SuaraSumsel.id - Seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun berinisial AKR menjadi korban penculikan di Dusun II, Desa Maur Lama, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan.
Pelaku, H (30), menculik AKR sebagai jaminan agar orangtua korban melunasi utang sebesar Rp8 juta.
Pada saat kejadian berlangsung, AKR sedang bermain di halaman rumah dengan riang, tak jauh dari pengawasan ibunya yang tengah berada di dalam rumah.
Namun, ketika sang ibu keluar setelah beberapa saat, ia terkejut karena mendapati anaknya sudah tidak berada di tempat semula.
Kekhawatiran segera menyelimuti hati sang ibu ketika seorang tetangga memberi tahu bahwa mereka sempat melihat seorang pria yang mengenakan pakaian serba hitam membawa pergi AKR.
Pria tersebut ternyata bukan orang asing bagi keluarga korban, karena sebelumnya pernah datang ke rumah mereka.
Tidak lama setelah itu, pelaku menghubungi ibu korban melalui telepon dan mengancam dengan meminta pelunasan utang sebagai syarat agar anaknya dapat dikembalikan dengan selamat.
Situasi yang menegangkan ini membuat keluarga dan warga sekitar segera bergerak untuk mencari jalan keluar agar AKR bisa ditemukan dan dipulangkan tanpa kurang suatu apa.
Upaya Penyelamatan
Baca Juga: Dompet Aman di Sumsel? Ini Perbandingan Biaya Hidup Antar Kota
Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 25 Mei 2025, sekitar pukul 11.00 WIB, saat suasana di lingkungan sekitar masih relatif tenang dan aktivitas warga tengah berlangsung seperti biasa.
Setelah menyadari anaknya hilang dan menerima ancaman dari pelaku, ibu korban segera mengambil langkah cepat dengan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Muratara.
Mendapatkan laporan tersebut, pihak kepolisian langsung bergerak melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap keberadaan pelaku dan memastikan keselamatan AKR.
Berkat kerja sama yang baik antara aparat kepolisian dan masyarakat setempat, penyelidikan yang dilakukan sepanjang hari berhasil mengarah pada sebuah rumah yang diduga menjadi tempat pelaku bersembunyi.
Pada Minggu sore, sekitar pukul 17.00 WIB, tim polisi mendatangi lokasi tersebut dengan penuh kehati-hatian dan berhasil menemukan AKR dalam kondisi selamat.
Namun sayangnya, pelaku berhasil melarikan diri sebelum sempat ditangkap, sehingga penyelidikan dan pengejaran terhadapnya terus dilakukan guna memastikan pelaku dapat segera dibawa ke proses hukum.
Berita Terkait
-
Dompet Aman di Sumsel? Ini Perbandingan Biaya Hidup Antar Kota
-
Guncangan Terasa di Rumah, BMKG: Gempa Banyuasin Akibat Aktivitas Sesar Lokal
-
Gempa M4,3 Guncang Banyuasin: Getaran Terasa hingga Palembang, Air Sungai Naik
-
Sumsel Gulirkan Rp 3 Miliar per Desa lewat Koperasi Merah Putih, Ini 7 Sektor Usaha Unggulannya
-
ASN Wajib Tahu! Ini Ragam Keuntungan Pinjaman Bank Sumsel Babel untuk Masa Depan Finansialmu
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
Terkini
-
PPDS Mata Unsri Dihentikan Kemenkes, Mahasiswa Lain di RSUP M Hoesin Masih Bisa Lanjut?
-
10 Cafe 24 Jam di Palembang 2026 untuk Begadang & Kerja Malam, Lengkap Lokasi dan Rute
-
7 Fakta di Balik Distopnya PPDS Mata Unsri, Dugaan Pungli hingga Beban Mental Mahasiswa
-
PPDS Mata Unsri Distop, Dugaan Pungli Berujung Sanksi dan Sorotan Tekanan Mental
-
7 Fakta Dugaan Bullying PPDS Mata RSMH, Kemenkes Bakal Sampai Setop Program