-
Sembilan anggota TNI Brigif 8/Garuda Cakti diduga mengeroyok Kepala Desa Cahaya Bumi, Komarudin, di area perkebunan sawit OKI.
-
Komarudin datang dengan niat menolong warganya yang diamankan pihak keamanan perusahaan.
-
Kodam II Sriwijaya meminta maaf dan memastikan para oknum TNI akan diproses sesuai hukum militer.
SuaraSumsel.id - Siang itu, Komarudin, Kades Cahaya Bumi, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir, tidak pernah menyangka langkahnya menuju area perkebunan sawit milik PT Buluh Cawang Plantation akan berakhir dengan tragedi.
Ia datang dengan niat baik yakni mempertanyakan salah satu warganya yang dikabarkan ditangkap oleh pihak keamanan perusahaan. Namun, bukannya mendapat penjelasan, Komarudin justru menjadi korban pengeroyokan sembilan anggota TNI dari Brigif 8/Garuda Cakti.
“Saya datang baik-baik, memperkenalkan diri sebagai kepala desa. Tapi tiba-tiba mereka mukul saya. Saya bahkan tidak tahu salah saya apa,” ujar Komarudin lirih, saat dirawat di RSUD Kayuagung, Selasa (21/10/2025).
Insiden bermula ketika Komarudin mendengar kabar bahwa seorang warganya diamankan oleh petugas keamanan di kawasan perkebunan sawit. Ia bersama kakaknya, Zaenal Abidin, bergegas menuju lokasi untuk memastikan keadaan warga tersebut.
Namun begitu tiba di area perkebunan, suasana justru memanas. Menurut saksi, tanpa ada perdebatan panjang, beberapa oknum prajurit berseragam loreng langsung menyerang Komarudin dan Zaenal.
“Kami tidak sempat bicara banyak. Baru kenalan, langsung dipukul. Kakak saya yang coba melerai malah ikut diseret dan dipukuli,” ungkap Zaenal dengan wajah lebam.
Salah satu prajurit bahkan sempat menarik Zaenal ke dalam mobil, sebelum akhirnya warga dan petugas perusahaan datang melerai. Kedua korban kemudian dibawa ke rumah sakit dalam kondisi luka memar di wajah dan badan.
Peristiwa ini memicu perhatian publik setelah video dan foto korban beredar luas di media sosial. Gelombang simpati datang dari masyarakat OKI yang menuntut keadilan bagi kepala desa yang sedang menjalankan tugasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kodam II/Sriwijaya bertindak cepat. Kepala Penerangan Kodam II/Sriwijaya, Kolonel Inf Marlius, menyampaikan permintaan maaf resmi kepada korban dan masyarakat.
Baca Juga: Deretan Fakta Aksi Brutal 9 Anggota TNI terhadap Kades OKI: Dari Niat Baik Jadi Petaka
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh sembilan oknum prajurit Brigif 8 Garuda Cakti. Mereka sudah diamankan dan akan diproses sesuai hukum militer,” tegas Marlius.
Ia menegaskan, tindakan para oknum tidak mencerminkan sikap TNI secara institusional. “Kami menjunjung tinggi hukum dan akan memberikan sanksi tegas bagi siapa pun yang melanggar,” tambahnya.
Kasus ini menimbulkan keprihatinan luas. Banyak warganet menilai tindakan para oknum mencederai rasa keadilan dan mencoreng citra TNI di mata masyarakat.
Sejumlah tokoh masyarakat OKI juga angkat bicara, meminta agar penegakan hukum berjalan transparan dan adil.
“Kepala desa adalah perpanjangan tangan pemerintah di tingkat bawah. Kalau niat menolong warga saja bisa berujung dikeroyok, masyarakat akan kehilangan rasa aman,” ujar Herman, tokoh masyarakat Lempuing.
Sementara itu, warga Desa Cahaya Bumi masih trauma dengan insiden tersebut. Mereka berharap Komarudin bisa pulih dan kembali memimpin desa.
“Pak Kades orang baik, sering bantu warga. Kami semua berharap beliau dapat keadilan,” kata Marlina, warga setempat.
Berita Terkait
-
Deretan Fakta Aksi Brutal 9 Anggota TNI terhadap Kades OKI: Dari Niat Baik Jadi Petaka
-
Niat Menolong Warga, Kades Cahaya Bumi OKI Malah Dikeroyok 9 Anggota TNI Brigif 8
-
Dua TNI Serahkan Diri, Peluru Maut di Arena Sabung Ayam Way Kanan Masih Misteri
-
Way Kanan Disebut Wilayah Hitam: Sabung Ayam, Senjata Api dan Tembakan Maut
-
Misteri Anggota di Sabung Ayam Saat 3 Polisi Tewas di Way Kanan, Ini Penjelasan Kodam II Sriwijaya
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Mampukah CFD Ampera Menjadi Malioboro Mingguan Palembang?
-
137 Kali Karhutla, 305 Hektare Lahan Sudah Hangus, Ancaman Asap Kembali Mengintai Sumsel?
-
Pulang Kerja Jam 4 Pagi, Pekerja Perempuan di Palembang Dibegal dan Ditodong Senpi
-
Sudah Bertahun-tahun Dibahas, Kapan Pelabuhan Tanjung Carat Benar-Benar Terwujud?
-
Car Free Day di Ampera Resmi Dimulai, Mampukah Bertahan atau Sekadar Seremonial?