SuaraSumsel.id - Stadion megah di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang disepakati menjadi venue yang mempertemukan timnas Indonesia kontra Brunei Darussaalam di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Stadion kebanggan warga Palembang, Sumatera Selatan memiliki 5 fakta unik. Berikut 5 fakta unik, stadion Gelora Sriwijaya yang bakal menjadi saksi bagaimana timnas Indonesia berjuang melawan Brunei Darussalam, pada 10 Oktober mendatang.
1. Pernah kali gagal jadi tuan rumah ajang internasional
Stadion Sriwijaya Gelora Jakabaring Palembang pernah usulkan dalam beberapa evan sepak bola internasional diantaranya piala U-17. Stadion dengan kapasitas 23.000 penonton ini pun gagal menjadi tuan rumah piala dunia U-20 yang seharusnya Indonesia menjadi tuan rumah tahun ini.
2. Berada di komplek Jakabaring Sport City (JSC)
Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang berada di kawasan komplek Jakabaring Sport City. Stadion ini termasuk iikon komplek venue olahraga di Palembang ini.
Ada setidaknya 14 venue kelas internasional di kawasan komplek venue olahraga ini. Stadion yang berada tidak jauh dari pintu masuk ini, memang menjadi ciri khas atau terintegrasi kawasan komplek venue olahraga di Palembang.
3. Berskala Internasional
Stadion yang dibangun sejak menyambut perhelatan PON di Palembang tersebut, kian diperbaiki. Apalagi menjelang pelaksanaan SEA Games dan Asean Games yang menjadikan kawasan olahraga ini harus berstandar internasional.
Baca Juga: Berikut Lahan-Lahan Konsesi Perusahaan di Sumsel Sumbang Hotpsot, Belum Ditindak?
Dibangun sejak 1 Januari 2001 ini ditujukan guna menyelenggarakan PON XVI ketika Kota Palembang ditunjuk menjadi tuan rumah PON, pada 2 September 2004.
Stadion ini diberi nama berdasarkan kemaharajaan maritim Sriwijaya yang berpusat di Palembang dan berhasil mempersatukan wilayah barat Nusantara pada abad 7 sampai dengan abad 12.
4, Berkarakter simbol Maritim
Stadion ini menggunakan rumput berjenisinternasional Buffalo Grass. Terdapat delapan lintasan atletik yang mengelilingi lapangan sepak bola dengan juga ukuran standar internasional.
Terdapat dua atap biru bulat menopang lengkungan yang tampak seperti layar kapal .Tribune utama yang berada di sisi barat dan timur ditutupi dua lengkungan baja besar.
Pada dinding luar pada sisi barat dan timur terhadap motif khas songket nan juga menjadi identitas budaya Palembang. Hal ini menjadi simbol dari Kerajaan Sriwijaya dikenal akan kekuatan maritimnya.
Tag
Berita Terkait
-
10 Kantor JNE Terdekat di Palembang, Lengkap dengan Alamat dan Jam Buka
-
5 Rekomendasi Tempat Wisata Anak di Palembang, Cocok Dikunjungi saat Akhir Pekan
-
4 Rekomendasi Bengkel Service Mobil di Palembang
-
Uang Rp350 Juta di Koper Raib di Kamar Hotel Palembang Padahal Baru Ditinggal
-
Berlaku Besok, Disdik Palembang Mundurkan Jam Belajar Mulai Pukul 09.00 Pagi Akibat Asap
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Saat Karhutla Mengancam Sumsel, Generasi Muda Lintas Agama Diajak Turun Tangan
-
Besok Sekolah Palembang Masuk atau Masih Daring? Ini Patokan ISPU untuk Tatap Muka
-
Dukung Tumbuh Kembang Anak Sungai Rebo, Kilang Plaju Salurkan PMT di Posyandu Asparagus
-
Suahasil Gantikan Purbaya, Pemprov Sumsel Berharap Kebijakan Fiskal Daerah Kembali seperti Semula
-
Kabut Asap Palembang, KAI Bagikan 2.800 Masker untuk Lindungi Pekerja Operasional