SuaraSumsel.id - Masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru dan Mawardi Yahya akan berakhir pada 1 Oktober 2023. Mendekati atau h-3 dari pergantian masa jabatan tersebut, pasangan kepala daerah ini merombak puluhan pejabat di lingkungan Pemprov Sumsel.
Adapun perombakan yang dilakukan mulai dari eselon ll, eselon III dan eselon IV, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel di aula Putri Kembang Dadar Bandiklat BPSDM Sumsel.
Meski mengganti puluhan pejabat, Wagub Sumsel Mamardi Yahya mengungkapkan jika pelantikan merupakan hal yang biasa. Sementara pegawai yang mendapatkan promosi tentu, pergawai dengan penilaian kinerja dalam perjalanan jenjang karir sebagai ASN.
"Pelantikan ini sudah masuk masanya untuk rotasi dan mutasi jabatan pegawai. Mungkin, juga ada yang kurang pas," ujarnya.
“Tapi untuk eselon tak banyak berubah, ada 46 pegawai dilantik dari BPBD dan Dinas Komunikasi dan Informatika serta untuk yang baru dilantik saya harap bisa segera menyesuaikan dengan pekerjaan,” sambungnya.
“Pelantikan ini mungkin yang terakhir HDMY lakukan setelah mendekati akhir masa jabatan selama lima tahun karena setelah Jumat besok berakhir masa jabatan,” ujar Mawardi Yahya.
Melansir Sumselupdate.com-jaringan Suara.com, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Sumsel, Ismail Fahmi mengatakan pelantikan yang dilakukan merupakan promosi dan mutasi.
Untuk eselon 2 ada dua pegawai yang dilantik, eselon 3 ada 18 pegawai dan eselon 4 ada 26 pegawai
"Rotasi seperti ini untuk mengisi jabatan yang kosong, ada yang pensiun seperti Kepala BPDB," ucapnya.
Baca Juga: Masa Jabatan Herman Deru Tersisa 3 Hari Lagi, DPRD Bocorkan PJ Gubernur Sumsel
Gubernur Herman Deru dan Mawardi akan habis masa jabatan setelah lima tahun memimpin Sumsel.
Kekinian DPRD Sumsel sudah mengajukan tiga usulan nama PJ sejak awal September.
Adapun ketiga nama yang diusulkan DPRD yakni Sekda Sumsel, Supriono, lalu ada nama usulan dari fraksi Golkar DPRD, Roby Kurniawan yang kekinian menjabat Staf Ahli Menteri Bidang Logistik dan Multimuda Kemenhub.
Nama ketiga yang diusulkan yakni pejabat di lembaga Kementerian Agama, Prof Nizar Ali yang merupakan Sekjen Kementerian Agama.
Berita Terkait
-
Masa Jabatan Herman Deru Tersisa 3 Hari Lagi, DPRD Bocorkan PJ Gubernur Sumsel
-
Tabungan IRT di Palembang Terkuras Rp 2,3 Miliar Karena Klik APK Surat Tilang
-
Cerita 8 IRT di Muara Enim Tertipu Investasi Bodong FEC, Tergiur Untung Karena Ada Pejabat Pemprov
-
Update Klasemen Sriwijaya FC Jelang Kontra Semen Padang di Jakabaring: Terlempar dari 3 Besar
-
Profil PJ Bupati Banyuasin Hani Syopiar Rustam, Pernah Jabat Dirjen Kemendagri
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
Terkini
-
Mengapa Selapan Sering Disebut dalam Kasus Hacker? Ini Penjelasan di Balik Kasus Dana BOS Prabumulih
-
Penumpang Kereta di Sumsel Naik 15 Persen, Tembus 296 Ribu, Ini Penyebabnya
-
50 Korban Tertipu Guru di Palembang, Rp1,1 Miliar Raib, Modus Tukar Uang Lebaran Terungkap
-
Nasabah Setia Bank Sumsel Babel Lubuklinggau Dapat Kejutan Mobil Toyota Rush
-
Apa Itu Hacker Selapan? Sosok di Balik Kasus Bobol Dana BOS Hampir Rp1 Miliar di Prabumulih