- Ketut Sumedana meninggalkan jabatan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan karena ditunjuk menjadi Deputi Badan Gizi Nasional.
- Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Anton Delianto ditunjuk sebagai Pelaksana Harian untuk memimpin operasional Kejati Sumatera Selatan.
- Kejaksaan Agung belum menetapkan pejabat definitif sehingga Anton bertanggung jawab menjaga kelancaran tugas penegakan hukum.
SuaraSumsel.id - Kepemimpinan di Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan resmi mengalami perubahan setelah Ketut Sumedana mendapat penugasan baru sebagai Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan di Badan Gizi Nasional. Sejak pelantikan tersebut, Ketut tidak lagi menjalankan tugas sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatera Selatan.
Posisi pimpinan Kejati Sumsel kini untuk sementara dijalankan oleh Anton Delianto selaku Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sumsel yang ditunjuk sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kajati Sumsel hingga pemerintah menetapkan pejabat definitif.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, menegaskan bahwa perubahan tersebut berlaku sejak Ketut Sumedana resmi dilantik sebagai Deputi BGN.
Menurut Anang, status Ketut kini diperbantukan di Badan Gizi Nasional sehingga tanggung jawab operasional Kejati Sumsel dijalankan oleh Wakajati sebagai Plh sambil menunggu penunjukan Kajati definitif.
Siapa Anton Delianto?
Anton Delianto bukan sosok baru di lingkungan Kejati Sumsel. Sebelum dipercaya menjadi Plh Kajati, ia menjabat sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan sehingga secara struktural menjadi pejabat yang menjalankan roda organisasi ketika jabatan Kajati kosong sementara.
Dengan status sebagai Plh, Anton bertanggung jawab memastikan seluruh kegiatan penegakan hukum, pembinaan, intelijen, pidana umum, pidana khusus, hingga tata usaha negara di Kejati Sumsel tetap berjalan normal sampai adanya keputusan mengenai pejabat definitif.
Ketut Sumedana dipercaya mengemban jabatan sebagai Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional. Penunjukan tersebut merupakan bagian dari penguatan struktur BGN dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pengalaman Ketut selama puluhan tahun di lingkungan Kejaksaan dinilai relevan untuk memperkuat fungsi pengawasan dan akuntabilitas program nasional tersebut.
Hingga kini, Kejaksaan Agung belum mengumumkan siapa yang akan ditunjuk sebagai Kajati Sumsel definitif menggantikan Ketut Sumedana. Selama proses tersebut berlangsung, kepemimpinan Kejati Sumsel tetap berada di tangan Anton Delianto sebagai Plh agar pelayanan dan penanganan perkara tetap berjalan tanpa kekosongan komando.
Baca Juga: Kolaborasi Perdana di Indonesia, SKK Migas Sumbagsel dan Kejati Perkuat Iklim Investasi Hulu Migas
Tag
Berita Terkait
-
Kolaborasi Perdana di Indonesia, SKK Migas Sumbagsel dan Kejati Perkuat Iklim Investasi Hulu Migas
-
Sidang Hampir Rampung, Keberadaan Buronan Pasar Cinde Aldrin Tando Masih Misterius
-
Mengapa Dodi Reza Dipanggil Kejati? Fakta Baru Kasus Sungai Lalan Mulai Terungkap
-
Setelah Sita Emas dan Harley, Kejati Sumsel Kini Amankan 5 Pegawai KSOP Palembang
-
Proyek Rp10 Miliar, Fee Rp1 Miliar dan Uang Rp436 Juta: Ini Temuan Kejati dalam Kasus Iwan Tuaji
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Taksi Listrik Hadir di Palembang, Solusi Transportasi atau Sekadar Tren Baru?
-
Derby Sumatera Dimulai! Sumsel United Bidik Balas Kekalahan dari PSMS di Laga Perdana
-
60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah
-
Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?