SuaraSumsel.id - Warga Desa Tanjung Marbu, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel), dikejutkan dengan tindakan kejam seorang ayah terhadap anak kandungnya sendiri.
Idham Alfarisi (43), tega merantai leher anaknya yang baru berusia 7 tahun di terali jendela rumah.
Peristiwa ini viral setelah rekaman video korban tersebar luas di media sosial. Warga yang menemukan korban pun tak kuasa menahan amarah atas tindakan sang ayah.
Berikut 5 fakta lengkap mengenai peristiwa menggemparkan yang menyita perhatian masyarakat Banyuasin dan warganet Indonesia:
1. Dirantai Gara-Gara Televisi Kotor
Insiden memilukan ini bermula dari hal sepele.
Saat pulang ke rumah, Idham Alfarisi mendapati televisi dalam keadaan kotor.
Diduga karena takut dimarahi, sang anak, MAN (7), mengaku bahwa dialah yang membuat televisi tersebut kotor — meskipun sebenarnya tidak.
Kesal dengan jawaban itu dan merasa kewalahan menghadapi tingkah laku anaknya yang aktif, pelaku nekat merantai leher anak kandungnya sendiri ke terali jendela.
Baca Juga: Jadi Dirut Bank Sumsel Babel, Ini 5 Fakta Menarik Harry Gale dan Tantangan Barunya
“Pelaku mengaku kesal karena korban sering utak-atik barang di rumah,” kata Kapolsek Rambutan, AKP Ledi, dikonfirmasi Suara.com, Selasa (24/6/2025).
2. Kondisi Rumah Sepi, Istri Sedang Bekerja
Aksi Idham dilakukan dalam kondisi rumah yang sepi. Istri pelaku sedang bekerja, sehingga di rumah hanya ada pelaku, korban, dan kakaknya yang masih duduk di kelas 4 SD.
Ironisnya, tindakan kejam itu dilakukan di siang hari, tanpa ada rasa khawatir akan diketahui orang lain.
Namun, jeritan pilu sang anak akhirnya memicu perhatian tetangga sekitar.
3. Teriakan Minta Tolong Jadi Awal Terbongkarnya Kasus
Berita Terkait
-
Guncangan Terasa di Rumah, BMKG: Gempa Banyuasin Akibat Aktivitas Sesar Lokal
-
Gempa M4,3 Guncang Banyuasin: Getaran Terasa hingga Palembang, Air Sungai Naik
-
Muba Dukung Legalisasi Sumur Rakyat, Tinggal Tunggu Restu Pemerintah Pusat
-
Bukan Ditolong! Truk Bawa Sembako Kecelakaan di Banyuasin Malah Dijarah, Sopir Kabur
-
Detik-detik Ambulans Sudah Pakai Sirine tapi Tetap Dihantam, Semua Penumpang Terluka
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kambang Iwak Diterjang Pohon Tumbang, Palembang Hadapi Ancaman Pohon Tua saat Musim Hujan
-
Membaca Jongot: Hutan Warisan Suku Musi yang Menawarkan Harapan di Tengah Krisis Iklim
-
Karhutla Sumsel Berulang, 43 Perusahaan Pemegang Konsesi Didorong Pulihkan Gambut, Siapa Mengawasi?
-
Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar
-
Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin