-
Kepala Desa Cahaya Bumi dan kakaknya menjadi korban pengeroyokan oleh sembilan oknum TNI Brigif 8 di OKI.
-
Kedua korban mengalami luka parah dan kini dirawat di RSUD Kayuagung.
-
Kodam II/Sriwijaya telah meminta maaf dan memastikan para pelaku akan diproses hukum militer.
SuaraSumsel.id - Niat baik Kepala Desa Cahaya Bumi, Kecamatan Lempuing, Ogan Komering Ilir (OKI), justru berakhir tragis. Komarudin, sang kades, bersama kakaknya, Zaenal Abidin, menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sembilan oknum prajurit TNI Brigif 8/Garuda Cakti saat mendatangi area perkebunan sawit milik PT Buluh Cawang Plantation.
Insiden ini terjadi Senin sore (20/10/2025). Komarudin awalnya hanya ingin menanyakan kabar salah satu warganya yang diamankan oleh pihak keamanan perusahaan karena diduga mencuri buah sawit. Ia datang dengan itikad baik, memperkenalkan diri sebagai kepala desa, dan bermaksud menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.
Namun, suasana berubah mencekam dalam hitungan detik.
“Saya datang baik-baik, menyebutkan nama dan jabatan. Tiba-tiba beberapa orang berbaju loreng langsung menyerang. Saya dipukul tanpa tahu apa salah saya,” ujar Komarudin saat ditemui di RSUD Kayuagung, kepada awak media,
Zaenal Abidin, sang kakak, yang mencoba menolong dan sempat merekam kejadian itu, juga ikut menjadi sasaran amukan. Ia ditarik, dipukuli, dan sempat dimasukkan ke dalam mobil oleh para oknum prajurit.
“Saya cuma ingin menolong adik saya. Tapi malah ikut dipukuli, dibawa keliling, seperti kami ini penjahat,” tuturnya dengan nada lirih.
Keduanya diselamatkan setelah pihak perusahaan dan aparat kepolisian tiba di lokasi. Komarudin dan Zaenal langsung dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi luka parah. Kasus ini sontak memicu amarah warga desa yang merasa pemimpinnya diperlakukan secara tidak manusiawi.
Pasi Intel Kodim 0402/OKI-OI, Lettu Arm Zolimin, membenarkan kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa para pelaku merupakan oknum dari satuan Brigif 8/Garuda Cakti yang sedang melakukan latihan di wilayah tersebut. “Mereka bukan anggota Kodim OKI, tapi memang oknum dari Brigif 8. Saat ini sembilan prajurit sudah diamankan dan akan diproses hukum militer,” ujarnya.
Kepala Penerangan Kodam II/Sriwijaya, Kolonel Inf Marlius, juga menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada korban dan masyarakat OKI.
Baca Juga: Terbongkar! Jaksa Gadungan yang Gentayangan di Sumsel Ternyata ASN Golongan III/D
“Kami sangat menyesalkan peristiwa ini. Pangdam II/Sriwijaya sudah memerintahkan agar seluruh oknum yang terlibat ditindak tegas sesuai hukum militer. Tidak ada yang kebal hukum,” tegasnya.
Sementara itu, pihak keluarga korban berharap agar proses hukum benar-benar ditegakkan. Mereka mengaku trauma berat dan merasa kehilangan rasa aman di kampung sendiri.
“Kami bukan musuh negara. Adik saya hanya ingin menolong warga, bukan melawan tentara,” ujar Zaenal pelan, matanya sembab menahan emosi.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik karena melibatkan aparat berseragam yang seharusnya melindungi rakyat. Warga berharap keadilan benar-benar ditegakkan, bukan sekadar permintaan maaf formal. Di Desa Cahaya Bumi, luka dan ketakutan masih terasa karena bagi mereka, “latihan” hari itu meninggalkan bekas yang tak akan mudah dilupakan.
Tag
Berita Terkait
-
Terbongkar! Jaksa Gadungan yang Gentayangan di Sumsel Ternyata ASN Golongan III/D
-
Viral Jaksa Gadungan di OKI Sempat Minta Pengawalan ke Kodim, Motifnya Bikin Terharu
-
Persahabatan Berujung Maut: Dendam Hinaan Bikin Pria di OKI Tega Tembak Mati Sahabat Sendiri
-
63 Murid SD Keracunan Usai Santap MBG di OKI, Ini Fakta dan Respons Pemerintah
-
Anggota TNI Diamankan Saat Kerusuhan Pecah di Palembang Dini Hari, Benarkah?
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Detik-detik Wagub Babel Ditahan, Pakai Rompi Tahanan Merah lalu Bungkam
-
Kartu ATM Tertelan, Saldo Rp17 Juta Raib, Begini Kronologi yang Dialami Nasabah di Palembang
-
Harta Sekda Palembang Disorot Usai Didemo ke KPK, Begini Isi LHKPN Terbarunya
-
Setelah Lampung Viral, Warga Banyuasin Juga Patungan Hampir Rp1 Miliar Demi Jalan Rusak
-
BRIvolution Reignite Kian Akseleratif, Perkuat Peran Danantara dalam Mendorong Ekonomi Nasional