SuaraSumsel.id - Sumatera Selatan bersiap mencatatkan sejarah baru dalam dunia perdagangan internasional. di awal tahun 2025. Provinsi ini akan melakukan ekspor perdana kopi ke negeri jiran Malaysia pada akhir Januari. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperluas pasar kopi Sumsel ke kancah global.
Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan Arifin Susanto menjelaskan ekspor perdana yang akan dilakukan akhir bulan Januari merupakan upaya semakin mengenalkan kopi Sumsel ke mancanegara.
"Sumsel akan ekspor kopi kurang lebih 2 kountainer dengan nilai miliaran. Meski tidak cukup besar, namun ini langkah baru mengembangkan ekosistem pasar global kopi Sumsel," ujarnya saat mendampingi PJ Gubernur Sumsel, Elen Setiadi saat paparan situasi inflansi di Griya Agung, Kamis (2/1/2025).
Arifin menjelaskan ekspor perdana ini merupakan hasil inisiatif Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang berperan aktif dalam membentuk ekosistem ekspor perdagangan kopi di Sumsel. Dengan dukungan berbagai pihak, OJK memfasilitasi proses dari hulu ke hilir, mulai dari penguatan kualitas produk hingga akses pasar internasional.
"Kami berharap ekspor ini menjadi langkah awal yang membuka peluang lebih besar bagi petani kopi di Sumatera Selatan untuk bersaing di pasar global," ujar Arifin menegaskan.
Sumatera Selatan dikenal sebagai salah satu penghasil kopi berkualitas tinggi di Indonesia, khususnya jenis kopi robusta. Dengan produksi yang melimpah, ekspor ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah tetapi juga membawa dampak positif bagi kesejahteraan petani kopi lokal.
Selain Malaysia, pasar-pasar potensial lainnya seperti Singapura dan negara-negara Asia lainnya juga sedang dijajaki untuk memperluas jaringan ekspor. OJK menegaskan bahwa keberhasilan ekspor perdana ini akan menjadi model bagi pengembangan komoditas lain dari Sumsel.
BPS Sumsel pun mencatat neraca perdagangan pada 2024 meningkat, terutama pada ekspor non migas, seperti batu bara dan sektor perkebunan.
Secara kumulatif, nilai ekspor Sumatera Selatan periode Januari–November 2024 mencapai US$6.056,16 juta atau naik 1,43 persen dibanding periode yang sama tahun 2023.
Baca Juga: Jembatan Gantung di Lubuklinggau Putus, Puluhan Wisatawan Terjatuh ke Sungai
Nilai ekspor non migas mengalami peningkatan sebesar 35,61 persen. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan pada komoditas batubara dan lignit, karet dan barang dari karet, pulp dari kayu (bubur kertas), lemak & minyak hewan/nabati serta buah-buahan.
Pangsa ekspor November 2024 terbesar adalah Tiongkok sebesar US$243,46 juta, India sebesar US$57,94 juta dan Korea Selatan sebesar US$46,31 juta. Kopi yang akan diekspor telah melalui proses seleksi ketat untuk memastikan kualitas terbaik. Malaysia, sebagai negara tujuan pertama, dipilih karena memiliki hubungan dagang yang erat dengan Indonesia serta permintaan kopi yang terus meningkat.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, ekspor kopi Sumsel ke Malaysia diharapkan menjadi pintu gerbang menuju pasar global yang lebih luas. "Ini bukan hanya tentang kopi, tetapi juga tentang membawa nama baik Sumatera Selatan ke panggung dunia," ucap Arifin.
Berita Terkait
-
Jembatan Gantung di Lubuklinggau Putus, Puluhan Wisatawan Terjatuh ke Sungai
-
Yu Sheng Platter dan Lagu Teresa Teng: Pesona Imlek di Wyndham Opi Hotel
-
OJK Luncurkan Buku Saku Waspada Keuangan Ilegal: Panduan Bagi Masyarakat Sumsel
-
Awal Tahun 2025, Pemkot Palembang Lelang 3 Jabatan Eselon, Siapa Terkuat?
-
Banyak Kerusakan Lingkungan? Pj Gubernur Ajak Kelola SDA untuk Masyarakat
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 5 Sepatu Saucony Paling Nyaman untuk Long Run, Kualitas Jempolan
Pilihan
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
-
IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya
Terkini
-
Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru, Bukan Sekadar Soal Estetika
-
Lebih dari Seremonial, PTBA Jadikan Bulan K3 Nasional Momentum Bangun Budaya Keselamatan Kerja
-
Masjid Agung Palembang Mulai Hasilkan Listrik Sendiri, Dampaknya Tak Sekadar Hemat Jutaan Rupiah
-
Rumus Luas Segitiga Lengkap dengan 5 Contoh Soal Berbagai Bentuk
-
7 Foundation Radiant Finish untuk Wajah Terlihat Cerah dan Segar