SuaraSumsel.id - Ruang tunggu Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sekayu, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel) mendadak berubah menjadi arena intimidasi.
Seorang dokter yang tengah bertugas menjadi sasaran amuk verbal dari sekelompok keluarga pasien.
Puncaknya, dalam sebuah insiden yang terekam kamera dan viral di media sosial, sang dokter dipaksa untuk membuka masker yang ia kenakan.
Dalam video berdurasi singkat yang mengguncang jagat maya, terlihat sang dokter, yang diketahui bernama dr. V, tampak terpojok.
Ia dikelilingi oleh beberapa orang yang menunjuk-nunjuk dan membentaknya dengan nada tinggi. Terdengar teriakan yang menyayat hati dan menunjukkan arogansi.
"Buka masker kau, aku mau lihat," bentak salah seorang pria dari keluarga pasien, seolah menantang identitas dan wibawa sang dokter.
Peristiwa yang terjadi pada Rabu dini hari tersebut dipicu oleh kesalahpahaman dan emosi yang tak terkendali.
Menurut kronologi yang dihimpun, keluarga pasien merasa pelayanan yang diberikan pihak rumah sakit terlalu lamban.
Mereka mengeluhkan bahwa salah satu anggota keluarga mereka yang sedang dirawat tak kunjung mendapatkan kepastian untuk pindah ke ruang perawatan setelah beberapa jam berada di ruang observasi IGD.
Baca Juga: 6 Sumur Minyak Terbakar di Lahan PT Hindoli, Korban Luka, Siapa Biangnya?
Emosi keluarga memuncak saat mereka merasa tidak mendapatkan penjelasan yang memuaskan.
Mereka kemudian melampiaskan kemarahan mereka kepada dr. V yang saat itu berada di lokasi. Situasi semakin panas ketika mereka memaksa sang dokter untuk memperlihatkan wajahnya.
Merasa terintimidasi dan demi meredakan situasi yang semakin tak terkendali, dr. V dengan berat hati menuruti permintaan tersebut dan menurunkan maskernya sesaat.
Menanggapi insiden yang mencoreng nama baik institusinya, Direktur RSUD Sekayu, dr. Sharlie Fahlevi, angkat bicara kepada awak media.
Ia menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya.
Menurutnya, tidak ada penelantaran pasien. Pasien tersebut sudah berada di ruang observasi IGD dan dalam kondisi stabil.
Tag
Berita Terkait
-
6 Sumur Minyak Terbakar di Lahan PT Hindoli, Korban Luka, Siapa Biangnya?
-
Puluhan Ribu Sumur Minyak Rakyat di Sumsel Bakal Legal, Daerah Dapat Berapa? Ini Bocorannya
-
Baru Pulang dari Tanah Suci, Ini Kronologi Bus Umrah Terguling di Muba Tewaskan 4 Orang
-
Baru Pulang Umrah, Bus Rombongan Terguling di Muba: 4 Tewas, 10 Luka, Ini 7 Faktanya
-
Tragedi Bus Jemaah Umrah Terguling di Muba: 4 Tewas, 10 Luka, Ini Kronologi Lengkapnya
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur
-
Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati