- Sumatera Selatan mencatat deflasi sebesar 0,04% (mtm) pada Agustus 2025,
- Selain pangan, deflasi Sumsel juga dipengaruhi turunnya tarif angkutan udara berkat promo maskapai
- Ke depan, TPID Sumsel bersama BI memperkuat strategi 4K m
SuaraSumsel.id - Sumatera Selatan mencatat deflasi sebesar 0,04% (mtm) pada Agustus 2025, sebuah fenomena yang cukup menarik di tengah tren kenaikan harga pangan di sejumlah daerah lain.
Penurunan harga komoditas strategis, ditambah faktor eksternal seperti promo tiket pesawat, menjadi kunci utama di balik capaian tersebut.
Kontributor terbesar deflasi kali ini adalah daging ayam ras dengan andil 0,06% (mtm). Pasokan ayam di pasaran cukup melimpah, sementara tingkat konsumsi masyarakat belum mampu menyerap sepenuhnya, sehingga harga terkoreksi turun.
Selain ayam, tomat dan cabai rawit juga menjadi penekan inflasi, masing-masing menyumbang deflasi sebesar 0,06% dan 0,05%.
Kondisi ini terjadi seiring masuknya hasil panen dari berbagai daerah sentra. Bawang putih pun mengalami penurunan harga, dipicu oleh turunnya harga impor dari China.
Adapun beras mengalami penurunan harga berkat kombinasi panen gadu padi dan distribusi beras SPHP Bulog yang semakin intensif di pasar.
Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, capaian ini mencerminkan efektivitas berbagai langkah pengendalian harga.
“Deflasi Agustus terutama disumbang oleh turunnya harga pangan strategis. Ayam ras, tomat, cabai rawit, bawang putih, dan beras menjadi komoditas yang memberi andil besar. Kondisi ini sangat membantu menahan laju inflasi, meski secara tahunan inflasi masih berada di angka 3,04%,” jelasnya.
Tidak Hanya Pangan, Transportasi Ikut Turun
Baca Juga: Viral di Pagaralam: Ratusan Kucing Disembelih, Dagingnya Dijual Keliling Kota Bikin Warga Syok
Menariknya, deflasi Sumsel tidak hanya didorong oleh pangan.
Tarif angkutan udara juga terkoreksi cukup signifikan berkat promo besar-besaran maskapai dalam rangka HUT RI ke-80. Faktor nonpangan ini menambah daya dorong deflasi, memberi angin segar bagi mobilitas masyarakat.
Secara spasial, deflasi tercatat di Kabupaten Ogan Komering Ilir (-0,11%) dan Kota Palembang (-0,07%). Namun, dua daerah lain justru mengalami inflasi, yakni Kabupaten Muara Enim (0,22%) dan Kota Lubuk Linggau (0,07%). Perbedaan ini menunjukkan dinamika lokal yang dipengaruhi pola konsumsi, distribusi, dan ketersediaan barang di masing-masing wilayah.
Meski deflasi terjadi pada Agustus, potensi inflasi tetap ada di periode mendatang.
Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Maulid Nabi Muhammad SAW yang bertepatan dengan long weekend awal September diperkirakan akan mendorong konsumsi masyarakat.
Tekanan bisa muncul dari sektor transportasi darat maupun udara, serta peningkatan permintaan bahan pangan tertentu.
Tag
Berita Terkait
-
Viral di Pagaralam: Ratusan Kucing Disembelih, Dagingnya Dijual Keliling Kota Bikin Warga Syok
-
394 Kasus Karhutla Hantui Sumsel Sepanjang Agustus, Ogan Ilir Jadi Episentrum Api
-
63 Murid SD Keracunan Usai Santap MBG di OKI, Ini Fakta dan Respons Pemerintah
-
5 Hal Penting dari Demo Mahasiswa di Palembang: Ribuan Massa, Penyusup Bersenjata, hingga Tersangka
-
Kolaborasi Bank Sumsel Babel dan Pemprov Sumsel: Bagi-Bagi Beras untuk Driver Online
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Terkini
-
Saat Karhutla Mengancam Sumsel, Generasi Muda Lintas Agama Diajak Turun Tangan
-
Besok Sekolah Palembang Masuk atau Masih Daring? Ini Patokan ISPU untuk Tatap Muka
-
Dukung Tumbuh Kembang Anak Sungai Rebo, Kilang Plaju Salurkan PMT di Posyandu Asparagus
-
Suahasil Gantikan Purbaya, Pemprov Sumsel Berharap Kebijakan Fiskal Daerah Kembali seperti Semula
-
Kabut Asap Palembang, KAI Bagikan 2.800 Masker untuk Lindungi Pekerja Operasional