel, kolaborasi antara industri migas dan jurnalis kembali diperkuat sebagai langkah strategis menghadapi tantangan informasi di era digital.
Kegiatan ini diikuti jurnalis dari delapan kabupaten dan kota di Sumatera Selatan. Selain menjadi ruang diskusi mengenai isu-isu strategis sektor energi, kegiatan ini juga menjadi ajang penghargaan bagi pemenang Lomba Jurnalistik Industri Hulu Migas 2025, sebagai bentuk apresiasi kepada insan pers yang konsisten mengangkat isu energi secara akurat dan konstruktif.
Senior Manager Communication Medco E&P, Leony Lervyn, menegaskan bahwa kualitas informasi kini menjadi kunci utama stabilitas industri. Di tengah derasnya arus hoaks dan misinformasi, jurnalis dinilai berperan menjaga kepercayaan masyarakat dan menciptakan narasi yang proporsional tentang keberlangsungan energi nasional.
“Jurnalis adalah mitra strategis bagi Medco E&P. Pemberitaan yang akurat dan berimbang bukan hanya memberi edukasi kepada publik, tetapi juga membantu menjaga ketahanan energi nasional melalui kepercayaan masyarakat terhadap operasi migas,” kata Leony dalam keterangan persnya.
Pesan serupa disampaikan Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel, Syafei, yang menekankan bahwa komunikasi yang baik dengan media tidak hanya berdampak pada citra perusahaan, tetapi langsung berpengaruh pada keberlanjutan operasi lapangan. Menurutnya, dalam wilayah operasi seperti Sumatera Selatan, penerimaan masyarakat sangat ditentukan oleh informasi yang mereka terima di ruang publik.
“Liputan media yang faktual dan kontekstual membantu publik memahami manfaat industri migas bagi daerah. Komunikasi yang baik menjaga stabilitas operasi, menciptakan iklim investasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi dari hulu hingga ke tingkat lokal,” ujar Syafei.
Kegiatan Media Edukasi tahun ini juga menghadirkan pakar media Dr. Makroen Sanjaya, yang membahas peran integritas jurnalis di tengah gempuran informasi digital dan tekanan algoritma media sosial. Ia mengingatkan bahwa media yang bertanggung jawab adalah fondasi informasi publik yang sehat.
Melalui kegiatan ini, Medco E&P dan SKK Migas Sumbagsel berharap hubungan sinergis dengan jurnalis semakin kuat. Tujuannya agar pemberitaan mengenai operasi, keselamatan, kontribusi sosial, dan dampak ekonomi industri hulu migas dapat tersampaikan ke masyarakat secara objektif, transparan, dan membangun.
Dengan keterbukaan informasi, edukasi berkelanjutan, dan kehadiran media yang kredibel, industri hulu migas di Sumatera Selatan diharapkan dapat terus tumbuh sebagai sektor strategis yang bermanfaat bagi daerah dan bangsa.
Baca Juga: Ketika Akar Kembali Menguat: Harapan Sungsang IV yang Bertumbuh Bersama Medco
Tag
Berita Terkait
-
Ketika Akar Kembali Menguat: Harapan Sungsang IV yang Bertumbuh Bersama Medco
-
Ketika Hulu Migas Menanam Pengetahuan, dan Dari Daun Kecil Tumbuh Kesehatan Desa
-
Naik Jadi 68.391 Barel per Hari, Produksi Minyak Sumbagsel Pecahkan Rekor 2025
-
SKK Migas & Pemkab Muba Perkuat Sinergi Hulu Migas, Dongkrak Ekonomi Daerah
-
SKN New Train: Proyek Gas Terbesar di Sumsel yang Bakal Jadi Andalan Energi Nasional
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla
-
Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB
-
PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba
-
438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?
-
Edison Didakwa Terima Rp4,67 Miliar dalam Kasus Smart Board, Jaksa Ungkap Dugaan Transaksi Bertahap