SuaraSumsel.id - Siapa sangka, dari akar-akar mangrove yang baru dua tahun ditanam di pesisir Sungsang IV, Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel) lahir kembali kehidupan yang hampir punah.
Nelayan setempat dikejutkan dengan kemunculan ikan tirusan, spesies endemik bernilai ratusan juta rupiah per kilogram yang selama bertahun-tahun tak pernah terlihat lagi.
Bagi masyarakat pesisir yang hampir seluruhnya menggantungkan hidup pada laut, kemunculan ikan itu bukan sekadar tanda alam yang ramah. Ia adalah bukti nyata bahwa ekosistem yang sempat rusak, kini mulai pulih kembali.
Mangrove yang Menyulam Harapan
Kebangkitan ini berawal dari program penanaman mangrove yang digagas SKK Migas Sumbagsel bersama 12 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang beroperasi di wilayah Sumbagsel.
Sejak 2024, mereka menanam 31 ribu pohon mangrove di kawasan pesisir Sungsang IV, bekerja sama dengan kelompok masyarakat LDPHD setempat.
Di antara KKKS itu, ada PHR Regional 1 Zona 4, PHE Jambi Merang, Medco E&P Indonesia, Medco E&P Grissik Ltd, Seleraya Merangin Dua, Sele Raya Belida, Tately N.V., Repsol Sakakemang BV, Odira Energi Karang Agung, Tiarabumi Petroleum, SSY Petroleum Pte Ltd, hingga Tropik Energi Pandan.
Manager Field Relations & CE Medco E&P Indonesia Hirmawan Eko Prabowo mengisahkan bahwa inisiatif ini lahir dari kajian akademis. “Mangrove memiliki kontribusi besar dalam mereduksi karbon. Karena itu kami memulai program ini pada 2024 dengan menanam puluhan ribu bibit,” jelasnya.
Setahun berselang, mangrove itu bukan hanya tumbuh, tapi juga menghidupkan kembali denyut ekosistem pesisir. Masyarakat ikut serta menanam dan merawat, sembari menyadari bahwa menjaga hutan berarti menjaga masa depan mereka sendiri.
Baca Juga: Semangat Kemerdekaan! SKK Migas Sumbagsel Gelar Upacara HUT RI ke-80 di Tengah Laut
Kepala Desa Sungsang IV, Romi Adi Candra, menegaskan bahwa desa mereka mendapatkan kepercayaan mengelola 500 hektare kawasan hutan desa berdasarkan SK Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2023.
Letaknya strategis yakni berbatasan langsung dengan Taman Nasional Sembilang dan hampir seluruh wilayahnya merupakan hutan lindung serta hutan produksi.
“Desa kami ibarat pintu gerbang pesisi. Dengan adanya mangrove, kami bukan hanya menjaga alam, tapi juga menghidupkan desa,” ujarnya.
Dulu, pembukaan lahan secara serampangan sempat membuat wilayah ini kritis.
Banyak ikan menghilang, termasuk ikan tirusan yang menjadi primadona nelayan.
Namun sejak masyarakat mulai merawat mangrove, hutan kembali menghijau, air laut lebih jernih, dan perlahan, ikan-ikan endemik kembali ke perairan Sungsang.
Tag
Berita Terkait
-
Semangat Kemerdekaan! SKK Migas Sumbagsel Gelar Upacara HUT RI ke-80 di Tengah Laut
-
Kenapa Pelabuhan Tanjung Carat Banyuasin Jadi Proyek Strategis yang Dikebut Sumsel?
-
'Buka Maskermu, Aku Mau Lihat!' Viral Detik-detik Dokter RSUD Sekayu Diintimidasi Keluarga Pasien
-
6 Sumur Minyak Terbakar di Lahan PT Hindoli, Korban Luka, Siapa Biangnya?
-
Puluhan Ribu Sumur Minyak Rakyat di Sumsel Bakal Legal, Daerah Dapat Berapa? Ini Bocorannya
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai
-
Pit Stop Tahap II 2026 Rampung, Kilang Plaju Perkuat Keandalan dan Ekonomi Lokal
-
BRI DPLK: Cara Siapkan Dana Pensiun Sejak Usia Produktif
-
5 Jurnalis Hilang di Krakatau, Jurnalis Sumsel Gelar Doa dan Ingatkan Pesan Saling Jaga
-
ISPU Palembang Belum Stabil, Kapan Anak TK-SMP Boleh Kembali ke Sekolah?