SuaraSumsel.id - Keresahan melanda warga Perumahan Tanjung Barangan Asri, Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang. Sumatera Selatan (Sumsel).
Bukan tanpa alasan, akses utama keluar masuk kompleks yang dihuni sekitar 60 kepala keluarga (KK) terhalang oleh panggung acara milik Toko Murah Nian yang berdiri tepat di samping gerbang utama perumahan.
Panggung tersebut dibangun dalam rangka menyambut Hari Kartini namun justru memunculkan kekhawatiran serius dari warga.
Salah satu warga, Edwar, menuturkan bahwa keberadaan panggung itu menyulitkan pandangan warga saat hendak keluar atau masuk menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Jarak pandang kami benar-benar terhalang. Kalau mobil dari arah luar kencang, bisa-bisa kecelakaan terjadi,” keluhnya, Jumat (18/4/2025).
Bukan hanya Edwar, sejumlah warga lain seperti Rizki, Adhan Fajri, Dodis, hingga Bambang Abdillah menyuarakan keresahan yang sama melalui grup WhatsApp warga.
Mereka menilai keberadaan panggung dan mobil-mobil yang parkir sembarangan di sekitar toko memperparah situasi lalu lintas yang sudah padat.
“Usaha boleh, tapi jangan sampai membahayakan keselamatan orang lain,” ujar Dodis menanggapi kondisi yang sudah berlangsung berulang kali, terutama saat Toko Murah Nian menggelar Bazar Ramadan atau event-event besar lainnya.
Sedangkan Adhan Fajri, salah satu warga Perumahan Tanjung Barangan Asri yang akrab disapa Dadang, menyampaikan bahwa keresahan warga terhadap keberadaan panggung acara milik Toko Murah Nian bukanlah hal baru.
Baca Juga: Antre Sejak Subuh, Warga Sumsel Berburu Pertalite dan Solar Langka
Menurutnya, aktivitas serupa telah terjadi berulang kali dan selalu menimbulkan potensi bahaya bagi penghuni perumahan.
Ia menuturkan, setiap kali toko tersebut mendirikan tenda atau panggung untuk menggelar acara, situasi yang membahayakan keselamatan warga selalu terjadi.
“Kalau kami pribadi, memang benar itu membahayakan, bukan sekali ini saja, setiap pasang tenda kondisinyo seperti itu,” keluh Dadang menegaskan bahwa gangguan terhadap jarak pandang dan akses jalan bukan hanya kejadian insidental melainkan pola yang terus berulang tanpa solusi jelas.
Kekhawatiran ini diamini oleh warga lainnya, Dodis, yang juga mengecam cara Toko Murah Nian menjalankan usahanya.
Menurut Dodis, salah satu warga Perumahan Tanjung Barangan Asri, menjalankan usaha merupakan hak setiap orang dan aktivitas yang sah dalam perekonomian, namun tetap harus dibarengi dengan kesadaran sosial serta tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.
Ia menegaskan bahwa kegiatan bisnis, sekecil apapun skalanya, tidak boleh mengorbankan aspek keselamatan maupun kenyamanan warga yang telah menetap dan menjalani kehidupan sehari-hari di lingkungan tersebut.
Berita Terkait
-
Antre Sejak Subuh, Warga Sumsel Berburu Pertalite dan Solar Langka
-
Harga Emas di Palembang Tembus Rp 11 Juta per Suku, Calon Pengantin Panik
-
Eks Teller BNI Palembang Gelapkan Rp5,2 Miliar demi Umroh, Uang Nasabah Raib
-
Cemburu Buta, Polisi di Palembang Aniaya Mantan dan Arahkan Pistol ke Warga
-
TKA SPMB SMA 2025 Sumsel Diminta Dihapus! Ini Alasan Ombudsman
Terpopuler
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
Operasi Hitung Bilangan Bulat Positif dan Negatif: Aturan Mudah yang Wajib Dikuasai
-
Usai Haji Halim Ali Wafat, Kejati Umumkan Status Kasus Tol Betung-Tempino
-
7 Fakta Prosesi Pemakaman Kemas Haji Abdul Halim Ali di Palembang
-
Saatnya Berkarya 2026! Bank Sumsel Babel Kick Off Kompetisi Karya Jurnalistik untuk Insan Media
-
Cara Membulatkan Bilangan ke Satuan, Puluhan, dan Ratusan Terdekat