-
Video yang mengatasnamakan Menkeu Purbaya “akan bongkar kerugian BUMN” terbukti hoaks.
-
Fakta: rekayasa AI dan video asli adalah wawancara biasa di YouTube Sekretariat Presiden.
-
Publik menaruh pertanyaan besar: siapa di balik pembuatan dan penyebaran video tersebut?
SuaraSumsel.id - Sebuah video yang mengatasnamakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan narasi “akan membongkar penyebab kerugian BUMN” mendadak viral di media sosial. Namun, pemeriksaan fakta oleh Mafindo/TurnBackHoax menyimpulkan bahwa video tersebut adalah rekayasa berbasis kecerdasan buatan (AI)—bukan pernyataan resmi dari Menkeu.
Unggahan Facebook dengan nama akun “Aulia Putri Najwa” pada 10 Oktober 2025 menampilkan video tersebut dan mengklaim bahwa “rakyat bayar listrik, rakyat beli bensin, tapi BUMN rugi” dan Menkeu pun “akan bongkar semuanya”.
Akun Facebook “Aulia Putri Najwa” pada Senin (10/10/2025) membagikan video [arsip] dengan narasi:
“RAKYAT GA PERNAH HUTANG LISTRIK TAPI PLN RUGI RAKYAT BELI TIKET PESAWAT CASH TAPI GARUDA RUGI RAKYAT BELI BENSIN CASH TAPI PERTAMINA RUGI DETIK INI JUGA SAYA AKAN BONGKAR SEMUANYA”
Unggahan disertai takarir:
“Selamat pagi pak pur
Banyak Para pejabat negara Buang amanah Rakyatnya”
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menemukan video serupa dibagikan oleh akun Instagram “medancyber_official” dan “faraz_channel”.
Per Sabtu (15/11/2025), konten tersebut telah mendapat lebih dari 5.800-an tanda suka, menuai 351 komentar dan dibagikan ulang sebanyak 373 kali.
Baca Juga: Cek Fakta: Viral Isu Purbaya Jebloskan Luhut ke Penjara, Begini Faktanya!
Namun pemeriksa fakta menemukan beberapa hal mencurigakan:
Gerakan mulut Menkeu dalam video tidak sinkron dengan suara yang diunggah, indikasi video hasil rekayasa AI. Turnback Hoax
Video asli berasal dari kanal YouTube resmi Sekretariat Presiden, tanggal 10 September 2025, bukan momen “bongkar kerugian BUMN”. Turnback Hoax
Tidak ada pernyataan resmi yang mengonfirmasi klaim “Menkeu Purbaya akan bongkar kerugian BUMN”. Turnback Hoax
Publik kemudian menanggapi dengan dua reaksi utama:
Keraguan terhadap siapa yang mengunggah video dan apa motivasi di baliknya.
Kekhawatiran bahwa hoaks seperti ini bisa menimbulkan keresahan, terutama dalam sektor keuangan negara dan BUMN.
Kasus ini kembali mengingatkan bahwa dalam era AI dan deepfake, siapa pun bisa membuat video meniru pejabat publik, dan publik harus semakin waspada. Pemeriksaan fakta menjadi kunci untuk menjaga kredibilitas media, menjaga kepercayaan publik, dan mencegah disinformasi yang bisa memicu instabilitas.
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Viral Isu Purbaya Jebloskan Luhut ke Penjara, Begini Faktanya!
-
Cek Fakta: Viral Isu Muhammad Qodari Usulkan Gibran Jadi Pahlawan Nasional, Benarkah?
-
Cek Fakta: Viral Video Tuduh Megawati Sebut Korupsi Bukan Pelanggaran HAM, Benarkah?
-
Cek Fakta: Viral Video Dosen Mengundurkan Diri karena Uang dari Situs Judul, Benarkah?
-
Cek Fakta: Viral Isu Luhut Ancam Rakyat Ikut Bayar Utang Kereta Cepat Whoosh, Ini Faktanya
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
Terkini
-
Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai
-
Pit Stop Tahap II 2026 Rampung, Kilang Plaju Perkuat Keandalan dan Ekonomi Lokal
-
BRI DPLK: Cara Siapkan Dana Pensiun Sejak Usia Produktif
-
5 Jurnalis Hilang di Krakatau, Jurnalis Sumsel Gelar Doa dan Ingatkan Pesan Saling Jaga
-
ISPU Palembang Belum Stabil, Kapan Anak TK-SMP Boleh Kembali ke Sekolah?