Bambang menekankan, pihaknya terus mewaspadai gejolak permintaan tersebut.
“Ke depan, kami perkirakan tekanan deflasi masih akan berlanjut, terutama dari panen gadu dan distribusi beras SPHP. Namun, tetap ada potensi kenaikan inflasi seiring long weekend dan HBKN. Karena itu, koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat,” ujarnya.
Peran TPID dan Strategi 4K
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumsel memainkan peran penting menjaga stabilitas harga. Mereka mengimplementasikan strategi 4K: keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Langkah konkret yang ditempuh antara lain operasi pasar murah, gerakan pangan murah, sidak harga dan stok di pasar, hingga optimalisasi jalur distribusi pangan lewat Toko KePo, Rumah Pangan Kita (RPK), dan Toko Penyeimbang Perumda Pasar Palembang Jaya.
Bank Indonesia bersama Pemprov Sumsel juga mendorong kerja sama antar daerah (KAD), salah satunya antara Palembang dan Kabupaten Subang untuk menjamin ketersediaan pasokan pangan. Di sisi lain, program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) 2025 terus diperluas, melibatkan rumah tangga, Kelompok Wanita Tani (KWT), hingga panti sosial.
Program ini bukan hanya sekadar distribusi bantuan, melainkan membekali masyarakat dengan bibit, benih, serta sarana produksi hortikultura seperti cabai dan bawang merah. Di tingkat makro, upaya optimalisasi lahan dan perluasan panen padi menjadi pondasi utama ketahanan pangan daerah.
Meski menghadapi dinamika harga yang fluktuatif, capaian inflasi tahunan Sumsel pada Agustus 2025 sebesar 3,04% (yoy) masih dalam rentang sasaran nasional 2,5±1%.
Bambang menegaskan, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah berkomitmen memperkuat kolaborasi strategis.
Baca Juga: Viral di Pagaralam: Ratusan Kucing Disembelih, Dagingnya Dijual Keliling Kota Bikin Warga Syok
“Program nasional seperti Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) serta GSMP di Sumatera Selatan akan terus diperkuat. Harapannya, inflasi tetap terjaga, daya beli masyarakat terlindungi, dan ketahanan pangan semakin kuat,” katanya.
Dengan strategi tersebut, Sumsel optimistis mampu menjaga stabilitas harga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Tag
Berita Terkait
-
Viral di Pagaralam: Ratusan Kucing Disembelih, Dagingnya Dijual Keliling Kota Bikin Warga Syok
-
394 Kasus Karhutla Hantui Sumsel Sepanjang Agustus, Ogan Ilir Jadi Episentrum Api
-
63 Murid SD Keracunan Usai Santap MBG di OKI, Ini Fakta dan Respons Pemerintah
-
5 Hal Penting dari Demo Mahasiswa di Palembang: Ribuan Massa, Penyusup Bersenjata, hingga Tersangka
-
Kolaborasi Bank Sumsel Babel dan Pemprov Sumsel: Bagi-Bagi Beras untuk Driver Online
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Viral Meja Biliar Rp335 Juta di Rumdin DPRD Sumsel, Harta Wakil Ketua DPRD Tembus Rp9,5 Miliar
-
Viral Meja Biliar Rp486 Juta di Rumdin DPRD Sumsel, Berapa Harta Ketua DPRD Andie Dinialdie?
-
Jangan Sampai Terlewat! Ini 5 Malam yang Diperkirakan Jadi Lailatul Qadar 2026
-
Maghrib Jam Berapa di Palembang Hari Ini? Cek Jadwal Buka Puasa Selasa 10 Maret 2026
-
MBG Bantu Penuhi Gizi Anak-Anak Nelayan dan Petani di Seberang Sungai Musi