SuaraSumsel.id - Bulan Muharram kembali hadir sebagai pembuka tahun baru Hijriah.
Bagi umat Islam, bulan ini bukan hanya momentum pergantian waktu, tetapi juga peluang besar untuk memperbanyak amalan ibadah yang penuh pahala.
Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan di bulan ini adalah puasa Asyura, yaitu puasa pada tanggal 10 Muharram.
Puasa Asyura bukan sembarang puasa. Rasulullah saw menjelaskan bahwa orang yang melaksanakan puasa ini dengan niat yang ikhlas akan diampuni dosa-dosa kecil selama satu tahun sebelumnya.
Tak heran jika para ulama sejak dulu menganjurkan umat Muslim untuk tidak melewatkan kesempatan langka ini.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Qatadah ra, Rasulullah saw bersabda:
"Puasa Asyura dapat menghapus dosa satu tahun yang telah berlalu."
(HR Muslim)
Hadits ini menjadi dasar kuat disyariatkannya puasa Asyura sebagai bentuk cinta dan syukur kepada Allah SWT atas berbagai nikmat, sekaligus meneladani sunnah Rasulullah yang sangat mencintai ibadah di bulan ini.
Baca Juga: Era Baru UMKM Sumsel, Pelatihan AI Bantu Sultan Muda Kuasai Pemasaran Digital
Lebih dari itu, Rasulullah juga menganjurkan agar puasa Asyura diiringi dengan puasa Tasu'a (9 Muharram) atau 11 Muharram untuk membedakan diri dari kaum Yahudi yang juga menjalankan puasa pada 10 Muharram.
Ini menunjukkan semangat identitas dan keunikan ajaran Islam.
Bacaan Niat Puasa Asyura
Sebagaimana ibadah lainnya, puasa Asyura harus diawali dengan niat yang tulus karena Allah. Berikut adalah lafaz niat puasa Asyura dalam bahasa Arab dan artinya:
Niat Puasa Asyura (malam hari):
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ عَاشُورَاءَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma yaumi ‘Asyura sunnatan lillaahi ta‘aala
Artinya: Saya niat puasa Asyura, sunnah karena Allah Ta'ala.
Jika lupa berniat di malam hari, boleh berniat di pagi hari sebelum tergelincir matahari (zuhur) dengan niat seperti ini:
Niat Puasa Asyura (siang hari):
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا الْيَوْمِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma haadzal yaumi sunnatan lillaahi ta‘aala
Artinya: Saya niat puasa sunnah hari ini karena Allah Ta'ala.
Kapan Waktu Puasa Asyura?
Tahun 1447 H ini,
Puasa Tasua dan Asyura yang jatuh pada tanggal 9 dan 10 Muharam menjadi momentum spiritual yang sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk meraih limpahan pahala di awal tahun Hijriah.
Tahun ini, Tasua (9 Muharam) bertepatan pada Sabtu, 5 Juli 2025, sementara Asyura (10 Muharam) jatuh pada Minggu, 6 Juli 2025.
Kedua hari ini bukan hanya bernilai ibadah, tetapi juga sarat makna sejarah dan simbol pengampunan dari Allah SWT.
Rasulullah SAW sangat menganjurkan puasa di dua hari ini sebagai bentuk pembeda dari umat terdahulu dan bentuk syukur atas peristiwa-peristiwa besar yang terjadi pada Hari Asyura, seperti diselamatkannya Nabi Musa dari Firaun.
Dengan menunaikan puasa Tasua dan Asyura secara beriringan, umat Islam tidak hanya meneladani sunnah Rasul, tapi juga mengawali tahun baru Islam dengan amalan penuh keberkahan dan harapan akan pengampunan dosa selama setahun ke belakang.
Sebuah langkah kecil yang membawa dampak besar bagi kehidupan spiritual seorang Muslim.
Awali Tahun Baru Islam dengan Amalan Istimewa
Puasa Asyura bukan hanya tentang menahan lapar dan haus. Ia adalah bentuk syukur, penghapus dosa, dan tanda mengikuti jejak Rasulullah saw.
Dengan hanya satu hari puasa, Allah menjanjikan pengampunan dosa selama satu tahun — suatu kemuliaan yang sangat besar dari Tuhan Yang Maha Penyayang.
Jangan lewatkan amalan luar biasa ini.
Niatkan sejak malam hari, perbanyak dzikir dan doa saat puasa, serta manfaatkan momen Asyura sebagai awal tahun Hijriah yang lebih baik dan lebih dekat dengan Allah.
Tag
Berita Terkait
-
Puasa Asyura 1447 H: Ini Peristiwa Ajaib yang Terjadi di Hari ke-10 Muharram
-
Tahun Baru Islam Tiba, Ini 5 Hadits Shahih tentang Keutamaan Puasa Muharram
-
Catat Tanggalnya! Ini Jadwal dan Keutamaan Puasa Asyura, Tasua, dan Sunnah Muharam 2025
-
Catat Tanggalnya! Ini Jadwal Puasa Asyura 2025 dan Keutamaannya
-
Kapan Puasa Asyura? Berikut Jadwal, Niat dan Tata Caranya
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Apa Itu Etomidate? Zat yang Ditemukan Bersama 6.000 Pil Ekstasi di Palembang
-
Sengketa Pengawalan Truk CPO Berujung Bentrok Bersenjata, Ada Apa di Muara Lakitan?
-
Mengapa Dodi Reza Dipanggil Kejati? Fakta Baru Kasus Sungai Lalan Mulai Terungkap
-
Pria di Musi Rawas Tewas Diracun Selingkuhan dengan Sianida, Ini Kronologinya
-
Kilang Plaju Cetak Operator Scaffolding Bersertifikat, Dorong Kesiapan Tenaga Kerja Lokal