- Wali Kota Prabumulih, H. Arlan, akhirnya mengakui bahwa pencopotan Kepala Sekolah SMPN 1, Roni Ardiansyah, dipicu emosi sesaat setelah mendengar aduan putrinya, Aura, yang dilarang satpam sekolah masuk dengan mobil saat hujan deras.
- Pengakuan ini muncul setelah pemeriksaan maraton selama delapan jam oleh Itjen Kemendagri yang menyimpulkan Arlan terbukti melakukan penyalahgunaan wewenang dalam mutasi jabatan. Ia dijatuhi sanksi teguran tertulis dan juga mendapat peringatan keras dari Partai Gerindra.
- Di akhir pemeriksaan, Arlan menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada Roni, satpam Ageng, dan masyarakat Prabumulih, sembari mengakui bahwa emosinya sebagai seorang ayah telah mengalahkan akal sehat dan aturan, sehingga mencoreng citranya sebagai pemimpin.
SuaraSumsel.id - Setelah berhari-hari berkelit di balik berbagai dalih yang saling bertentangan, Wali Kota Prabumulih, H. Arlan, akhirnya "menyerah". Ia secara terbuka mengakui kesalahan fatalnya, membenarkan bahwa pencopotan Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah, memang dipicu oleh emosi sesaat setelah mendengar aduan dari putrinya.
Pengakuan jujur ini menjadi klimaks dari drama panjang yang telah menyita perhatian nasional. Setelah melalui pemeriksaan maraton selama delapan jam oleh tim Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Itjen Kemendagri), Arlan tak bisa lagi mengelak.
Dalam klarifikasi terbarunya, Arlan menceritakan kronologi yang menjadi pemicu amarahnya. Semua berawal saat putrinya, Aura, bersama teman-temannya selesai latihan marching band. Saat itu, kondisi cuaca sedang hujan deras.
“Pada hari itu hari hujan deras. Mereka (murid) balik ke sekolah. Anak saya ditelepon oleh guru ‘Aura kalau mau turun masuklah pakai mobil’. Jadi anak saya diantar sopir bukan dia bawa sendiri," ungkap Arlan.
Namun, saat mobil yang ditumpangi Aura hendak masuk ke halaman sekolah untuk menurunkannya agar tidak kehujanan, satpam sekolah, Ageng, melarangnya. Pelarangan ini dilakukan atas dasar aturan yang telah dibuat oleh Kepala Sekolah Roni Ardiansyah.
"Mau masuk (ke sekolah), tidak boleh (dilarang satpam), langsung dia (Aura) keluar mobil,” pungkas Arlan, menceritakan momen saat anaknya terpaksa turun di tengah hujan.
Cerita inilah yang sampai ke telinga Arlan dan membuatnya terpancing emosi. Tak lama setelah itu, ia menggunakan kewenangannya sebagai Wali Kota untuk mengambil keputusan yang kini sangat ia sesali: memutasi Kepala Sekolah Roni Ardiansyah dan satpam Ageng.
Pengakuan Arlan ini sekaligus mengonfirmasi bahwa ia telah melakukan penyalahgunaan wewenang. Irjen Kemendagri, Sang Made Mahendra Jaya, menyatakan bahwa Arlan terbukti melakukan pelanggaran prosedur dalam mutasi jabatan.
Akibatnya, Arlan kini harus menerima konsekuensinya. "Wali Kota Prabumulih akan diberi sanksi berupa teguran tertulis," ujar Sang Made.
Baca Juga: Pelajaran Mahal untuk Wali Kota Arlan: Kembalinya Kepsek Roni Jadi 'Monumen' Arogansi
Selain sanksi dari pemerintah pusat, Arlan juga mengaku telah mendapatkan teguran keras dari Partai Gerindra, partai politik yang menaunginya.
Di akhir pemeriksaan, dengan wajah yang tak bisa menyembunyikan penyesalan, Arlan akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Roni Ardiansyah, satpam Ageng, dan seluruh masyarakat Prabumulih.
"Saya meminta maaf atas kegaduhan ini. Keputusan itu murni karena emosi sesaat saya sebagai seorang ayah," ujarnya.
Kisah ini menjadi pelajaran mahal tentang bagaimana emosi pribadi seorang pemimpin tidak boleh sekalipun mengalahkan akal sehat dan aturan yang berlaku. Sebuah keputusan yang didasari amarah sesaat kini telah mencoreng citra dan kredibilitasnya di awal masa jabatannya sebagai Wali Kota.
Tag
Berita Terkait
-
Pelajaran Mahal untuk Wali Kota Arlan: Kembalinya Kepsek Roni Jadi 'Monumen' Arogansi
-
Buntut Kasus Kepsek, KPK Periksa LHKPN Wali Kota Arlan: Isinya Cuma Truk & Buldoser
-
Kepsek Roni Ardiansyah Akhirnya Kembali ke Sekolah, Disambut Tangis Haru Ratusan Siswa
-
Bikin Wali Kota Arlan Mendadak Klarifikasi? Gubernur Herman Deru Kirim Utusan ke Prabumulih
-
Drama Makin Panas! Setelah Bantahan Aneh, Netizen 'Kuliti' Wali Kota Arlan Beristri Empat
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Api Melalap 10 Hektare Lahan di Dekat Tol Palindra, Manggala Agni Turun hingga Dini Hari
-
PTBA Gandeng Pertamina NRE Sulap Lahan Pascatambang Jadi PLTS, Percepat Transisi Energi Hijau
-
Sidang Korupsi Disperkimtan Palembang Bongkar Dugaan Potongan 51 Persen Dana Proyek
-
Sidang Hampir Rampung, Keberadaan Buronan Pasar Cinde Aldrin Tando Masih Misterius
-
Pertamax Turbo Turun, Tapi Pertamax Tetap, Akankah Antrean BBM di Sumsel Berkurang?