- Drama politik Wali Kota Prabumulih, H. Arlan, kian memanas
- Dalam laporan LHKPN 2024, Arlan tercatat punya motor, pick-up, truk, hingga buldoser namun tidak ada satu pun mobil pribadi
- KPK mengapresiasi peran “detektif netizen” yang membongkar kejanggalan harta Arlan.
SuaraSumsel.id - Drama yang membelit Wali Kota Prabumulih, H Arlan, kini memasuki babak yang paling serius.
Setelah serangkaian kontroversi yang dipicu oleh insiden anaknya di sekolah, kini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi turun tangan untuk meneliti Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik sang Wali Kota.
Langkah KPK ini adalah respons langsung atas amarah dan kecurigaan publik yang tak henti-hentinya "menguliti" sosok Arlan di media sosial, terutama terkait kepemilikan kendaraan mewah yang diduga digunakan oleh putranya.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa pemeriksaan ini bukan sekadar formalitas. KPK akan mendalami kebenaran dan kelengkapan data yang dilaporkan oleh Arlan.
“Apakah yang disampaikan sudah sesuai, benar, lengkap, atau belum? Nah itu yang nanti akan dicek dari pelaporan LHKPN yang bersangkutan,” ujar Budi di Jakarta, Rabu (17/9/2025).
Kejanggalan Besar dalam LHKPN: Punya Buldoser, Tak Punya Mobil Pribadi
Pemicu utama dari investigasi KPK ini adalah "temuan" para detektif netizen. Mereka dengan jeli menelusuri LHKPN Arlan yang dilaporkan pada 13 Agustus 2024 saat pencalonannya sebagai wali kota, dan menemukan sebuah kejanggalan yang sangat besar dan absurd.
Dalam laporan kekayaan tersebut, Arlan tercatat memiliki sejumlah kendaraan. Namun, tidak ada satu pun yang dikategorikan sebagai mobil penumpang murni untuk keluarga. Isi garasinya justru sangat tidak biasa, terdiri dari Motor Honda Revo, Mobil Pick-up, Truk Mitsubishi dan Buldoser Komatsu.
Fakta bahwa seorang pejabat tinggi melaporkan kepemilikan alat berat seperti buldoser namun tidak melaporkan satu pun mobil pribadi (seperti sedan atau SUV) sontak menjadi bahan tertawaan sekaligus kecurigaan serius.
Baca Juga: Vonis Bukan Akhir, KPK Kembali Periksa Dodi Reza Alex di Kasus Korupsi Muba
Temuan inilah yang menjadi dasar bagi publik untuk mendesak KPK agar turun tangan.
Menariknya, KPK secara terbuka memberikan apresiasi atas peran aktif masyarakat dalam mengawasi harta para pejabat. Budi Prasetyo menyatakan bahwa keterlibatan publik melalui media sosial adalah bagian penting dari pencegahan korupsi.
“KPK menyampaikan terima kasih dan apresiasi pada masyarakat yang telah meramaikan informasi itu. Di situ peran dari masyarakat untuk ikut mengawasi soal kewajaran ataupun kebenaran dari aset yang dimiliki,” ujar Budi.
Kini, nasib Wali Kota Arlan tidak lagi hanya ditentukan oleh opini publik atau intervensi Gubernur. Ia harus berhadapan langsung dengan lembaga antirasuah.
Drama yang berawal dari teguran seorang kepala sekolah kepada seorang siswa, kini telah berevolusi menjadi sebuah kasus serius yang mengancam integritas dan karier politik orang nomor satu di Prabumulih.
Berita Terkait
-
Vonis Bukan Akhir, KPK Kembali Periksa Dodi Reza Alex di Kasus Korupsi Muba
-
Kepsek Roni Ardiansyah Akhirnya Kembali ke Sekolah, Disambut Tangis Haru Ratusan Siswa
-
Bikin Wali Kota Arlan Mendadak Klarifikasi? Gubernur Herman Deru Kirim Utusan ke Prabumulih
-
Drama Makin Panas! Setelah Bantahan Aneh, Netizen 'Kuliti' Wali Kota Arlan Beristri Empat
-
Bukan Minta Maaf Biasa, Ini 4 Fakta Ganjil Klarifikasi Wali Kota Arlan Soal Nasib Kepsek
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
BRILink Agen Bisa Dapat Reward dari BRI, Begini Caranya
-
BRI Hadirkan Program Reward Emas bagi BRILink Agen yang Sukses Tingkatkan Pengguna BRImo
-
12 Kali Raih WTP, Mengapa BPK Masih Minta Sumsel Benahi Sejumlah Hal?
-
Puasa 1 Muharram, Sunnah atau Sekadar Tradisi? Ini Niat dan Penjelasan Ulama
-
Korban Terus Bertambah, Dugaan Penipuan Rp1,4 Miliar yang Seret Ibu Bhayangkari Bikin Heboh