Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kota telah membentuk tim pemantau yang dipimpin langsung oleh Sekda Aprizal Hasyim, dan terdiri dari unsur Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Inspektorat, serta lembaga terkait lainnya.
“Kita lihat dulu tingkat kesalahannya. Kemudian setelah klarifikasi dari tim baru bisa kita proses,” ujar Ratu Dewa dengan nada serius.
Langkah tegas yang diambil Wali Kota Ratu Dewa dalam membentuk tim pemantau disiplin kerja bukan sekadar simbol administratif semata. Ini adalah cerminan nyata dari komitmen kepemimpinannya untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang profesional, bertanggung jawab, dan berintegritas.
Namun yang membedakan, pendekatan ini tak bersandar pada sanksi semata, melainkan tetap memberi ruang bagi keadilan dan proses klarifikasi yang manusiawi.
Ratu Dewa tampaknya memahami betul bahwa membangun etos kerja pasca-libur panjang membutuhkan kombinasi antara ketegasan dan empati. Karena itu, dalam suasana penuh haru pasca-Lebaran, ia mengajak seluruh ASN dan Non ASN di lingkungan Pemkot Palembang untuk kembali bekerja dengan energi dan semangat baru.
Seruan itu tak sekadar formalitas, tapi menjadi ajakan tulus untuk menumbuhkan kembali semangat kolektif dalam melayani masyarakat.
"Mari kita jadikan momentum Idul Fitri ini untuk memperkuat integritas, semangat pelayanan, dan kerja ikhlas demi kemajuan Kota Palembang yang kita cintai bersama,” ujarnya,
Sebuah pengingat bahwa aparatur negara bukan sekadar pekerja birokrasi, tapi ujung tombak harapan rakyat di garis terdepan pelayanan publik.
Baca Juga: Waswas! Tarif AS Ancam Masa Depan Ekspor Karet Sumsel
Berita Terkait
-
Waswas! Tarif AS Ancam Masa Depan Ekspor Karet Sumsel
-
Tito Karnavian Jongkok Gosok Lantai Kambang Iwak, Aksi Mengejutkan Saat Teken Prasasti Renovasi
-
Sumsel Gaspol Lumbung Pangan Nasional, Herman Deru Cegah Alih Fungsi Lahan
-
Modus Cinta di Medsos: Gadis Cirebon Diperkosa dan Dirampok di Hutan Empat Lawang
-
Diskotik Bekas Lokalisasi Kampung Baru Palembang Kembali Jadi Sarang Narkoba?
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Perubahan Nasib Iwan Tuaji dalam 15 Bulan: Dilantik Jadi Wabup, Kini Ditahan
-
FESyar Sumatera 2026 Hadir di Palembang, Ada 122 UMKM Halal dan Tabligh Akbar Habib Syech
-
Proyek Rp10 Miliar, Fee Rp1 Miliar dan Uang Rp436 Juta: Ini Temuan Kejati dalam Kasus Iwan Tuaji
-
Kejati Tetapkan Iwan Tuaji Tersangka, Dugaan Fee Rp1 Miliar dari Proyek Rp10 Miliar Terungkap
-
Saat Diperiksa Kejati, Perjalanan Harta Iwan Tuaji Ikut Jadi Sorotan: Dari Rp50 Juta ke Rp6,7 Miliar