-
Pemerintah melegalkan ladang minyak rakyat melalui Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025.
-
Kebijakan ini bertujuan menutup kebocoran pendapatan negara dan meningkatkan produksi energi nasional.
-
Rakyat di Sumatera Selatan menyambut legalisasi ini sebagai langkah menuju swasembada energi.
SuaraSumsel.id - Indonesia terus melangkah menuju kemandirian energi. Swasembada bukan lagi sekadar jargon, melainkan cita-cita yang kini mulai berdenyut dari tanah rakyat sendiri.
“Sumber daya alam kita yang begitu besar harus kita kelola sebaik-baiknya untuk kepentingan rakyat, bangsa, dan negara,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dalam acara Minerba Convex 2025, belum lama ini.
Di forum itu, Bahlil menegaskan bahwa energi juga soal kedaulatan rakyat, mulai dari mereka yang menjaga sumur, menyalakan mesin, dan menyalakan nyala negeri dari desa-desa kecil di penjuru nusantara.
Langkah kaki pria berusia kepala enam itu masih tegap menjejak tanah merah di tepian Desa Sungai Lilin, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Di bawah terik matahari yang menyengat, Zen- begitu ia disapa, menunduk memeriksa pipa-pipa besi yang menjulur dari perut bumi.
Asap hitam mengepul dari drum bekas di sisi ladang minyak rakyat peninggalan 1970-an. Di sinilah, di antara suara diesel dan bau minyak mentah yang menyengat, hidupnya berputar selama beberapa tahun lalu.
“Main minyak itu ibarat berjudi,” ujarnya sambil menyeka keringat dengan handuk lusuh.
“Kadang menang, kadang habis modal,” sambungnya.
Sejak 2017, Zen terjun ke dunia yang disebut warga setempat sebagai main minyak—istilah bagi orang-orang yang berinvestasi di pengeboran rakyat. Ia pernah “menang” besar ketika minyak keluar deras dan mobil tangki bergantian mengangkut hasil bumi dari kedalaman puluhan meter.
Namun lebih sering ia “kalah”, setelah menghabiskan uang hingga Rp300 juta dan hanya menikmati hasil selama tiga hari. “Pernah seminggu penuh angkut minyak, tapi habis itu kering total. Tidak keluar lagi. Jadi ya, kalau dihitung-hitung, masih kalah,” ujarnya dengan tawa getir.
Baca Juga: 5 Inspirasi dari Puncak HUT ke-68 Bank Sumsel Babel: Wujudkan Semangat Change to Accelerate
Fenomena seperti Zen bukan cerita baru. Di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) seperti di wilayah Babat Toman, hingga Bayung Lencir, ladang-ladang minyak rakyat menjadi sumber penghidupan warga. Mereka bukan pengusaha besar, melainkan warga biasa yang berupaya bertahan di tengah mahalnya harga hidup.
Namun di balik denyut ekonomi rakyat itu, tersimpan potensi besar yang selama ini mengalir di luar kendali. Data Dinas Eenergi Sumber Daya Mineral (ESDM), Sumatera Selatan mencatat ada sekitar 20 ribu sumur yang dikelola oleh rakyat, tersebar di beberapa kabupaten.
Di Musi Banyuasin merupakan kabupaten dengan jumlah sumur rakyat paling besar di Sumatera Selatan (Sumsel).
Kepala Bidang Energi Dinas ESDM Sumatera Selatan Dr. Aryansyah, ST., MT juga sempat memperkirakan potensi kehilangan akibat aktivitas pengeboran tanpa izin bisa mencapai puluhan ribu barel per hari.
“Kalau dihitung secara kasar, mungkin sekitar 21 ribu barel per hari tidak tercatat dalam lifting,” ujarnya hati-hati.
“Jika setiap barel dihargai sekitar dua juta rupiah, artinya ada potensi kerugian sekitar tiga hingga empat triliun rupiah per hari bagi negara,” katanya sembari menegaskan, angka itu bukan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai gambaran potensi ekonomi yang “mengalir di bawah radar.”
Tag
Berita Terkait
-
Naik Jadi 68.391 Barel per Hari, Produksi Minyak Sumbagsel Pecahkan Rekor 2025
-
Bayar Pajak di Muba Kini Semudah Klik! Pemkab Gandeng Bank Sumsel Babel Ciptakan Sistem Digital
-
Klasemen Porprov XV Sumsel Berubah Drastis! Dua Emas Muba Resmi Dicabut
-
Jangan Senang Dulu! Begini 3 Syarat Ketat Bahlil Jika Sumur Minyak Ilegal Mau Dilegalkan
-
Bahlil: Sumur Minyak Rakyat Dapat Izin Operasi Paling Lambat November 2025
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Promo HUT RI di Wyndham Opi Hotel Palembang, Menginap Dapat Sajian Spesial dan Mooncake Eksklusif
-
Bersama Danantara, BRImo Tembus 49,7 Juta Pengguna dengan Transaksi Rp4.166 Triliun
-
Warga Diminta Urunan, Proposal HUT RI Rp76,2 Juta di Kecamatan IT I Palembang Viral