SuaraSumsel.id - Kasus dugaan penganiayaan terhadap bayi berusia 11 bulan di Palembang, Sumatera Selatan tengah menjadi sorotan. Seorang pengasuh bernama Arbiyah dilaporkan oleh majikannya, Jemmy (33), setelah rekaman CCTV di rumahnya memperlihatkan tindakan kekerasan terhadap anaknya.
Tak hanya melapor, Jemmy bersama petugas keamanan kompleks juga langsung menyerahkan Arbiyah ke polisi untuk diperiksa lebih lanjut. Jemmy mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (28/1/2025) kemarin, sekitar pukul 14.28 WIB, saat ia bersama istri sedang bekerja di toko miliknya.
“Pada saat tiduran itu, anak saya (korban,red) yang kecil menangis bukannya menenangkan, tapi dia (terlapor) malah menindih dan menampar pipi anak saya, lalu mendorong anak saya yang besar,” ungkap Jemmy pilu.
Sang orang tua ini pun mengungkapkan jika atas perbuatan pengasuh tersebut, sang anak mengalami trauma. Dengan telah dilaporkannya ke polisi, Jimmy berharap terlapor ART nya tersebut dapat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Saya dan istri tidak bisa terima atas perbuatannya itu,” akunya geram.
Kepala SPKT Polrestabes Palembang AKP Heri membenarkan telah menerima laporan dan serahan terduga terlapor tindak pidana kejahatan perlindungan anak.
“Laporannya kita terima terkait dugaan tindak pidana kejahatan perlindungan anak UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76C UU 35/2014 Juncto 80 UU 35/2014,” ucap Heri melansir sumselupdate.com-jaringan suara.com.
Kasus ini pun memicu perbincangan luas di masyarakat, terutama terkait keamanan anak di bawah asuhan pengasuh rumah tangga.
Baca Juga: Kehangatan Imlek 2025 di Palembang, Warga Muslim Juga Ikut Bersilaturahmi
Berita Terkait
-
Kehangatan Imlek 2025 di Palembang, Warga Muslim Juga Ikut Bersilaturahmi
-
Terungkap! Motif Suami di Palembang Telantarkan Istri Hingga Meninggal Dunia
-
WNI Tewas dalam Kecelakaan Kerja di Jepang, Jenazah Dipulangkan ke Palembang
-
Bank Sumsel Babel Catat Pertumbuhan Positif, Aset Meningkat Rp39,3 Triliun
-
Tradisi Imlek di Klenteng Dewi Kwan Im, Ritual Lepas Burung Pipit Sarat Makna
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla
-
Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB
-
PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba
-
438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?
-
Edison Didakwa Terima Rp4,67 Miliar dalam Kasus Smart Board, Jaksa Ungkap Dugaan Transaksi Bertahap