Namun di balik penampilannya yang terlihat jinak, ikan pari menyimpan potensi bahaya yang serius bagi manusia, terutama melalui sengatannya.
Sengatan ikan pari berasal dari duri tajam yang berada di ekornya. Duri ini mengandung racun yang bisa menyebabkan nyeri hebat, pembengkakan, hingga komplikasi serius jika tidak segera ditangani.
Biasanya, sengatan terjadi saat seseorang tidak sengaja menginjak ikan pari yang bersembunyi di dasar perairan dangkal, seperti pantai berpasir.
Gejala akibat sengatan ikan pari bisa muncul dalam hitungan menit, mulai dari rasa panas, nyeri menusuk, pusing, mual, hingga kesulitan bernapas.
Dalam kasus yang parah, racun dari duri ikan pari dapat memicu reaksi sistemik yang berbahaya seperti penurunan tekanan darah dan gangguan jantung.
Cara paling aman menghindari bahaya ikan pari adalah selalu waspada saat berjalan di perairan dangkal, gunakan alas kaki, dan seret kaki saat melangkah di dasar laut agar ikan pari bergerak menjauh.
Jika tersengat, segera bersihkan luka dengan air bersih, rendam area yang terkena dalam air panas (bukan mendidih), dan segera cari pertolongan medis.
Meskipun ikan pari bukan hewan agresif, perlindungan dan penanganan cepat sangat penting untuk mencegah bahaya serius dari sengatannya.
Jangan pernah menganggap remeh hewan laut ini saat berenang atau menyelam, terutama di perairan tropis yang menjadi habitat utamanya.
Baca Juga: Tragedi di Laut Babel: Nelayan Toboali Hilang, Perahu Ditemukan Terbalik
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?