SuaraSumsel.id - Aroma pungli di pusat perdagangan legendaris Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) kembali tercium.
Sejumlah pedagang di Pasar 16 Ilir, salah satu pasar tradisional terbesar di Sumatera Selatan, mengaku dipungut uang harian oleh oknum Ketua RT 01 berinisial AS tanpa karcis resmi dari pemerintah.
Praktik ini disebut telah berlangsung cukup lama dan meresahkan para pedagang kecil yang bergantung hidup di lokasi tersebut.
Beberapa pedagang yang enggan disebutkan namanya karena khawatir mengalami intimidasi, menyampaikan bahwa mereka diminta membayar uang sebesar Rp2.000 per hari oleh AS.
Uang itu disebut-sebut sebagai “biaya kebersihan” atau “uang sampah,” namun tidak ada bukti karcis retribusi atau surat keterangan resmi dari instansi pemerintah.
"Kalau kami tidak bayar, kami takut dilarang berjualan lagi. Kami tidak tahu harus lapor ke siapa. Sudah biasa seperti ini setiap hari,” ungkap seorang pedagang sayuran.
Ia menyebut, bukan hanya dirinya yang membayar, tapi semua pedagang di lokasi yang sama turut diminta menyetor uang dengan alasan yang sama.
Hal serupa juga diungkapkan oleh pedagang lain yang menyatakan bahwa jumlah pedagang yang ditarik setoran tanpa karcis oleh oknum Ketua RT tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 300 orang.
“Sudah seperti kewajiban yang tidak bisa ditolak. Kalau mau aman dagang, ya harus ikut saja. Mau bagaimana lagi?” katanya pasrah.
Baca Juga: Harus Rela Tertunda, Jemaah Haji Asal OKU Gagal Berangkat karena Hamil Muda
Jika dihitung secara kasar, dengan 300 pedagang yang membayar Rp2.000 per hari, jumlah pungli yang didapat AS bisa mencapai Rp600.000 setiap hari, atau sekitar Rp18 juta per bulan, semuanya tanpa melalui mekanisme retribusi pasar resmi.
Situasi ini menimbulkan keprihatinan dari berbagai kalangan, termasuk pegiat antikorupsi di Palembang.
Mereka menilai praktik pungutan liar semacam ini bisa merusak kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan pasar tradisional, sekaligus memperburuk kesejahteraan pedagang kecil yang sudah terjepit dengan tingginya biaya hidup dan sepinya pembeli.
Warga dan pedagang berharap agar aparat penegak hukum dan pemerintah kota segera turun tangan untuk menyelidiki dugaan pungli ini secara tuntas.
“Kami cuma ingin berdagang dengan tenang. Kalau ada pungutan, seharusnya resmi dan jelas tujuannya,” ujar salah satu pedagang.
Suara.com masih mengupayakan konfirmasi kepada pihak Pemerintah Kota Palembang maupun dari oknum Ketua RT yang disebut dalam laporan pedagang.
Berita Terkait
-
Harus Rela Tertunda, Jemaah Haji Asal OKU Gagal Berangkat karena Hamil Muda
-
Harga Emas di Palembang Turun Saat Libur Panjang, Pedagang Ungkap Penyebabnya
-
Jamaah Kloter I Embarkasi Palembang Mulai Tinggalkan Madinah, Bergerak ke Makkah
-
Rawan! Lampu Merah Parameswara Jadi Sarang Pemalak, Warga Minta Polisi Bertindak
-
Sopir Angkutan Feeder Palembang Belum Gajian, PT TGM Akui Tunggakan Rp1 Miliar
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Harga Emas di Palembang Naik ke Rp16,6 Juta per Suku, Warga Dipengaruhi Tren Pasar
-
Sumsel Sepekan: Puluhan Ribu Jamaah Putihkan Palembang dalam Puncak Ziarah Kubro 2026
-
Inflasi Sumsel Masih Aman, Tapi Warga Mulai Merasakan Perubahan Harga
-
Gedung FPI Sumsel Diresmikan, Sinyal Peran Baru FPI di Ruang Publik Palembang
-
7 Bedak Tabur HD untuk Tampilan Wajah Mulus di Depan Kamera