- Dugaan perundungan di PPDS Mata FK Unsri melibatkan beberapa mahasiswa satu angkatan, termasuk isu pungutan liar.
- Kementerian Kesehatan menghentikan sementara PPDS Mata Unsri di RSUP M. Hoesin untuk evaluasi menyeluruh.
- Unsri menjatuhkan sanksi dan membentuk Badan Anti-Perundungan sebagai respons terhadap kasus tersebut.
SuaraSumsel.id - Kasus dugaan perundungan di Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya membuka fakta yang mengejutkan. Korban perundungan dalam kasus ini disebut bukan hanya satu orang, melainkan berasal dari beberapa mahasiswa dalam satu angkatan yang sama.
Meski memang yang mengungkapkannya ke publik melalui akun media sosial instagram, ialah satu orang.
"Selain dugaan tekanan (perundungan) mengenai pungutan liar (pungli), masih akan kami (Universitas Sriwijaya) perdalam," ujar Kepala Humas Unsri Nurly Meilinda kepada Suara.com, Rabu (14/1/2026).
Pendidikan dokter spesialis dikenal memiliki beban akademik dan tanggung jawab klinis yang tinggi. Namun, struktur hierarkis yang kuat antara senior dan junior kerap menciptakan relasi kuasa yang timpang. Dalam situasi ini, praktik yang menyimpang sering kali dibungkus atas nama “tradisi” atau “pembentukan mental”.
Ketika tekanan tersebut melampaui batas akademik dan masuk ke ranah psikologis maupun finansial, mahasiswa junior berada pada posisi rentan. Ketakutan terhadap penilaian, kelulusan, hingga masa depan karier membuat banyak korban memilih diam.
Kasus PPDS Mata Unsri juga menyoroti celah pengawasan antara kampus dan rumah sakit pendidikan. Fakultas bertanggung jawab pada aspek akademik, sementara aktivitas klinis sehari-hari berlangsung di rumah sakit pendidikan.
Ruang abu-abu inilah yang kerap membuat praktik non-akademik luput dari pengawasan.
Situasi tersebut mendorong Kementerian Kesehatan mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara PPDS Mata Unsri yang diselenggarakan di RSUP M. Hoesin untuk kepentingan evaluasi menyeluruh.
Menanggapi temuan tersebut, Unsri telah menjatuhkan sanksi kepada pihak-pihak yang terbukti terlibat, mulai dari surat peringatan keras tingkat dua (SP2) hingga penundaan wisuda. Kampus juga menerbitkan larangan seluruh bentuk kegiatan yang berpotensi mengarah pada perundungan.
Baca Juga: Gebyar Kredit Serbaguna Bank Sumsel Babel, Ajukan Kredit Langsung Bawa Pulang Hadiah
Selain itu, Unsri membentuk Badan Anti-Perundungan, menerapkan audit keuangan berkala dan mendadak, serta mewajibkan penandatanganan Fakta Integritas Anti-Perundungan bagi mahasiswa baru maupun residen senior. Sanksi berat hingga pemberhentian atau drop out disiapkan bagi pelaku kekerasan.
Fakta bahwa korban berasal dari satu angkatan memperkuat dorongan agar penanganan kasus tidak berhenti pada sanksi individu. Evaluasi sistemik terhadap pendidikan dokter spesialis menjadi tuntutan yang semakin menguat, termasuk penguatan pengawasan, transparansi mekanisme pengaduan, dan perlindungan bagi pelapor.
Kasus PPDS Mata Unsri kini menjadi cermin bagi dunia pendidikan medis nasional. Publik menanti apakah momentum ini akan melahirkan perubahan nyata, atau kembali berlalu sebagai persoalan yang tenggelam setelah sorotan mereda.
Tag
Berita Terkait
-
Kasus PPDS Mata Unsri Berujung Sanksi Tunda Wisuda, Audit Keuangan hingga Fakta Integritas
-
PPDS Mata Unsri Dihentikan Kemenkes, Mahasiswa Lain di RSUP M Hoesin Masih Bisa Lanjut?
-
7 Fakta di Balik Distopnya PPDS Mata Unsri, Dugaan Pungli hingga Beban Mental Mahasiswa
-
PPDS Mata Unsri Distop, Dugaan Pungli Berujung Sanksi dan Sorotan Tekanan Mental
-
7 Fakta Terbaru Kasus Dugaan Bullying Senior ke Junior PPDS Unsri yang Bikin Heboh Publik
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Biaya Kuliah Unsri 2026 Terbaru, Kedokteran Tembus Rp200 Juta, Jurusan Lain Berapa?
-
5 Pertanyaan yang Wajib Ditanyakan saat Survei SD Swasta di Palembang, Jangan Hanya Lihat Gedungnya
-
Empat Hari Hilang, Wanita Muara Enim Ditemukan Tewas Dibakar Mantan Pacar, Ini Kronologinya
-
10 Jurusan dengan UKT Termahal di Unsri 2026, Fakultas Kedokteran Berapa?
-
Bank Sumsel Babel Tebar Berkah Idul Adha, Salurkan Hewan Kurban untuk Masyarakat Sumsel dan Babel