-
Semakin banyak perempuan berpenghasilan lebih tinggi dari suami, namun hal ini sering menimbulkan ketegangan emosional dalam rumah tangga.
-
Kunci keharmonisan rumah tangga terletak pada pengelolaan uang bersama dan saling menghargai kontribusi finansial maupun non-finansial.
-
Transparansi keuangan, pembagian rekening yang adil, dan sikap kompak terhadap tekanan sosial menjadi fondasi untuk menjaga keseimbangan hubungan.
SuaraSumsel.id - Di sebuah dunia yang ideal, percakapan soal uang dalam rumah tangga seharusnya semudah membicarakan menu makan malam. Namun, kenyataannya, uang gaji adalah salah satu topik paling sensitif, terutama ketika sebuah "tabu" lama terlanggar: penghasilan istri lebih besar dari suami.
Secara diam-diam, fenomena ini sudah menjadi realitas di banyak keluarga urban. Semakin banyak perempuan menempati posisi strategis dengan kompensasi tinggi. Namun, di balik kesuksesan karier tersebut, seringkali tersimpan sebuah "perang sunyi" di rumah.
Ego suami yang terluka, istri yang merasa serba salah, hingga sindiran dari lingkungan bisa mengubah pencapaian menjadi sumber stres. Padahal, kondisi ini seharusnya menjadi sebuah kekuatan, bukan kelemahan. Ini adalah tanda bahwa Anda adalah power couple yang memiliki dua mesin pendorong.
Kuncinya bukan pada siapa yang membawa pulang lebih banyak, melainkan bagaimana Anda berdua mengelolanya sebagai sebuah tim. Agar nominal di slip gaji tidak merusak harmoni, berikut adalah lima aturan main yang wajib diterapkan.
Aturan 1: Hancurkan Mindset "Uangku" dan "Uangmu"
Ini adalah fondasi dari segalanya. Begitu Anda menikah, tidak ada lagi istilah gaji istri atau gaji suami. Yang ada hanyalah "pendapatan keluarga". Anggap rumah tangga Anda adalah sebuah perusahaan, dan Anda berdua adalah co-founder.
Berapa pun kontribusi masing-masing, semuanya masuk ke dalam satu kas perusahaan yang sama. Mengubah mindset ini akan menghilangkan potensi perebutan kekuasaan. Siapa pun yang gajinya lebih besar tidak otomatis menjadi "bos". Keputusan besar tetap diambil bersama karena tujuannya sama: memajukan "perusahaan" keluarga.
Aturan 2: Hormati Kontribusi Non-Finansial
Kesalahan fatal adalah mengukur nilai seseorang hanya dari nominal yang ia hasilkan. Mungkin gaji suami lebih kecil, tapi bisa jadi ia lebih banyak berkontribusi dalam urusan rumah, mengantar jemput anak, atau memberikan dukungan emosional yang tak ternilai harganya.
Baca Juga: Gaji Sering Lenyap? Cek 7 Tanda Keuanganmu di 'Zona Merah' & Cara Sembuhnya
Sering-seringlah mengakui dan mengapresiasi kontribusi non-finansial ini. Katakan hal seperti, "Terima kasih ya, karena kamu yang urus anak-anak, aku jadi bisa fokus kerja." Ini akan mengafirmasi peran suami dan meredakan potensi rasa minder atau tidak berharga.
Aturan 3: Jadwalkan "Money Date" dengan Transparansi Radikal
Jangan bicarakan uang saat sedang lelah atau emosional. Jadwalkan waktu khusus, misalnya sebulan sekali, untuk "Money Date". Di momen ini, Anda berdua membuka semua kartu yakni berapa pemasukan total, berapa pengeluaran, bagaimana progres tabungan, dan apa tujuan finansial bulan depan. Kuncinya adalah transparansi tanpa menghakimi.
Tujuannya bukan untuk menginterogasi ("Kamu kok boros banget?"), melainkan untuk berkolaborasi ("Pengeluaran kita di pos ini besar ya, gimana cara kita menguranginya bersama?").
Aturan 4: Ciptakan Sistem Tiga Rekening yang Adil
Untuk menghindari perdebatan soal pengeluaran pribadi, sistem tiga rekening adalah yang paling efektif dan adil, terlepas dari siapa yang berpenghasilan lebih besar. 1. Rekening Bersama (Joint Account): Setiap bulan, Anda berdua menyetor sejumlah dana (bisa berdasarkan persentase gaji atau nominal yang disepakati) ke rekening ini.
Berita Terkait
-
Gaji Sering Lenyap? Cek 7 Tanda Keuanganmu di 'Zona Merah' & Cara Sembuhnya
-
Nyesek! Cuma Nunggak Paylater, KPR Ditolak? Ini 5 Cara 'Cuci Nama' di SLIK OJK
-
Gaji Sering Lenyap? 3 Jurus Budgeting Siap Perang: Mana Jagoanmu?
-
Gaji UMR Habis Terus? Coba Kakeibo, 4 Seni Cerdas Atur Duit ala Jepang
-
Gaji Koma, Tanggungan Ganda: Benarkah Pinjol Jawaban Generasi Sandwich?
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
7 Fakta Mengejutkan Operasi Narkoba Digagalkan Massa di OKU Timur, Polisi Terpaksa Mundur
-
Sumsel Dikepung Bencana? Sepanjang 2025 Terjadi 284 Kejadian, Banjir Mendominasi
-
7 Foundation Matte untuk Hasil Natural yang Gak Bikin Wajah Terlihat Flat
-
7 Bedak Tabur dengan Kandungan Skincare untuk Kulit Tetap Lembap dan Bebas Kusam
-
9 Bedak Tabur Murah di Indomaret untuk Kulit Berminyak, Dipakai MUA Profesional