SuaraSumsel.id - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan atau Pemprov Sumsel resmi menetapkan status siaga darurat bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai langkah antisipatif menghadapi musim kemarau tahun 2025 yang diprediksi datang lebih awal.
Keputusan ini ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Sumsel Nomor 366/KPTS/BPBD-SS/2025, dan mulai berlaku sejak 17 Juni hingga 30 November 2025, dengan kemungkinan diperpanjang jika kondisi karhutla belum terkendali.
Langkah Taktis Pemprov Hadapi Ancaman Karhutla
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, M Iqbal Alisyahbana, menyampaikan bahwa keputusan ini didasarkan pada informasi prakiraan cuaca dari BMKG yang menunjukkan bahwa musim kemarau diperkirakan dimulai lebih awal, yakni sejak pertengahan Juni.
"Status siaga ini memberikan landasan hukum dan operasional bagi semua pihak terkait untuk bertindak cepat dan terkoordinasi dalam penanggulangan karhutla," ujar Iqbal.
Pemprov Sumsel juga segera menyurati pemerintah pusat untuk mengajukan bantuan 4 unit helikopter yang akan digunakan untuk water bombing, patroli udara, serta mendukung operasi modifikasi cuaca (OMC) agar hujan buatan bisa digelar di wilayah-wilayah rawan.
6 Daerah Sudah Siaga, Lainnya Menyusul
Hingga akhir Juni 2025, upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan mulai menunjukkan langkah serius.
Setidaknya enam daerah telah resmi menetapkan status siaga darurat karhutla sebagai bentuk kesiapan menghadapi ancaman bencana asap selama musim kemarau.
Baca Juga: Era Baru UMKM Sumsel, Pelatihan AI Bantu Sultan Muda Kuasai Pemasaran Digital
Enam daerah tersebut meliputi Kabupaten Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI), Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Muara Enim, dan Kota Prabumulih.
Daerah-daerah ini diketahui merupakan wilayah rawan karhutla dengan sebaran lahan gambut yang cukup luas dan tingkat kerentanan tinggi terhadap kebakaran saat musim kering tiba.
Penetapan status siaga ini menandakan bahwa pemerintah daerah tidak ingin kecolongan seperti tahun-tahun sebelumnya.
Dengan status tersebut, seluruh potensi sumber daya mulai dari personel hingga peralatan akan disiagakan, termasuk dalam hal koordinasi lintas instansi untuk pemadaman dini, patroli rutin, dan edukasi kepada masyarakat sekitar hutan dan lahan.
Langkah ini diharapkan mampu menekan potensi munculnya titik api sejak awal, sekaligus meminimalisir dampak asap terhadap kesehatan, transportasi, dan perekonomian lokal.
Sementara itu, sejumlah wilayah lain yang belum menetapkan status siaga darurat, namun berpotensi tinggi terdampak karhutla, antara lain:
Berita Terkait
-
Era Baru UMKM Sumsel, Pelatihan AI Bantu Sultan Muda Kuasai Pemasaran Digital
-
Rp400 Juta untuk 'Ibu': Kesaksian di Sidang Korupsi Banyuasin Seret Eks Ketua DPRD Sumsel?
-
Jadi Dirut Bank Sumsel Babel, Ini 5 Fakta Menarik Harry Gale dan Tantangan Barunya
-
Fakta Mengejutkan! Hanya 6 Persen TK di Sumsel yang Dikelola Pemerintah
-
Sumsel United Mulai Bangun Kekuatan, Resmi Gaet Hapit Ibrahim sebagai Pemain Pertama
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
Pilihan
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
Terkini
-
Nikmati Ekstra 27.000 GarudaMiles, Benefit Eksklusif bagi Nasabah BRI Prioritas
-
Siswa SD Tewas Tersedak Kelengkeng MBG, Kenapa Juknis Buah Belum Spesifik?
-
Antrean Solar Sumsel Belum Reda, Kebutuhan 2,8 Juta KL Hanya Dialokasikan 650 Ribu KL
-
PTBA Raih Apresiasi Waste4Change Berkat Inovasi Pengelolaan Sampah TPS3R
-
KAI Divre III Palembang dan PMI Kumpulkan 154 Kantong Darah Lewat Bakti Sosial