SuaraSumsel.id - Setelah sempat menjadi buronan aparat penegak hukum, Wita Anggraini (27), warga Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel) akhirnya berhasil diringkus oleh Unit Pidana Khusus (Pidsus) Satreskrim Polrestabes Palembang.
Penangkapan ini menjadi titik terang atas kasus penipuan yang meresahkan warga, khususnya mereka yang tengah berharap mendapat pekerjaan di PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional III Palembang.
Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihhartono didampingi Kasat Reskrim AKBP Andrie Setiawan, menjelaskan kronologi penangkapan serta modus kejahatan yang digunakan oleh Wita.
Menurut keterangan Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono, tersangka Wita Anggraini berhasil memperdaya puluhan k
orban dengan modus yang terbilang licik namun efektif. Ia mengaku sebagai staf keuangan di PT KAI Divre III Palembang dan dengan penuh percaya diri menjanjikan kepada para korban bahwa dirinya memiliki akses dan kekuasaan untuk meloloskan mereka sebagai karyawan di perusahaan tersebut.
Iming-iming pekerjaan tetap di perusahaan BUMN ternama seperti PT KAI tentu menjadi godaan besar, terutama bagi para pencari kerja yang sedang berada dalam kondisi ekonomi sulit. Namun, janji tersebut tidak datang cuma-cuma.
Setiap calon korban diminta menyerahkan uang sebesar Rp5 juta dengan alasan sebagai "biaya administrasi" yang konon diperlukan untuk memproses penerimaan kerja.
Fakta di lapangan justru sebaliknya: tersangka sama sekali bukan pegawai PT KAI, melainkan mantan tenaga honorer di PT PLN yang telah lama tidak bekerja.
Penipuan ini semakin menyakitkan karena dilakukan dengan membangun kepercayaan dan menyentuh harapan para korban, yang akhirnya hanya mendapatkan kekecewaan dan kerugian finansial.
Lebih jauh, pihak kepolisian mencatat hingga kini terdapat 26 orang yang menjadi korban dalam kasus ini, meskipun baru 11 korban yang resmi membuat laporan ke Polrestabes Palembang.
Baca Juga: Masalah Parkir Tak Kunjung Selesai, Palembang Makin Semrawut
Dari laporan yang masuk, total kerugian ditaksir mencapai Rp55 juta.
Yang lebih memprihatinkan, korban-korban Wita berasal dari kalangan masyarakat yang benar-benar berharap bisa mendapat pekerjaan tetap, sehingga rela menggadaikan barang berharga demi membayar uang yang diminta.
Namun, alih-alih mendapatkan pekerjaan impian, mereka hanya menerima janji palsu dan hilangnya uang secara sia-sia.
“Setelah uang diserahkan, tidak ada tindak lanjut dari pelaku. Tidak ada panggilan kerja, tidak ada surat resmi, bahkan lowongan pun tidak pernah benar-benar ada. Uang yang terkumpul ternyata langsung digunakan untuk kebutuhan pribadi oleh tersangka,” tambah Harryo.
Tersangka Wita sendiri dalam pengakuannya mengatakan bahwa aksinya itu dilakukan karena alasan ekonomi. Ia menyebut berhenti bekerja usai menikah, dan sejak saat itu mengalami kesulitan finansial.
“Terpaksa saya lakukan, karena tidak punya penghasilan. Saya berhenti kerja waktu menikah. Uangnya saya pakai untuk makan dan kebutuhan sehari-hari,” kata Wita singkat di hadapan awak media.
Berita Terkait
-
Masalah Parkir Tak Kunjung Selesai, Palembang Makin Semrawut
-
Rebutan Surat Tanah, Nenek 103 Tahun Dilempar Kaleng Roti oleh Anaknya Sendiri
-
Sinergi PTBA dan Masyarakat Hijaukan Lingkungan dalam Aksi Penanaman Pohon
-
Panduan SPMB SMP Palembang 2025: Jadwal dan Jalur Masuk, Orang Tua Wajib Tahu
-
Sidak Kawasan Pasar 16, Ratu Dewa Curigai Pol PP 'Masuk Angin' Terima Setoran
Terpopuler
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
Terkini
-
Chandra Asri Group Hadirkan Akses Air Bersih Bagi Masyarakat Bengkulu Melalui Pembangunan Sumur Bor
-
Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti
-
Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia
-
Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi
-
Ketika Membeli Pembalut Harus Berhemat, Perempuan Marginal Palembang Hadapi Risiko Kesehatan