SuaraSumsel.id - Di penghujung Mei 2025, Sumatera Selatan tak sekadar menari—ia menghidupkan sejarah lewat pesona budaya.
Program budaya Pesona Tepak Sumatera Selatan (PTSS) Jilid II kembali hadir, kali ini dengan panggung terbuka yang tak biasa yakni Lawang Borotan, pintu belakang ikonik Benteng Kuto Besak, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) yang menyimpan kisah pengasingan Sultan Mahmud Badaruddin II ke Ternate tahun 1821.
PTSS Jilid II akan digelar pada 31 Mei 2025, diselenggarakan oleh Yayasan Seni Dinda Bestari, dan didukung oleh Dana Indonesiana, LPDP, serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Program ini menjadi momentum penting dalam merawat sekaligus merayakan kekayaan seni tari sambut yang hidup di berbagai daerah Sumatera Selatan.
Tari Sambut Daerah Kembali ke Panggung Sejarah
Menurut Nurdin, pendiri Yayasan Seni Dinda Bestari, PTSS Jilid II akan menampilkan enam jenis tari sambut dari kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.
Tari sambut merupakan tarian tradisional yang biasanya ditampilkan dalam acara penyambutan tamu agung atau hajatan adat penting.
Kali ini, panggungnya bukan lagi sekadar gedung pertunjukan, melainkan ruang terbuka bersejarah yang menyatu dengan aliran Sungai Musi dan jejak kejayaan Kesultanan Palembang Darussalam.
"Jika pada tahun 2024 lalu kami menggelar PTSS Jilid I di Taman Budaya Jakabaring, maka tahun ini kami memilih Lawang Borotan yang sarat makna dan keindahan sebagai tempat pertunjukan," ujar Nurdin dalam siaran persnya, Kamis (29/5/2026).
Baca Juga: Bocah 7 Tahun di Muratara Diculik Gara-gara Utang Rp 8 Juta, Ini Fakta Lengkapnya
Enam Tari Sambut Daerah, Satu Pesan Persatuan Budaya
Berikut daftar enam tari sambut yang akan ditampilkan:
- Tari Gending Sriwijaya – Sumatera Selatan
- Tari Tepak Keraton – Kota Palembang
- Tari Sedulang Setudung – Kabupaten Banyuasin
- Tari Silampari Kayangan Tinggi – Kota Lubuk Linggau
- Tari Sebiduk Sehaluan – Kabupaten OKU Timur
- Tari Penguton – Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI)
Selain itu, acara juga akan dimeriahkan oleh Tari Cahaya Sriwijaya, sebuah tarian pembuka hasil garapan Sanggar Dinda Bestari yang menggambarkan kejayaan masa lampau kerajaan Sriwijaya.
Tak hanya tarian, seni sastra lisan berupa Senjang dari Kabupaten Musi Banyuasin juga akan hadir sebagai selingan, membawa nuansa naratif dalam bentuk syair yang menggugah.
Menyatukan 125 Seniman dan Puluhan Komunitas
Sebagai wujud nyata kolaborasi lintas sektor dalam pelestarian budaya, Pesona Tepak Sumatera Selatan Jilid II akan melibatkan tak kurang dari 125 seniman dari berbagai penjuru Sumatera Selatan.
Berita Terkait
-
Bocah 7 Tahun di Muratara Diculik Gara-gara Utang Rp 8 Juta, Ini Fakta Lengkapnya
-
Dompet Aman di Sumsel? Ini Perbandingan Biaya Hidup Antar Kota
-
Guncangan Terasa di Rumah, BMKG: Gempa Banyuasin Akibat Aktivitas Sesar Lokal
-
Gempa M4,3 Guncang Banyuasin: Getaran Terasa hingga Palembang, Air Sungai Naik
-
Sumsel Gulirkan Rp 3 Miliar per Desa lewat Koperasi Merah Putih, Ini 7 Sektor Usaha Unggulannya
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai
-
Pit Stop Tahap II 2026 Rampung, Kilang Plaju Perkuat Keandalan dan Ekonomi Lokal
-
BRI DPLK: Cara Siapkan Dana Pensiun Sejak Usia Produktif
-
5 Jurnalis Hilang di Krakatau, Jurnalis Sumsel Gelar Doa dan Ingatkan Pesan Saling Jaga
-
ISPU Palembang Belum Stabil, Kapan Anak TK-SMP Boleh Kembali ke Sekolah?