Tasmalinda
Senin, 09 September 2024 | 14:00 WIB
Pedagang pasar 16 Ilir Palembang yang tidak bisa berjualan [sumselupdate.com]

SuaraSumsel.id - Situasi pasar 16 ilir Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) pasca sehari terjadi penjarahan dan pengrusakan dagangan menjadi tertutup. Para pedagang mengaku tidak bisa berjualan hingga merugi hingga puluhan juta. 

Sehari sebelumnya Minggu (9/9/2024) terjadi pengrusakan di gedung pasar 16 ilir Palembang. Melansir sumselupdate.com-jaringan Suara.com, seluruh kios di gedung Pasar 16 Ilir tertutup.

“Kami tidak bisa jualan karena tutup sejak kemarin dan hari ini akibat perusakan dan pencurian, kami sedang menunggu olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) oleh Polda Sumsel,” kata salah seorang pemilik kios berinisial MD.

Situasi terkini jika terali kios terkunci sehingga tidak ada aktivitas jual beli kecuali Pedagang Kaki Lima (PKL). Sejak pagi para pemilik kios sudah datang ke area depan dan samping gedung 16 Ilir Palembang namun tidak diperkenankan berjualan.

Meski enggan menyebut angka pasti kehilangan dan kerugian, MD yakin ia kehilangan pemasukan sampai jutaan rupiah.

“Rugilah, barang kami hilang, tidak bisa jualan juga, bisa sampai jutaan dengan kehilangan ini ruginya, lebih dari Rp5 juta,” ujarnya mengungkapkan.

Pedagang lainnya IR menyebut kerugian yang sama. 

“Kios saya cuma satu, saya menghidupi keluarga dari kios ini, kalau tidak jualan bagaimana biaya sekolah anak dan kebutuhan rumah tangga lainnya,” ujarnya mengeluhkan.

Kendati sudah dua hari terkahir tutup, para pedagang belum mendapat kepastian kapan bisa berjualan lagi. “Setelah Olah TKP kami belum tahu kapan bisa jualan lain, semoga besok sudah dibuka lagi,” harapnya.

Baca Juga: SKIN+ & SLIM+ Buka Cabang Pertama di Palembang: Perawatan Kecantikan Berkualitas

Tak hanya kerugian yang dialami oleh para pedagang, akan tetapi juga kekecewaan dari para pelanggan terutama yang datang dari luar Palembang seperti wilayah perairan.

Salah satunya Imas, warga Telang Banyuasin yang datang ke Pasar 16 Ilir untuk berbelanja.

“Kami sudah datang untuk beli sembako sekalian membeli stok jualan seperti obat-obatan dan pakaian yang biasa dibeli di dalam gedung, kami tidak tahu kapan akan kembali lagi karena bayar tongkang ini juga mahal,” ujarnya dengan nada ketus.

Load More