-
Ketua Bawaslu Sumsel Kurniawan Azhari meninggal dunia di RSMH Palembang, Senin (3/11/2025).
-
Dikenal tegas, pekerja keras, dan sering turun langsung ke lapangan demi menjaga integritas pemilu.
-
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam dan warisan integritas bagi dunia pengawasan pemilu di Sumsel.
SuaraSumsel.id - Dunia pengawasan pemilu di Sumatera Selatan berduka. Ketua Bawaslu Sumsel, Kurniawan Azhari, berpulang pada Senin (3/11/2025) pagi di RSUD Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, setelah sempat dirawat intensif selama sepekan.
Kabar kepergian sosok yang dikenal tegas dan berintegritas tinggi ini cepat menyebar di kalangan penyelenggara pemilu, jurnalis, dan aktivis demokrasi. Banyak yang tak menyangka, sosok yang sering terlihat bekerja hingga larut malam itu kini telah tiada.
Sejak awal menjabat sebagai Ketua Bawaslu Sumsel, Kurniawan dikenal tak hanya sebagai pejabat formal, tapi penjaga idealisme pemilu jujur dan adil.
Ia kerap turun langsung ke lapangan, mengawasi distribusi logistik pemilu hingga larut malam. Dedikasinya membuat banyak orang menilai, Kurniawan lebih banyak menghabiskan waktu di kantor daripada di rumah. “Dia selalu bilang, nanti istirahatnya di surga saja,” ungkap seorang kolega sambil tersenyum getir.
Kabar wafatnya Kurniawan disampaikan pertama kali oleh Ketua Bawaslu Palembang, Khairil Anwar Simatupang, lewat pesan duka di grup internal pengawas pemilu.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah meninggal dunia Ketua Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan, Bapak Kurniawan Azhari. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tulis Khairil.
Ungkapan belasungkawa membanjiri lini masa media sosial Bawaslu Sumsel. Dari pejabat daerah hingga relawan demokrasi, semuanya sepakat: Kurniawan adalah figur pengawas pemilu yang tak tergantikan.
Di tengah panasnya tahun politik 2024–2025, Kurniawan menjadi sosok yang menenangkan. Ia kerap menolak politik uang dan tekanan dari berbagai pihak.
“Jabatan ini bukan soal kekuasaan, tapi soal tanggung jawab moral,” kata Kurniawan dalam salah satu wawancara terakhirnya tahun lalu.
Baca Juga: Update Klasemen Terkini! Sumsel United Bertahan di Lima Besar, Sriwijaya FC Masih di Dasar
Perkataan itu kini menjadi pesan terakhir yang membekas di hati banyak orang.
Jenazah Kurniawan disemayamkan di rumah duka di Palembang sebelum dimakamkan dengan prosesi sederhana. Rekan-rekan sejawat dari Bawaslu kabupaten/kota se-Sumsel turut hadir memberikan penghormatan terakhir.
Bawaslu RI juga menyampaikan duka mendalam melalui unggahan resmi di akun media sosialnya: “Selamat jalan, penjaga suara rakyat. Terima kasih atas pengabdianmu untuk demokrasi Indonesia.”
Kepergian Kurniawan menjadi pengingat bahwa demokrasi bukan sekadar pesta lima tahunan, melainkan perjuangan yang penuh pengorbanan.
Berita Terkait
-
Update Klasemen Terkini! Sumsel United Bertahan di Lima Besar, Sriwijaya FC Masih di Dasar
-
5 Pencapaian Gemilang Bank Sumsel Babel, Laba Tembus Rp521 Miliar hingga September 2025
-
Menit 89 yang Bikin Sriwijaya FC Gagal Raih Kemenangan Perdana di Jakabaring
-
Kinerja Moncer! Bank Sumsel Babel Terus Tumbuh hingga Kuartal III 2025
-
Laga Harga Diri! Sriwijaya FC vs Sumsel United Jadi Pertarungan Antar Generasi di Palembang
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti
-
Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia
-
Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi
-
Ketika Membeli Pembalut Harus Berhemat, Perempuan Marginal Palembang Hadapi Risiko Kesehatan
-
4 Koridor Feeder LRT dan Teman Bus Palembang Setop Operasional, Ini Rute yang Terdampak