- Unit PPA Polres Lubuklinggau melakukan olah TKP kasus dugaan kekerasan guru terhadap murid pada Kamis, 16 Juli 2026.
- Penyidik memeriksa mistar dan meminta oknum guru memperagakan kronologi hukuman saat murid tidak menghafal perkalian di sekolah.
- Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi serta alat bukti untuk menganalisis dugaan tindak pidana sebelum menentukan langkah hukum.
SuaraSumsel.id - Penyidikan dugaan kekerasan terhadap sejumlah murid di salah satu sekolah dasar (SD) di Kota Lubuklinggau memasuki babak baru. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lubuklinggau turun langsung ke sekolah untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), Kamis (16/7/2026).
Penyelidikan dilakukan setelah muncul laporan dugaan seorang oknum guru menghukum sejumlah murid menggunakan mistar karena tidak hafal perkalian. Dalam pemeriksaan di lokasi, polisi tidak hanya melihat kondisi tempat kejadian, tetapi juga memeriksa mistar yang diduga digunakan serta meminta guru yang dilaporkan memperagakan kronologi penggunaan alat tersebut.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, dugaan peristiwa itu terjadi sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Saat itu, para murid mengikuti kegiatan menghafal perkalian yang dipandu guru.
Kanit PPA Satreskrim Polres Lubuklinggau, Ipda Dio Firmansyah bersama anggotanya mendatangi sekolah untuk mencocokkan laporan para orang tua dengan kondisi di lapangan. Dalam olah TKP, penyidik juga memeriksa sebuah mistar yang diduga digunakan sebagai alat untuk menghukum murid. Mistar tersebut menjadi salah satu objek yang diperiksa guna memastikan kesesuaiannya dengan keterangan para saksi.
"Kami masih mengumpulkan keterangan dari para pihak dan alat bukti. Semua akan dianalisis sesuai prosedur sebelum menentukan langkah hukum berikutnya," tambahnya dihubungi.
Hingga Kamis (16/7/2026), penyelidikan dugaan kekerasan terhadap murid tersebut masih berlangsung di Unit PPA Satreskrim Polres Lubuklinggau. Polisi belum menyimpulkan ada atau tidaknya unsur tindak pidana dalam perkara tersebut.
Penyidik menegaskan proses hukum tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Penentuan status hukum akan dilakukan setelah seluruh saksi diperiksa, alat bukti dinilai mencukupi, dan fakta di lapangan dianalisis secara menyeluruh.
Berita Terkait
-
Nasabah Setia Bank Sumsel Babel Lubuklinggau Dapat Kejutan Mobil Toyota Rush
-
Sudah Diborgol, Kepala Pria Ini Tetap Diinjak Polisi, Video di Lubuklinggau Viral Picu Empati
-
Info Lokasi Salat Idul Fitri Muhammadiyah di Kota Besar Sumsel: Prabumulih, Lubuklinggau, Pagar Alam
-
7 Fakta Investasi Bodong Rp4 Miliar di Lubuklinggau, Iming-iming Untung 50 Persen Berujung Petaka
-
Tawuran Remaja Kembali Pecah di Lubuklinggau, Warga Mengaku Tak Berani Keluar Malam
Terpopuler
- Apa Manfaat dari Bedak Marcks? Kenali 5 Fungsi dan Keunggulan Variannya
- Urutan Skincare Pagi Wardah untuk Wajah Cerah Bebas Flek Hitam Usia 40 Tahun
- 7 Moisturizer Mengandung Formula Anti-aging untuk Wajah Kencang dan Awet Muda
- Respons Gibran Terkait Ijazah Dinilai Menyesatkan, Kuliah S1 Tak Otomatis Buktikan Tamat SMA
- Daftar HP RAM 12 GB Memori 512 GB untuk Multitasking, Cek Harga Terbarunya
Pilihan
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
Terkini
-
Kabut Asap Karhutla Tekan Ekonomi Palembang, 7 Hotel Laporkan Penurunan Tingkat Hunian
-
Satukan Doa dan Ikhtiar, Kilang Plaju Perkuat Keselamatan Pekerja Lewat Safety Leadership
-
Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Perkuat Ketangguhan Petani Rawa Lebak Sungai Rebo Lewat Mina Padi
-
BRI Bangun Jembatan Gantung di Desa Kemang Cianjur, Mobilitas Warga Kini Lebih Aman
-
Kronologi Tabrakan 2 Kereta Babaranjang di Sumsel, Lokomotif Terguling dan Kru Terluka