- PT Hutama Karya menargetkan penyelesaian Jembatan Musi V di Sumatera Selatan sebagai bagian Tol Kapal Betung akhir 2026.
- Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau progres konstruksi jembatan yang kini telah memasuki tahap akhir dan uji beban.
- Keberadaan jembatan ini akan memangkas waktu tempuh Palembang–Betung dari tiga jam menjadi hanya satu jam untuk efisiensi logistik.
SuaraSumsel.id - Kabar baik bagi masyarakat Sumatera Selatan. Pembangunan Jembatan Musi V yang menjadi bagian dari Jalan Tol Kayuagung–Palembang–Betung (Kapal Betung) kini memasuki tahap akhir dan ditargetkan siap difungsikan sebelum akhir 2026. Kehadiran jembatan ini diproyeksikan memangkas waktu tempuh Palembang–Betung dari sekitar tiga jam menjadi hanya satu jam.
Target tersebut disampaikan PT Hutama Karya saat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung progres pembangunan Jembatan Musi V di Palembang, Kamis (16/7/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan salah satu infrastruktur paling strategis di ruas Tol Kapal Betung yang menjadi bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatera.
Executive Vice President Pembangunan Jalan Tol PT Hutama Karya, Dwi Aryono Bayuaji, mengatakan konstruksi utama jembatan telah selesai dan saat ini memasuki tahapan penyelesaian akhir, termasuk serangkaian uji beban sebelum dioperasikan.
"Pembangunan Jembatan Musi V merupakan bagian krusial dari ruas Jalan Tol Kayuagung–Palembang–Betung. Kami menargetkan jembatan ini selesai dan siap difungsikan sebelum akhir tahun 2026," ujar Dwi Aryono.
Wapres Gibran Tinjau Langsung Progres
Dalam kunjungan kerja tersebut, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka didampingi Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Wali Kota Palembang Ratu Dewa meninjau struktur utama Jembatan Musi V. Menurut Dwi, Gibran melihat langsung perkembangan proyek yang kini telah jauh berbeda dibanding kunjungan sebelumnya. Struktur utama jembatan sudah tersambung dan saat ini memasuki tahapan pengujian sebelum dibuka untuk masyarakat.
"Wapres Gibran merasa cukup puas dengan percepatan pembangunan yang terjadi," katanya.
Tol Palembang-Betung Sudah Lebih dari 90 Persen
Selain Jembatan Musi V, Hutama Karya juga mengungkap progres pembangunan Jalan Tol Palembang–Betung secara keseluruhan telah melampaui 90 persen.
Seksi 1 dan Seksi 2 ditargetkan selesai pada akhir tahun ini, sementara penyelesaian ruas secara penuh masih bergantung pada penyelesaian sejumlah bidang lahan yang tersisa.
Baca Juga: Gibran Minta PSEL Palembang Tak Sekadar Olah Sampah, Warga dan UMKM Harus Ikut Untung
Jembatan Musi V sendiri memiliki panjang sekitar 1,8 kilometer, termasuk jalan pendekat, dengan bentang utama mencapai 380 meter, menjadikannya salah satu struktur terpenting dalam proyek Tol Palembang–Betung.
Manfaat terbesar dari beroperasinya Tol Palembang–Betung adalah efisiensi perjalanan. Jika selama ini perjalanan melalui jalur nasional membutuhkan waktu sekitar tiga jam, nantinya masyarakat diperkirakan hanya memerlukan sekitar satu jam melalui jalan tol.
Efisiensi tersebut diyakini akan mempercepat distribusi logistik, memperlancar arus kendaraan, sekaligus menekan biaya transportasi barang dari dan menuju Sumatera Selatan.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan kehadiran Jembatan Musi V tidak hanya membantu mengurai kemacetan, tetapi juga berpotensi membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.
"Kehadiran infrastruktur ini akan menjadi magnet ekonomi baru bagi Palembang. Distribusi barang menjadi lebih cepat dan konektivitas semakin baik," ujar Ratu Dewa.
Jadi Penghubung Strategis Trans Sumatera
Tag
Berita Terkait
-
Sehari di Palembang, Ini yang Dilakukan Wapres Gibran dari RSUD hingga PSEL
-
Wapres Gibran Dijadwalkan ke Jembatan Musi V Palembang, Agenda Mendadak Ditunda
-
Dari 4 Jam ke 1 Jam: Rahasia Konektivitas Baru Sumsel yang Bergantung pada Jembatan Musi V
-
Heboh! Wapres Gibran Rela Antre Demi Pempek Tumpah Rp1.000 di Pasar 16 Ilir Palembang
-
7 Fakta Terbaru Tol PalembangPangkalan Balai: Jembatan Musi V Jadi Kunci
Terpopuler
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
- Kulkas Merek Apa yang Tidak Ada Bunga Es? Ini Pilihan dan Tips agar Tak Salah Beli
Pilihan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
-
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
-
Santap Siang Bareng di Rusia, Prabowo Minta Maaf ke Putin Karena Hal Ini
-
Dua Bus Transjakarta Tubrukan di Pancoran, Benarkah Sopir Mengantuk karena Cuti Duka Ditolak?
-
Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang
Terkini
-
BRI Tampil Solid di Semester I 2026, Analis Kompak Bidik Kenaikan Saham BBRI
-
Ratu Dewa Mendadak Lantik Sekda Palembang, Ada Apa dengan Aprizal Hasyim?
-
Sidang Smart Board Chromebook Ungkap Proyek Rp21,21 Miliar Muara Enim Diduga Sudah Diatur
-
Berawal dari Jakarta, Kronologi Kasus Smart Board Chromebook yang Berujung OTT Bupati Muara Enim
-
Nama Bupati Edison Disebut di Sidang Smart Board, JPU Ungkap Dugaan Aliran Rp3,36 Miliar