SuaraSumsel.id - Palembang kembali dihebohkan oleh insiden kekerasan di tempat hiburan malam. Kali ini, seorang tukang parkir bernama Ismail (40) menjadi korban penusukan brutal di area parkir Darma Agung (DA) Club 41 Palembang.
Kejadian tragis ini terjadi pada Kamis (3/4/2025) dini hari, sekitar pukul 03.30 WIB, saat korban tengah bertugas di area parkir klub malam tersebut.
Insiden bermula ketika seorang pengunjung klub yang belum diketahui identitasnya terlibat cekcok dengan korban.
Ketegangan meningkat hingga pelaku secara membabi buta menyerang Ismail dengan senjata tajam, mengakibatkan tujuh luka tusuk di kepala, perut, dan tangan.
Serangan ini membuat korban terkapar dalam kondisi kritis sebelum akhirnya dilarikan ke RS Muhammadiyah Palembang untuk mendapatkan perawatan intensif.
Menurut keterangan saksi di lokasi kejadian, pelaku yang dalam kondisi emosi tinggi sempat beradu argumen dengan korban sebelum akhirnya menyerang secara brutal.
Setelah melakukan penusukan, pelaku dan rekannya langsung melarikan diri meninggalkan korban dalam kondisi mengenaskan.
Pihak kepolisian dari Polrestabes Palembang telah turun tangan untuk menyelidiki kasus ini. Sejumlah saksi diperiksa guna mengungkap motif di balik aksi keji tersebut.
Insiden ini menuai kemarahan dan kesedihan mendalam bagi keluarga korban. Ocha (32), salah satu anggota keluarga Ismail, mengungkapkan bahwa mereka sangat syok atas kejadian ini.
Baca Juga: Silaturahmi Idul Fitri Berujung Jambret, IRT di Palembang Kehilangan Kalung Emas Rp 26 Juta
“Saya tidak menyangka kejadian seperti ini bisa menimpa Ismail. Dia hanya seorang tukang parkir yang mencari nafkah dengan cara halal, tapi justru menjadi korban kekerasan brutal seperti ini,” ucapnya melansir sumselupdate.com-jaringan Suara.com.
Pihak keluarga berharap kepolisian segera menangkap pelaku dan memberikan hukuman setimpal. Selain itu, mereka juga meminta pihak manajemen DA Club 41 untuk bertanggung jawab atas kejadian ini, mengingat insiden terjadi di area klub tersebut.
Izin Operasional DA Club 41 Disorot
Kejadian ini juga memicu sorotan tajam terhadap izin operasional DA Club 41. Pasalnya, insiden kekerasan bukan pertama kali terjadi di tempat hiburan malam tersebut.
Sejumlah pihak, termasuk masyarakat dan tokoh setempat, menuntut agar pemerintah daerah dan kepolisian melakukan evaluasi terhadap keamanan di tempat hiburan malam guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Hingga saat ini, aparat kepolisian masih memburu pelaku penusukan. Polisi mengimbau pelaku untuk segera menyerahkan diri sebelum tindakan hukum lebih lanjut diambil.
Berita Terkait
-
Silaturahmi Idul Fitri Berujung Jambret, IRT di Palembang Kehilangan Kalung Emas Rp 26 Juta
-
Lebaran Berkah Bersama Bank Sumsel Babel: Mudik Gratis, Zakat Digital, dan Dana Tunai Siap
-
Lebaran Berdarah, Tukang Parkir Kritis Ditusuk 7 Kali Pengunjung Club DA 41 Palembang
-
Kronologi Siswi SD Hilang 2 Hari, Ditemukan Dicabuli di Hotel Palembang
-
Baru Kenal, Pemuda 19 Tahun Tega Cabuli Siswi SD di Hotel Melati Palembang
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
BRI Cairkan Dividen Tunai Rp346 per Saham, Total Pembayaran Capai Rp52,1 Triliun
-
Skandal Asusila di Balik Ponpes Lahat: Polisi Tidak Proses Hukum karena Permintaan Korban
-
Tiga Pegawai PTBA Raih Penghargaan Nasional Satyalancana Wira Karya dari Presiden
-
Bank Sumsel Babel Bedah Rumah Ibu Ojol di Palembang, Nurmalinda Kini Punya Harapan Baru untuk 3 Anak