-
Banyak bisnis kuliner di Palembang gagal karena kurang strategi dan manajemen.
-
Kesalahan paling umum adalah mengabaikan promosi digital dan salah menentukan harga.
-
Bisnis kuliner bisa bertahan jika pelaku usaha cepat beradaptasi dengan tren pasar.
SuaraSumsel.id - Palembang dikenal sebagai surganya kuliner yakni dari pempek, model, hingga tekwan. Namun di balik ramainya bisnis makanan, banyak usaha kuliner justru gagal total sebelum genap satu tahun berjalan. Apa yang salah?
1. Terlalu Fokus pada Rasa, Lupa Konsep Bisnis
Banyak pelaku kuliner percaya bahwa rasa enak sudah cukup untuk mendatangkan pelanggan. Padahal, tanpa strategi branding, lokasi yang pas, dan manajemen keuangan yang rapi, rasa lezat pun bisa tenggelam.
“Orang Palembang sekarang bukan cuma cari enak, tapi juga cari tempat yang nyaman dan punya cerita,” ujar Rika, pelaku usaha kafe di daerah Bukit Lama.
2. Harga Tidak Sesuai Target Pasar
Kesalahan klasik lainnya adalah salah menetapkan harga. Contohnya, warung makan di pinggiran kampus yang menjual menu Rp35 ribu yang jelas sulit bersaing. Sebaliknya, restoran modern di pusat kota dengan harga terlalu murah justru menciptakan persepsi negatif tentang kualitas.
Kuncinya ialah kenali siapa target pasar kamu dan sesuaikan value produk dengan harga.
3. Abaikan Promosi Digital
Zaman sekarang, tanpa eksistensi di media sosial, usaha kuliner seperti tak pernah ada. Banyak pengusaha di Palembang masih mengandalkan promosi dari mulut ke mulut, padahal potensi exposure lewat TikTok, Instagram, dan Google Maps sangat besar.
Baca Juga: Laga Harga Diri! Sriwijaya FC vs Sumsel United Jadi Pertarungan Antar Generasi di Palembang
Posting rutin, kolaborasi dengan food blogger lokal, atau bahkan giveaway sederhana bisa menggandakan traffic pelanggan.
4. Manajemen Keuangan Amburadul
Seringkali, uang penjualan langsung dipakai untuk keperluan pribadi. Akibatnya, arus kas tidak jelas dan usaha sulit berkembang. Idealnya, pemilik usaha punya pencatatan harian, memisahkan keuangan pribadi dan bisnis, serta menyisihkan dana darurat minimal tiga bulan operasional.
5. Gagal Beradaptasi dengan Tren
Palembang punya pasar yang cepat berubah. Saat tren kopi kekinian naik, banyak kafe baru bermunculan. Namun tak sedikit yang tutup karena tak mampu mempertahankan konsep atau berinovasi.
Bisnis kuliner yang bertahan umumnya cepat membaca pasar, misalnya dengan menghadirkan menu musiman, desain instagramable, atau sistem pre-order.
Tag
Berita Terkait
-
Modal Rp1 Miliar Bisa Jadi Juragan Kos di Palembang? Cek Dulu Hitungan Untung-Ruginya
-
Modal Kecil, Cuan Besar! Begini Cara Mulai Bisnis Pempek Frozen untuk Pemula
-
Ternyata Semudah Ini! Cara Daftar Merek Dagang Online untuk UMKM di Sumsel
-
Jangan Buka Usaha Ini! 5 Bisnis yang Paling Cepat Gulung Tikar di Palembang
-
Selamat Tinggal Mal! 5 Bisnis di Lorong Sempit Palembang yang Omzetnya Gila-gilaan
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk
Pilihan
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
Terkini
-
Nikmati Diskon 25% Produk Jus Buah Boost Pakai Promo BRI Kartu Kredit
-
Gugatan 25 Media di Palembang Tak Dapat Diterima, Hakim Nilai Perkara Prematur
-
Agus Rizal Divonis 1 Tahun 4 Bulan, Korupsi Perkimtan Palembang Rugikan Negara Rp1,68 Miliar
-
Sinergi Kilang Plaju dan R&P Sumatera Dorong Generasi Muda Jadi Agent of Change
-
Kabut Asap Palembang Hari Ini Berdampak ke Penerbangan, 4 Pesawat Sempat Tertahan