- Viralitas hilangnya tumbler Tuku menarik perhatian publik terhadap harga merchandise kopi lokal tersebut.
- Harga resmi tumbler Tuku berkisar dari Rp65.000 hingga mencapai Rp450.000 tergantung jenis.
- Kasus kehilangan ini memicu lonjakan pembelian merchandise Tuku karena faktor rasa penasaran dan *hype*.
SuaraSumsel.id - Drama hilangnya tumbler Tuku milik seorang penumpang KRL beberapa hari terakhir berhasil menyita perhatian publik. Unggahan pemilik tumbler yang menyebut barangnya hilang di kereta membuat warganet ramai membahas peristiwa ini, hingga berujung pada permintaan maaf dan klarifikasi soal status petugas KAI yang sempat dituduh terkena pemecatan.
Namun ada hal menarik lainnya dari fenomena ini: rasa penasaran besar publik mengenai harga tumbler Tuku. Banyak warganet baru menyadari bahwa merchandise kedai kopi lokal tersebut ternyata memiliki rentang harga cukup tinggi dan bahkan dijual sampai ratusan ribu rupiah.
Berdasarkan daftar harga resmi merchandise yang dirangkum, tumbler Tuku dijual mulai dari Rp65.000 hingga Rp450.000, tergantung ukuran, bahan, dan jenis edisi. Varian paling terjangkau adalah botol plastik BPA-Free 600 ml yang dibanderol Rp65.000 .
Untuk jenis berbahan stainless steel, harganya melonjak signifikan. Tumbler stainless 350 ml tanpa handle dihargai Rp200.000, sedangkan 350 ml dengan handle dibanderol Rp225.000 . Ada juga tumbler stainless 650 ml ber-handle yang dipasarkan seharga Rp250.000 .
Bagi penggemar edisi spesial, Tuku9 menjadi pilihan populer dengan harga Rp199.000 . Sementara varian kolaborasi bersama jenama kreatif dilepas dengan harga lebih tinggi — seperti Tuku × Chalo Lab 780 ml yang dijual Rp450.000, serta Tuku × Chako Lab 1.150 ml yang dipatok Rp350.000 .
Lonjakan minat terhadap tumbler ini pun langsung terjadi setelah kasus kehilangan viral. Banyak orang mengaku membeli bukan hanya karena fungsi, melainkan rasa penasaran dan hype media sosial. Fenomena ini menjadi bukti kuat bahwa Tuku telah berhasil membangun kedekatan emosional dengan pelanggannya — di mana sebuah merchandise sederhana mampu memiliki nilai simbolik, bahkan menjadi topik nasional hanya karena hilang.
Di tengah tingginya atensi publik terhadap isu ini, tren pembelian merchandise brand kopi diprediksi akan semakin meningkat. Kasus tumbler Tuku memperlihatkan bahwa loyalitas konsumen di era digital dapat membentuk identitas gaya hidup baru, di mana sebuah botol minum tidak hanya soal fungsi, tetapi juga ekspresi preferensi dan keanggotaan budaya urban.
Tag
Berita Terkait
-
Viral Murid SD di Palembang Kuras Banjir di Dalam Kelas Demi Bisa Belajar, Publik Ikut Prihatin
-
Update Terbaru! Kasus Lift Hotel Airish Palembang yang Anjlok saat Resepsi Kini Viral Lagi
-
Cek Fakta: Viral Video Cak Imin Bicara Pemutihan Utang BPJS, Benarkah?
-
Cek Fakta: Viral Isu Menkeu Purbaya Curiga Permainan Bunga Rp285,6 Triliun Bikin TPG Telat
-
Cek Fakta: Video Menkeu Purbaya Bongkar Kerugian BUMN Viral, Faktanya Begini
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Tangisan dari Semak Bikin Geger, Bayi Baru Lahir Ditemukan di Pinggir Jalan Empat Lawang
-
Bupati OKU Teddy Meilwansyah Mengaku Tak Ikuti Detail APBD, Ini yang Terungkap di Sidang Pokir DPRD
-
Viral Rombongan Komisaris PT Pusri di Jalan Ekstrem, Kenapa Isu Keselamatan Jadi Sorotan Publik?
-
5 Tempat Olahraga Pagi di Palembang yang Nyaman untuk Jogging dan Jalan Santai, Meski Tanpa CFD
-
Tetap Mau CFD, Tapi Jangan Bikin Sengsara: Suara Warga Palembang Soal Jembatan Ampera Ditutup