- Kementerian Kesehatan menghentikan sementara PPDS Ilmu Kesehatan Mata Unsri karena adanya dugaan perundungan terhadap mahasiswa junior.
- Keputusan penghentian bersifat sementara di RSUP M Hoesin Palembang sambil menunggu evaluasi dan perbaikan internal selesai.
- Program Pendidikan Dokter Spesialis lainnya di Unsri dan rumah sakit pendidikan sekitar tetap berjalan normal tanpa terdampak penghentian tersebut.
SuaraSumsel.id - Penghentian sementara Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri) oleh Kementerian Kesehatan memunculkan tanda tanya di kalangan mahasiswa kedokteran.
Tidak sedikit yang bertanya, apakah keputusan ini berdampak pada peserta PPDS lain yang sedang menjalani pendidikan di RSUP M Hoesin Palembang.
Langkah penghentian tersebut diambil menyusul temuan dugaan perundungan terhadap mahasiswa junior yang memicu evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan PPDS Mata Unsri. Meski demikian, pihak kampus memastikan kebijakan itu tidak serta-merta menghentikan seluruh aktivitas pendidikan dokter spesialis di rumah sakit rujukan utama Sumatera Selatan tersebut.
Pihak Universitas Sriwijaya menegaskan bahwa penghentian Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kesehatan Mata bersifat sementara dan dilakukan tanpa batas waktu tertentu, sambil menunggu proses pembenahan dan evaluasi internal dinyatakan selesai.
Langkah ini diambil sebagai ruang koreksi agar sistem pendidikan dapat kembali berjalan sesuai prinsip akademik dan terbebas dari praktik perundungan.
Kepala Humas Unsri Nurly Meilinda menjelaskan bahwa selama masa penghentian tersebut, kampus bersama pihak rumah sakit diminta melakukan berbagai perbaikan internal. Upaya itu meliputi penegakan disiplin, pengawasan terhadap kegiatan non-akademik, serta penguatan sistem pencegahan agar kasus serupa tidak terulang di kemudian hari.
Nurly memastikan bahwa kebijakan penghentian tersebut hanya berlaku untuk PPDS Mata Unsri di RSUP M Hoesin. Sementara itu, program PPDS lainnya, baik yang berlangsung di RSUP M Hoesin maupun di rumah sakit pendidikan lain di Palembang dan wilayah Sumatera Selatan, tetap berjalan seperti biasa.
"Hanya yang di RSMH Palembang, di sejumlah rumah sakit lainnya masih belajar. Di FK Unsri Madang, juga masih belajar," ujarnya kepada Suara.com, (14/1/2026).
Dengan demikian, mahasiswa PPDS dari bidang keilmuan lain tidak terdampak langsung oleh kebijakan penghentian tersebut. Seluruh aktivitas pendidikan, pelayanan medis, dan pembelajaran klinis bagi peserta PPDS lain tetap dilanjutkan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Baca Juga: Ketika Dua Wakil Sumsel Berbeda Nasib: Pekan Krusial Sriwijaya FC dan Sumsel United
Sebagai tindak lanjut kasus dugaan perundungan, Unsri juga telah menjatuhkan sanksi internal kepada pihak-pihak yang terbukti terlibat. Selain itu, Fakultas Kedokteran Unsri menerbitkan kebijakan yang melarang segala bentuk kegiatan yang berpotensi mengarah pada perundungan, sekaligus memperkuat mekanisme pengawasan dan pelaporan di lingkungan pendidikan.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan di satu program studi, tetapi juga menjadi peringatan keras agar praktik serupa tidak terjadi di program PPDS lainnya.
Meski nasib mahasiswa PPDS lain dipastikan tidak terdampak, publik masih menanti kejelasan lebih lanjut mengenai kapan PPDS Mata Unsri akan kembali dibuka serta standar dan persyaratan yang harus dipenuhi sebelum aktivitas pendidikan dapat dilanjutkan.
Kasus ini menjadi refleksi bahwa kualitas pendidikan dokter spesialis tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik, tetapi juga oleh sejauh mana institusi mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat secara mental, dan manusiawi bagi para calon tenaga medis.
Tag
Berita Terkait
-
7 Fakta di Balik Distopnya PPDS Mata Unsri, Dugaan Pungli hingga Beban Mental Mahasiswa
-
PPDS Mata Unsri Distop, Dugaan Pungli Berujung Sanksi dan Sorotan Tekanan Mental
-
7 Fakta Dugaan Bullying PPDS Mata RSMH, Kemenkes Bakal Sampai Setop Program
-
7 Fakta Terbaru Kasus Dugaan Bullying Senior ke Junior PPDS Unsri yang Bikin Heboh Publik
-
Bayar Kuliah hingga Tiket Pesawat, Permintaan Dokter Senior Diduga Tekan Junior PPDS Unsri
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Iran Hancurkan Radar FP132 AS di Qatar, Amerika Kini 'Buta' dari Serangan Rudal Balistik?
-
Prabowo Siap Terbang ke Teheran, Damaikan Perang AS-Israel Vs Iran
-
AS dan Israel Bom Sekolah Khusus Putri di Iran, 36 Siswi Tewas
-
Pernyataan Resmi Kemlu RI soal Serangan AS-Israel ke Iran: Indonesia Siap Fasilitasi Dialog
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
Terkini
-
Alex Noerdin Meninggal Hingga ke Roblox, Warga Berkumpul di Bundaran Sekayu Versi Virtual
-
EcoGrow Mom PTBA Dorong Pemberdayaan Perempuan Lewat Urban Farming di Tanjung Karangan
-
Kilang Pertamina Plaju Pastikan Pasokan Energi Aman Saat Satgas RAFI 1447 H, Perkuat SDM dan HSSE
-
Jadwal Imsak Palembang 27 Februari 2026: Waktu Sahur & Buka Puasa Lengkap
-
Ricuh di Musi Rawas! Kantor Lurah Pasar Muara Beliti Diserbu Warga, Ini Pemicunya