SuaraSumsel.id - Palembang kembali diguncang oleh polemik dunia hiburan malam. Darma Agung (DA) Club 41 yang sebelumnya telah resmi ditutup pada Januari 2025, ternyata masih beroperasi.
Fakta ini mencuat ke publik setelah insiden penusukan brutal yang terjadi di area parkir klub pada awal April 2025 yang menimbulkan pertanyaan besar tentang bagaimana tempat hiburan legend bisa tetap berjalan meskipun izinnya telah dicabut.
Izin Dicabut, Tapi Kenapa Masih Beroperasi?
Darma Agung Club 41 sebelumnya masuk dalam daftar tempat hiburan malam yang ditutup oleh Pemerintah Kota Palembang pada medio Januari 2025.
Penutupan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam menertibkan tempat hiburan yang dinilai sering bermasalah, baik dari segi keamanan hingga peredaran narkoba.
Beberapa faktor utama yang menyebabkan DA Club 41 ditutup di antaranya adalah laporan mengenai dugaan peredaran narkoba, tindak kriminal yang sering terjadi di sekitar area klub, serta juga ketidakpatuhan terhadap peraturan operasional tempat hiburan malam.
Namun, meski telah dinyatakan ditutup secara resmi, nyatanya klub tersebut tetap beroperasi secara diam-diam.
Hal ini menimbulkan dugaan bahwa ada oknum tertentu yang bermain di balik layar untuk melancarkan aktivitasnya.
Pengelola DA Club 41 diduga menggunakan berbagai cara untuk menghindari pengawasan dari pihak berwenang, seperti hanya membuka operasional di jam-jam tertentu, menggunakan akses khusus serta apakah mungkin bekerja sama dengan pihak-pihak tertentu.
Baca Juga: Herman Deru Pulang Kampung, Halal Bihalal di OKU Timur Penuh Keakraban
Keberadaan DA Club 41 yang masih beroperasi diam-diam mulai mencuat setelah insiden penusukan yang terjadi pada 3 April 2025.
Peristiwa yang menimpa seorang tukang parkir bernama Ismail itu membuka mata masyarakat bahwa tempat hiburan tersebut ternyata masih menerima pengunjung seperti biasa, bahkan di tengah statusnya yang seharusnya sudah tidak beroperasi.
Setelah insiden itu, pihak kepolisian pun mulai menyelidiki lebih dalam terkait status operasional klub malam tersebut.
Beberapa saksi menyebutkan bahwa klub tersebut masih sering ramai dikunjungi, terutama pada dini hari, dengan pengamanan ekstra ketat.
Kondisi ini memicu kecurigaan adanya yang bermain dalam keberlanjutan operasional DA Club 41.
Banyak pihak menduga bahwa ada praktik suap atau kerja sama ilegal yang memungkinkan klub tersebut tetap berjalan tanpa tersentuh oleh razia dan penindakan hukum.
Tag
Berita Terkait
-
Herman Deru Pulang Kampung, Halal Bihalal di OKU Timur Penuh Keakraban
-
Pasca Penusukan Sadis, Izin Operasional DA Club 41 Palembang Dipertanyakan
-
Detik-Detik Kecelakaan Maut di Lahat: Satu Keluarga Tewas Saat Hendak Silaturahmi
-
Silaturahmi Idul Fitri Berujung Jambret, IRT di Palembang Kehilangan Kalung Emas Rp 26 Juta
-
Silaturahmi Berujung Duka: Tiga Orang Tewas dalam Kecelakaan Tragis di Lahat
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Biaya Kuliah Unsri 2026 Terbaru, Kedokteran Tembus Rp200 Juta, Jurusan Lain Berapa?
-
5 Pertanyaan yang Wajib Ditanyakan saat Survei SD Swasta di Palembang, Jangan Hanya Lihat Gedungnya
-
Empat Hari Hilang, Wanita Muara Enim Ditemukan Tewas Dibakar Mantan Pacar, Ini Kronologinya
-
10 Jurusan dengan UKT Termahal di Unsri 2026, Fakultas Kedokteran Berapa?
-
Bank Sumsel Babel Tebar Berkah Idul Adha, Salurkan Hewan Kurban untuk Masyarakat Sumsel dan Babel