-
Seorang ibu hamil berinisial AP ditemukan tewas di kamar hotel kawasan Ilir Timur II Palembang.
-
Korban dibunuh oleh teman prianya yang baru dikenal lewat percakapan di media sosial.
-
Polisi menangkap pelaku kurang dari dua hari setelah kejadian dan menjeratnya dengan Pasal 338 KUHP.
4. Korban Sedang Hamil Saat Dibunuh
Hasil visum dari RS Bhayangkara Palembang menunjukkan fakta memilukan: korban sedang hamil beberapa minggu saat dibunuh.
Temuan ini menambah kesedihan keluarga korban yang tak menyangka AP akan pergi secepat ini.
“Dia datang dengan harapan, tapi pulang dalam kain kafan,” ujar salah satu kerabat korban dengan mata berkaca-kaca.
5. Pelarian Singkat dan Penangkapan Cepat
Setelah memastikan korban tewas, pelaku kabur dari hotel sambil membawa ponsel dan dompet korban.
Ia berpura-pura menerima telepon agar tidak menimbulkan kecurigaan. Namun, berkat rekaman CCTV dan jejak digital percakapan korban, polisi berhasil mengidentifikasi dan menangkap pelaku kurang dari 48 jam setelah kejadian, di kawasan Sako, Palembang.
Kini pelaku dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Kasus ini bukan sekadar berita kriminal biasa, tapi cermin betapa mudahnya interaksi daring berubah menjadi ancaman nyata.
Baca Juga: Kepala Dibenturkan ke Dinding: Kronologi Guru SMAN 16 Palembang Jadi Korban Kekerasan
Dari chat singkat yang tampak sepele, dua nyawa melayang sekaligus — seorang perempuan dan janin yang belum sempat lahir.
Polisi mengimbau masyarakat, khususnya perempuan muda, untuk berhati-hati berinteraksi lewat media sosial dan selalu memastikan keselamatan sebelum bertemu dengan orang baru.
Tragedi di hotel Palembang ini menjadi pengingat pahit bahwa tidak semua perkenalan membawa kisah indah.
Kadang, di balik layar ponsel yang tampak hangat, tersimpan niat yang bisa mengakhiri hidup seseorang.
Dan sore itu, di kamar hotel yang kini sunyi, sebuah percakapan berakhir menjadi jeratan maut.
Tag
Berita Terkait
-
Kepala Dibenturkan ke Dinding: Kronologi Guru SMAN 16 Palembang Jadi Korban Kekerasan
-
Dari Obrolan Chat hingga Jeratan Maut: Kronologi Lengkap Ibu Hamil Tewas di Hotel Palembang
-
Gara-Gara Permintaan Kedua Ditolak, Pria Habisi Wanita Hamil di Hotel Palembang
-
7 Fakta Mengejutkan di Balik Pengakuan Pelaku Pembunuhan Wanita Hamil di Hotel
-
Aksi Kriminal di Wisata Palembang Bikin Wisatawan Takut Datang, Sektor Pariwisata Terancam
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Diminta Masakkan Makanan untuk Nenek, Pemuda di Banyuasin Aniaya Ibu Kandung
-
Kronologi Menantu Bakar Rumah Mertua di Lubuklinggau, 11 Rumah Hangus
-
Suami Istri Kompak Jadi Spesialis Curanmor dan Bobol Rumah di Palembang, Polisi Ungkap Modusnya
-
LRT Sumsel Kampanyekan Transportasi Publik, Penumpang Stasiun Cinde Tembus 110 Ribu
-
Tagih Utang Berujung Maut, Pria di Palembang Tewas dengan Luka Bacok di Punggung