Kekinian dengan merek dagang Kopi Ringkeh, Surainah dan puluhan ibu-ibu kopi berkeinginan mengolah biji kopi agar makin bernilai tambah.
“Kami inginnya kopi lebih dikenal, makin banyak yang datang ke desa, selain membeli kopi juga ada olahan kopi lainnya. Sejak tahun 2018, sampai saat ini telah mengubah persepsi kami, perempuan untuk lebih memberikan nilai tambah pada komoditas yang kami hasilnya ini, tidak hanya sekadar biji kopi,”ujarnya dengan mata berbinar.
Dengan waktu luang dari kegiatan berkebun kopi, Ibu dua anak ini menceritakan ibu-ibu kini makin aktif berkumpul di rumah produksi kopi dengan mencari ide kreatif lainnya agar makin banyak menciptakan nilai jual.
“Kami ingin produk kopi kami dikenal dengan nama daerah kami. Tidak hanya kopi, di rumah produksi kami pun menjual keripik ubi, teh dari biji kopi, kerajinan dari rotan, manisan tomat, juga proses pengolahan kemasan kopi yang makin modern serta digital seperti dipasarkan di media sosial,” harapnya.
Dalam serangkaian peresmian Rumah Produksi Kopi Ringkeh juga digelar pelatihan membuat sabun kopi, minyak badan kopi dan digital marketing kemasan kopi. Terlihat antusias para peserta mengikuti kegiatan yang tidak hanya digelar untuk para ibu, namun juga remaja desa.
Pendiri Tanisani Projekt, Reka Agni Maharani mengharapkan pelatihan yang diberikan makin membuat para perempuan desa berdaya dan kreatif menciptakan nilai tambah pada sejumlah komoditas yang telah dihasilkan.
“Sehingga rumah produksi kopi ini akan menjadi rumah kreatif, menghasilkan ide-ide lebih beragam komoditas. Sabun kopi ialah upaya mengubah ampas kopi yang tentu banyak dihasilkan di desa agar berguna bagi kesehatan kulit, begitu juga body oil kopi yang memaksimalkan biji kopi bagi kesehatan kulit tubuh,” ucapnya.
Program CSV PT Pusri
Program pemberdayaan masyarakat nan berbasis Creating Shared Value (CSV) atau program yang memiliki nilai bersama untuk perusahaan dan masyarakat penerima manfaat.
Baca Juga: Video Art Sastra Tutur Teater Potlot: Perpaduan Seni dan Lingkungan nan Menginspirasi
Program ini membentuk kelompok masyarakat yang bernama kelompok usaha perhutanan sosial (KUPS) Hutan Adat Ayek Tebat Benawa.
SPM Creating Shared Value PT Pusri Palembang Rahmawati menjelaskan jika program ini telah dimulai sejak 2023 lalu. Berbagai program dilaksanakan adalah membantu peralatan pengolahan kopi, peningkatan kapasitas kelompok binaan dengan memberikan pelatihan pengolahan produk turunan.
“Selain membangun Rumah Produksi Kopi yang akan menjadi sentra lokasi KUPS berkreasi dengan olahan komoditasnya, juga digelar pelatihan pengelolaan pasca panen seperti pada komoditas kopi, membuat Green House. Menariknya, kelompok KUPS digerakkan kelompok perempuan (ibu-ibu) desa,” ucapnya.
PT Pusri menilai selama ini masyarakat terutama petani kopi masih belum menerapkan pemupukan yang seimbang dan ideal bagi tanaman nan berpotensi merusak lingkungan.
“Tidak hanya pengenalan pupuk, PT Pusri berupaya mendapatkan dukungan dari berbagai pihak terutama dari pemerintah setempat agar kemudian desa ini pun, menjadi salah satu destinasi wisata menarik di kota Pagar Alam yang berkelanjutan,” ujarnya menjelaskan.
Adat Lestarikan Hutan
Tag
Berita Terkait
-
Video Art Sastra Tutur Teater Potlot: Perpaduan Seni dan Lingkungan nan Menginspirasi
-
Mantan Pejabat Pemprov Richard Cahyadi Ditetapkan Tersangka Korupsi
-
Insentif RT/RW Palembang Naik Rp1 Juta, Pemkot Gelontorkan Rp5 Miliar Per Bulan
-
Viral! Detik-Detik Siswa SMA Ogan Ilir Panjat Tiang Bendera Saat Upacara HUT RI
-
Kostum Adat Meriahkan Karnaval HUT RI di 5 Ulu, Bhinneka Tunggal Ika di Setiap Langkah
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Belanja Hemat April 2026: 17 Produk Indomaret Diskon Besar, Ada yang di Bawah Rp10 Ribu
-
Dari Elit BUMN ke Viral di Tikungan Maut, Siapa 3 Komisaris Pusri? Ada Arteria Dahlan
-
Bank Sumsel Babel Siapkan Undian Rp550 Juta, Ungu Siap Mengguncang Palembang
-
Bukan Skincare Mahal, Ini 7 Produk yang Dipakai Influencer Palembang agar Glowing di Cuaca Panas
-
Pasien Belum Sadar Diminta Pulang dari RSMH Palembang, Keluarga Protes, Fakta Medisnya Bikin Bingung