Tasmalinda
Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:30 WIB
harga karet Sumatera Selatan mulai kembali naik,
Baca 10 detik
  • Harga karet KKK 100 persen di Sumatera Selatan mencapai Rp39.523 per kilogram pada Kamis, 13 Agustus 2026.
  • Kenaikan harga tersebut dipicu oleh penguatan SGX-Sicom serta pergerakan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
  • Sekjen Apkarindo Sumsel menyatakan peluang harga menembus level Rp40 ribu per kilogram semakin terbuka jika tren berlanjut.

SuaraSumsel.id - Setelah lama bergerak fluktuatif, harga karet di Sumatera Selatan kembali menunjukkan tren penguatan. Pada perdagangan Kamis, 13 Agustus 2026, harga karet dengan kadar karet kering (KKK) 100 persen tercatat mencapai Rp39.523 per kilogram, hanya terpaut sekitar Rp477 dari level psikologis Rp40 ribu per kilogram.

Kenaikan ini menjadi kabar yang mulai menarik perhatian petani. Pasalnya, harga karet naik Rp365 per kilogram dibandingkan sehari sebelumnya yang berada di angka Rp39.158 per kilogram.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) Sumatera Selatan, H. Rudi Arpian, mengatakan penguatan harga pada pertengahan pekan menunjukkan momentum positif yang semakin solid. Menurutnya, jika tren tersebut berlanjut pada perdagangan berikutnya, peluang harga karet menembus Rp40 ribu per kilogram semakin terbuka.

Kenaikan harga karet kali ini didorong oleh penguatan harga SGX-Sicom dari 220,8 menjadi 222,2 US cent per kilogram. Sementara itu, kurs rupiah juga bergerak dari Rp17.735 menjadi Rp17.787 per dolar AS.

Berdasarkan perhitungan menggunakan kurs rupiah, harga karet KKK 100 persen mencapai Rp39.523 per kilogram.

Pola Pergerakan Harga Mulai Menunjukkan Tren Positif

Pergerakan harga sepanjang pekan ini membentuk pola yang cukup menarik. Setelah mengalami koreksi pada Selasa, harga kembali bangkit pada Rabu dan melanjutkan penguatan pada Kamis.

Tren tersebut menjadi sinyal bahwa pasar mulai bergerak ke arah yang lebih positif setelah sebelumnya mengalami fluktuasi.

Bagi petani, angka Rp40 ribu per kilogram bukan sekadar nominal. Level tersebut dianggap sebagai batas psikologis yang dapat meningkatkan optimisme, terutama di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor perkebunan.

Baca Juga: Beruang Liar Ngamuk di Muratara, Dua Petani Karet Diserang Berturut-turut

Harga di Tingkat Pabrik Berbeda Sesuai Kadar Karet

Harga karet yang beredar di pasar juga bergantung pada kadar karet kering yang dimiliki petani. Berikut rincian harga karet berdasarkan KKK di tingkat pabrik:

KKK 70 persen: Rp27.666 per kilogram
KKK 60 persen: Rp23.714 per kilogram
KKK 50 persen: Rp19.762 per kilogram
KKK 40 persen: Rp15.809 per kilogram
KKK 30 persen: Rp11.857 per kilogram

Namun, harga tersebut belum termasuk biaya produksi yang dikeluarkan petani.

Rudi Arpian mengingatkan bahwa menjaga mutu bahan olah karet (bokar) tetap menjadi faktor penting agar petani mendapatkan harga jual yang lebih baik.

Sebab, kenaikan harga di pasar tidak selalu berdampak sama bagi seluruh petani. Kualitas karet tetap menjadi salah satu penentu utama dalam menentukan nilai jual di tingkat pabrik.

Load More