Kesultanan Palembang Desak Proses Hukum Berjalan Tanpa Hambatan
Lebih lanjut, Sultan Iskandar meminta agar laporan hukum terhadap Willie Salim tetap dikawal hingga tuntas. Ia mendesak pihak Kapolda Sumsel dan Kapolrestabes Palembang untuk melanjutkan pengaduan masyarakat tanpa intervensi apa pun.
"Hukum di republik ini harus ditegakkan. Jangan sampai karena ada isu Tepung Tawar, proses hukum menjadi terhambat," katanya.
Jika kasus ini tidak ditindaklanjuti dengan serius, dikhawatirkan akan menjadi preseden buruk dan dapat memicu kasus serupa di masa mendatang.
"Kalau ini dibiarkan, akan ada konten kreator lain yang mengulanginya. Ini bukan sekadar masalah kecil, tapi bisa mengancam persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia," tutupnya.
Sultan SMB Raden Fauwaz Diradja Justru Ajukan Prosesi Tepung Tawar
Di sisi lain, Sultan Mahmud Badaruddin IV Raden Fauwaz Diradja memiliki pandangan yang berbeda.
Melalui Maklumat Sikap Palembang Darussalam yang diunggah di Instagram, Sultan Fauwaz menyatakan bahwa Willie harus menjalani prosesi Tepung Tawar sebagai bagian dari permohonan maaf.
Menurut Sultan Fauwaz, ritual adat ini menjadi simbol pembersihan diri dan penebusan kesalahan, sehingga Willie harus meminta maaf secara terbuka di hadapan Majelis Adat Kesultanan Palembang Darussalam serta menjalani Tepung Tawar.
Baca Juga: Tak Selesai dengan Adat! Kesultanan Palembang Tolak Tepung Tawar Willie Salim
Kesultanan yang ia pimpin bahkan memberikan ultimatum: Jika Willie menolak menjalani prosesi tersebut, maka ia dikutuk dan diharamkan untuk menginjakkan kaki di Palembang.
Apa Itu Tepung Tawar dan Kenapa Penting dalam Budaya Melayu?
Tepung Tawar adalah prosesi adat yang umum dalam budaya Melayu, termasuk di Palembang.
Ritual ini sering dilakukan dalam acara-acara penting seperti:
1. Pernikahan – Sebagai simbol restu dan doa bagi pengantin.
2. Penyambutan tamu kehormatan – Untuk menghormati seseorang yang datang ke wilayah tertentu.
3. Syukuran atau upacara adat lainnya – Sebagai bentuk doa dan harapan baik bagi seseorang.
Dalam prosesi ini, biasanya digunakan air yang telah diberi campuran bunga dan rempah-rempah yang dipercikkan kepada seseorang sebagai simbol pembersihan dan restu.
Tag
Berita Terkait
-
Tak Selesai dengan Adat! Kesultanan Palembang Tolak Tepung Tawar Willie Salim
-
Malbi Palembang 'Terabaikan', Willie Salim Seharusnya Mencontoh Farah Quinn
-
Saat Rendang Willie Salim dan Richard Lee Viral, Malbi Palembang Terlupakan
-
Willie Salim Bakal Diperiksa Polisi, Kontroversi Tragedi Rendang Hilang di BKB Makin Panas
-
Laporan terhadap Willie Salim Diproses, Polda Sumsel Periksa Saksi Selama 12 Jam
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Detik-detik Polisi di OKU Ditusuk saat Gerebek Bandar Narkoba, Operasi Berubah Mencekam
-
Sumsel Siapkan Lompatan Ekonomi Baru lewat Task Force Investasi
-
Bukan Sekadar Kurban, Kilang Pertamina Plaju Hadirkan Kepedulian dan Kebersamaan untuk Warga
-
Batas Waktu Takbiran Idul Adha 2026, Sampai Kapan Takbir Masih Disunnahkan?
-
Doa Malam Idul Adha yang Dianjurkan Dibaca, Amalan Mustajab agar Hajat dan Rezeki Dimudahkan