-
Ratusan petani Desa Tanjung Baru berunjuk rasa di kantor Bupati Ogan Ilir menuntut pengembalian lahan.
-
Massa menilai HGU PT Gembala Sriwijaya sudah habis sejak 2024 tetapi lahan masih dikuasai perusahaan.
-
Pemkab Ogan Ilir diminta segera mengambil langkah tegas menyelesaikan sengketa lahan tersebut.
SuaraSumsel.id - Suasana di halaman kantor Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Ogan Ilir mendadak tegang, Senin (3/11/2025).
Ratusan petani asal Desa Tanjung Baru, Kecamatan Indralaya Utara, mendatangi kantor bupati sambil berorasi menuntut pengembalian lahan yang kini dikuasai PT Gembala Sriwijaya.
Para petani menilai, perusahaan tersebut sudah tidak lagi memiliki hak sah atas lahan karena masa Hak Guna Usaha (HGU)-nya diduga habis sejak 2024 lalu.
Dengan membawa spanduk dan poster bertuliskan “HGU Sudah Habis, Kembalikan Tanah Kami”, massa petan berbaris di depan gerbang kantor bupati. Sebagian dari mereka bahkan mencoba masuk ke halaman kantor sebelum dihadang puluhan anggota Satpol PP.
Perwakilan warga, mengatakan bahwa lahan yang kini dikuasai PT Gembala Sriwijaya adalah tanah turun-temurun milik warga Desa Tanjung Baru.
Ia menambahkan, para petani sudah berkali-kali meminta mediasi ke Pemkab Ogan Ilir, namun hingga kini belum mendapat jawaban memuaskan.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa izin HGU PT Gembala Sriwijaya memang sudah berakhir sejak tahun 2024. Namun, hingga kini belum ada kejelasan apakah perusahaan telah mengajukan perpanjangan izin ke Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Sementara itu, lahan yang disengketakan diketahui mencakup ratusan hektar yang selama puluhan tahun menjadi sumber penghidupan warga lokal.
Aksi yang berlangsung hampir dua jam itu mendapat pengamanan ketat dari aparat kepolisian dan Satpol PP.
Meski sempat memanas, situasi akhirnya kondusif setelah perwakilan massa diterima oleh pejabat Pemkab Ogan Ilir.
Namun, para petani menegaskan tidak akan mundur sebelum ada keputusan resmi dari pemerintah terkait status lahan. Warga juga menilai Pemkab Ogan Ilir terlalu pasif dan terkesan membiarkan konflik lahan berkepanjangan ini tanpa solusi konkret.
Baca Juga: ASN Kini Lebih Mudah Punya Kendaraan, Berkat Sinergi Bank Sumsel Babel dan PT Thamrin Brothers
Bagi warga Desa Tanjung Baru, lahan yang kini disengketakan bukan sekadar harta, melainkan sumber kehidupan dan warisan keluarga. Banyak petani yang kini kehilangan penghasilan karena tidak bisa lagi mengolah lahan yang diklaim masih digunakan perusahaan.
Pemkab Ogan Ilir belum memberikan keterangan resmi terkait langkah yang akan diambil. Namun, pejabat yang menerima perwakilan massa berjanji akan menelusuri status HGU PT Gembala Sriwijaya ke pihak BPN dan Kementerian ATR.
Sementara itu, PT Gembala Sriwijaya belum memberikan tanggapan.
Berita Terkait
-
ASN Kini Lebih Mudah Punya Kendaraan, Berkat Sinergi Bank Sumsel Babel dan PT Thamrin Brothers
-
Berita Duka: Ketua Bawaslu Sumsel Kurniawan Azhari Wafat di RSMH Palembang
-
Update Klasemen Terkini! Sumsel United Bertahan di Lima Besar, Sriwijaya FC Masih di Dasar
-
5 Pencapaian Gemilang Bank Sumsel Babel, Laba Tembus Rp521 Miliar hingga September 2025
-
Menit 89 yang Bikin Sriwijaya FC Gagal Raih Kemenangan Perdana di Jakabaring
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Janji Lolos Bintara Polri, 2 Polisi Jambi Diduga Tipu 12 Orang hingga Rp7,81 Miliar
-
Kemarau, tapi Air Muara Musi Diprediksi Naik 3,7 Meter Sore Ini
-
Perkuat Pembiayaan Hunian, BRI Pimpin Kolaborasi Himbara di Danantara Housing Expo 2026
-
Panas hingga 34 Derajat, BMKG Keluarkan Peringatan Potensi Karhutla di Sumsel
-
Avanza Seret Vixion di Palembang Ternyata Berawal dari Rencana Buka Warung Kopi