Ketiga, keberlangsungan usaha pelaku otomotif juga harus dijaga, mengingat sektor ini menyerap banyak tenaga kerja dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah. “Kita harus duduk bersama dan mencari solusi yang saling menguntungkan,” tegas Herman Deru.
“Saya sudah instruksikan agar semua pihak duduk bersama—pemerintah, pelaku usaha, dan pihak terkait—agar bisa membuat kebijakan yang seimbang,” kata Herman Deru.
Ia menambahkan bahwa sektor otomotif adalah penggerak ekonomi yang memiliki multiplier effect tinggi, karena menyerap tenaga kerja, memicu konsumsi sektor lain, dan berkontribusi besar terhadap pajak daerah.
Solusi Win-Win Masih Dimungkinkan
Biyouzmal meyakini bahwa dengan adanya relaksasi pajak opsen, setidaknya pasar otomotif di Sumsel bisa kembali bergerak naik.
“Kalau beban pajak lebih ringan, konsumen akan lebih percaya diri membeli kendaraan, dan itu artinya pemasukan daerah pun ikut terdongkrak. Jadi, ini bukan soal meringankan industri saja, tapi juga soal menjaga kestabilan ekonomi daerah," ucapnya.
Hingga kini, diskusi antara pemangku kepentingan dan Pemerintah Provinsi Sumsel masih terus berlangsung.
Pelaku usaha berharap keputusan akhir bisa menghasilkan solusi win-win bagi semua pihak.
Baca Juga: BRI RO Palembang Wujudkan Budaya Anti Fraud Lewat Training RORC 2025
Tag
Berita Terkait
-
Dapat Tawaran Hapus Utang dari OJK? Jangan Tertipu! Cek Fakta dan Saluran Resmi di Sini
-
Libur Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H? Ini 5 Wisata Religi di Sumatera Selatan
-
Gerakan Sultan Muda Sumsel Menyebar ke 5 Daerah, UMKM Lokal Kini Punya Akses KUR dan BPJS
-
Sumsel Tetapkan Status Siaga Karhutla, Apa Bisa Atasi Asap di Musim Kemarau Ini?
-
Era Baru UMKM Sumsel, Pelatihan AI Bantu Sultan Muda Kuasai Pemasaran Digital
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Ingatkan Bahaya Modus Penipuan Pasca Lebaran, Ini yang Harus Diwaspadai
-
Dari UMKM Daerah ke Pasar Jakarta, Produk Binaan PTBA Buktikan Daya Saingnya
-
Saat Hemat BBM Diserukan, Anggaran Rumah Dinas Mewah DPRD Sumsel Kembali Disorot
-
7 Fakta Midang Morge Siwe, Tradisi Lebaran di Kayuagung yang Ramai Diserbu Wisatawan
-
122.838 Debitur Nikmati KPR Subsidi BRI, Total Pembiayaan Capai Rp16,79 Triliun